
Cinta menatap pucat kearah Bagaskara pria yang sudah menikahinya tiga tahun lalu sekarang ada dihadapannya,berbagai perasaan bercampur aduk didada Cinta meskipun bukan pernikahan atas keinginannya tapi itu tetap sebuah pernikahan ikatan yang tidak bisa dilepasnya sampai detik ini karena tidak berani dan tidak tau bagaimana melakukannya dia sudah merasa itu sesuatu yang lumrah dan biasa dirasakannya.
Tapi saat pria yang berstatus suaminya itu bahkan sama sekali tidak mengenalinya membuat Cinta merasa dadanya nyeri,tapi tidak bisa melakukan apa apa karena dia tidak merasa berhak untuk itu.
"I..iya tuan eh maaf Bapak,saya mahasiswi disini",jawab Cinta dengan gugup.
"Lalu kenapa kamu bisa berada diruanganku,apa ada yang kamu perlukan?",tanya Bagaskara dengan kembali menatap tajam kearah Cinta.
"I..itu..tadi anak Bapak",Cinta menunjuk kearah Cello yang tertidur disofa.
"Apa kau yang membantu menjaga Cello?".
"Saya tidak sengaja menabraknya saat dia sedang berlari dikoridor dan...".
"Bagaimana keadaan Cello apa dia jatuh,apa ada yang terluka,kenapa dia diam saja",ucap Bagaskara dengan berjalan kearah Cello untuk memeriksa keadaannya.
"Dia baru saja tertidur karena lelah menangis, sepertinya dia keluar karena sedang mencari anda tadi",terang Cinta.
"Apa dia sendirian tadi?",tanya Bagaskara menatap Cinta.
Cinta langsung mengangguk.
"Dimana Willy bukankah seharusnya dia yang menjaga Cello bisa bisanya dia lengah seperti ini",gerutu Bagaskara.
Melihat Bagaskara marah Cinta hanya diam sambil sedikit mundur, dia masih ingat bagaimana saat Bagaskara begitu marah dulu padanya jadi dia sedikit bersyukur Bagaskara untuk saat ini belum mengingatnya.
Bagaskara mengambil ponselnya dan segera menghubungi Willy.
"Dimana kamu?",tanya Bagaskara dengan intonasi keras membuat Cello yang tertidur disofa sampai terbangun dengan terpaksa Cinta menghampiri Cello dan kembali menepuk nepuk badannya agar kembali tidur.
"Saya sedang menginterview neni untuk tuan muda Tuan,apa tuan muda bangun tadi waktu saya tinggal dia sedang tidur".
"Bukan cuma bangun tapi dia hampir hilang,beraninya kamu meninggalkan Cello sendiri apa kamu pikir nyawamu lebih penting dari milik putraku ini hah!".
Cinta langsung menunduk mendengar ucapan Bagaskara,'jadi bocah kecil ini anaknya dengan istrinya yang sekarang pantas saja dia lupa sudah menikahi bocah kecil lain",batin Cinta sedih.
"Baik tuan saya kesana sekarang juga",jawab Willy.
Sementara itu karena suara Bagaskara, Cello yang memang sudah bergerak gerak dari tadi menjadi terbangun dan mulai merengek.
Cinta yang melihat itu merasa tidak tega,dengan lembut Cinta berusaha menenangkan Cello tapi Cello malah meminta untuk dipeluknya seperti tadi.
Dengan sayang Cinta memeluk Cello kemudian menepuk nepuk punggungnya supaya berhenti merengek.
Bagaskara menatap apa yang dilakukan Cinta tanpa bermaksud untuk menolong merawat Cello selama beberapa hari penuh telah menguras energinya melebihi bekerja dari siang sampai malam yang selama ini dilakukannya.
__ADS_1
"Kamu suka dengan anak anak?",tanya Bagaskara dengan nada yang normal.
"Saya punya banyak adik jadi sudah biasa merawat anak kecil dari dulu".
"Berapa banyak adikmu?",tanya Bagaskara sambil menatap Cinta.
"Bukan adik kandung, saya dari kecil tinggal dipanti asuhan dan baru sejak kuliah saya mencoba tinggal sendiri".
"Berapa usiamu?",tanya Bagaskara tiba membuat Cinta terkejut.
"I..itu".
"Kamu kelihatan masih sangat muda bahkan lebih muda dari anakku tapi sudah harus tinggal sendiri".
"Saya sudah 21 tahun tahun ini,tidak terlalu muda untuk hidup mandiri".
"Bagaimana kamu membiayai hidupmu selama ini?",tanya Bagaskara.
Cinta bingung bagaimana menjelaskan soal itu,apakah dia harus mengatakan bahwa "Andalah yang membiayai hidup saya karena saya adalah istri anda yang anda nikahi paksa 3 tahun lalu apa anda lupa tuan Bagaskara",ingin rasanya Cinta mengatakan semua itu tapi tidak berani.
"Ada paman kaki panjang yang membantu saya untuk membantu biaya kuliah saya selama ini",ucap Cinta.
"Maksudmu seorang donatur,dari panti asuhan dulu yang membantumu".
Cinta mengangguk.
"Saya bekerja serabutan apa saja asal masih bisa kuliah".
Bagaskara diam mendengar itu dia tampak berpikir lalu mulai lagi mengajak Cinta bicara.
"Bagaimana kalau aku memberimu pekerjaan?".
Cinta langsung terbelalak mendengar apa yang dikatakan Bagaskara.
"Pe...pekerjaan a..apa...yang ingin Bapak berikan untuk sa..ya,tanyanya gugup,karena Cinta sempat berpikir pekerjaan apa yang diberikan seorang suami untuk istrinya kalau bukan untuk melayaninya.
"Jangan takut bukan pekerjaan yang tidak benar,aku sedang kerepotan karena harus mengasuh bocah kecil dalam pangkuanmu itu dan kulihat dia sangat dekat denganmu meskipun kalian baru bertemu, jadi maukah kamu membantuku mengasuhnya selama aku berada disini".
"Maksud Bapak?",ucap Cinta sedikit lega mendengar ucapan Bagaskara.
"Mommy Cello pergi selama tiga bulan dan aku sudah berjanji untuk menjaganya,selama dia tidak ada, jadi maukan kamu membantuku menjaga Cello,aku akan membayarmu dengan gajih yang lumayan,asal kamu bersedia".
Cinta terdiam dia bingung bagaimana harus menjawab permintaan pria dihadapannya ini.
"Pikirkanlah dulu,tapi aku sangat berharap kamu dapat membantuku".
__ADS_1
Iya saya akan coba memikirkannya tuan",jawab Cinta pelan karena bingung apa yang harus dilakukannya menghadapi situasi ini.
Saat mereka sedang sibuk dengan pikiran masing masing tiba tiba Willy masuk kedalam ruangan dengan wajah pucat.
"Tuan kecil apa anda baik baik saja!",teriaknya.
Cinta dan Bagaskara langsung menoleh kearah Willy,karena saat itu Cello masih memejamkan matanya.
"Bisakah kau tidak berteriak seperti itu ",hardik bagaskara.
"Maaf tuan,saya...",ucapan Willy tertahan karena melihat Cinta berada diruangan itu dan sedang memeluk Cello.
"Cinta!!",teriaknya,seketika terkejut melihat Cinta ada disana.
"Om..",sapa Cinta pada Willy.
"Kamu...."Willy menatap kearah Cinta kemudian kearah Bagaskara lalu kearah Cello secara bergantian.
"Kalian saling kenal?",tanya Bagaskara sambil menatap tajam kearah mereka berdua.
"Tuan dia...".
"Apa sudah lama kalian saling kenal kalau iya kebetulan sekali berarti aku tidak salah memintamu untuk menjadi pengasuh Cello karena Willy juga sedang mencari pengasuh untuk Cello".
"Pengasuh..., kamu Cinta...".
"Apa kamu keberatan Willy kalau aku memintanya untuk menjaga Cello?",tanya Bagaskara.
Mendengar itu Willy langsung menggeleng.
"Tidak tuan,saya setuju",jawab Willy.
"Pikirkanlah tawaranku Cinta,kalau kamu sudah tau jawabannya kamu bisa menghubungi Willy".
"Bukan anda tuan?",tanya Willy.
"Kenapa harus aku bukankah tugasmu untuk mencarikan pengasuh Cello".
"Iya tuan,maaf".
"Sudahlah,kemarikan Cello aku akan membawanya pulang sekarang".
Bagaskara mengambil Cello dari gendongan Cinta.
Tapi tiba tiba Cello bangun dan menangis tidak mau lepas dari pelukan Cinta membuat Bagaskara heran.
__ADS_1
"Huaaa...omma... mau sama omma aja nggak mau sama oppa huaaa".