Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
145.Memulai Misi.


__ADS_3

Cinta langsung berlari kekamarnya setelah melihat Bagaskara menghilang masuk kedalam kamar.


Sampai didalam kamar Cinta langsung menutup pintu dan langsung bersandar dibaliknya dengan tubuh gemetar.


Dia berkali kali menghela nafas lalu menghembuskannya lagi agar perasaannya gugupnya menghilang.


Setelah merasa tenang baru Cinta mencoba berpikir 'sepertinya aku harus pakai strategi untuk membuat mas Bagas bisa melirikku',gumam Cinta.


***


Pagi hari sebelum berangkat kekampus,Cinta sengaja bangun lebih pagi dari biasanya lalu segera mandi dan bersiap dia membongkar seluruh isi lemarinya dan mencoba mencari baju terbaik yang dimilikinya untuk dipakainya dihadapan Bagaskara nanti.


Setelah selesai berpakaian Cinta sengaja memoles sedikit wajahnya supaya terlihat berbeda.


Setelah Cello bangun dia segera membantu Cello bersiap lalu mengajaknya keluar menuju ruang makan.


Diruang makan Cello langsung berlari menghampiri oppanya.


"Oppa hali ini Cello bangun cendili cama nggak nangis tadi waktu mandi",lapor Cello.


Bagaskara tersenyum lembut mendengar celoteh Cello"anak pintar",jawabnya.


"Mas Bagas mau sarapan sekarang?",tanya Cinta.


Bagaskara yang mendengar Cinta memanggilnya seperti itu langsung tersedak kopi yang diminumnya.


"Uhuk...uhuk...".


"Pelan pelan mas",tegur Cinta.


Bagaskara diam saja tidak menyahut teguran Cinta.


Melihat Bagaskara tidak menolak atau menerima panggilannya Cinta berinisiatif mengambilkan sarapan untuk Bagaskara seperti yang biasa Bagaskara makan setiap pagi selama dirumah itu,lalu meletakkannya perlahan didepan Bagaskara.


"Ini sarapannya mas",ucap Cinta.


Cinta pikir Bagaskara tidak akan menanggapi apa yang dilakukannya tapi ternyata dia perduli.


"Trimakasih",ucapnya saat Cinta meletakkan piring itu didepannya.


Cinta tidak menanggapi tapi memilih duduk disamping Bagaskara dan mulai menyuapi Cello makan.


Saat Cinta masih sarapan,Bagaskara keluar lebih dulu kedepan,Cinta pikir dia berangkat lebih dulu kekampus tapi ternyata saat Cinta sudah selesai dia masih berada diluar menunggunya dan Cello selesai.


"Naiklah",perintahnya sambil membantu Cello masuk kedalam mobil setelah itu baru dia masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan menuju kampus mereka hanya diam tidak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan,hanya celoteh Cello yang membuat suasana didalam mobil itu tidak kaku.

__ADS_1


Saat akan turun dari mobil Cinta baru berbicara pada Bagaskara.


" Mas setelah pulang kuliah aku mau pergi keluar sebentar bersama temanku",ucap Cinta.


Bagaskara yang awalnya sibuk dengan tab ditangannya langsung menoleh kearah Cinta.


"Kemana?",tanya Bagaskara reflek.


"A...i..itu..ada urusan",jawab Cinta gugup sendiri.


"Ya",balas Bagaskara kembali sibuk dengan tabnya.


Cinta yang melihat itu menjadi sedikit sebal dibuatnya dia bergegas keluar dari dalam mobil,tapi saat sudah diluar tiba tiba dia kembali lagi kedalam.


"Ada apa lagi?",tanya Bagaskara dengan menatap kearah Cinta.


"Salim",ucap Cinta dengan mengulurkan tangannya kearah Bagaskara,tapi Bagaskara hanya diam menatap tangan Cinta.


"Calim oppa cepelti ini,ommy juga biacanya Calim cama oppy kalau mau pelgi",ucap Cello dengan meraih tangan Cinta kemudian menciumnya membuat Cinta hampir saja tertawa melihat itu.


Melihat apa yang dilakukan Cello Bagaskara mengangsurkan tangannya mendekat kearah Cinta,kemudian Cinta mengambil tangan itu dan menciumnya.


"Biasanya cetelah calim oppy cium ommy di cini cama dicini cello seling lihat,kenapa oma sama oppa nggak",ucap Cello dengan menunjuk pipi dan dahinya.


Mendengar itu Cinta langsung memalingkan wajahnya yang mulai memerah.


Bagaskara memandang Cinta sampai dia menghilang dari pandangannya kemudian dia baru menarik nafas lega.


"Sepertinya tidak ada salahnya dicoba tuan",ucap Willy mencoba bicara pada Bagaskara.


Mendengar apa yang dikatakan Willy Bagaskara tidak menanggapi,tapi memilih keluar dari dalam mobil sambil menggandeng Celo bersamanya.


***


Diruang kelas Cinta langsung duduk disebelah Nisa sahabat baiknya selama ini.


"Wah tumben kamu berdandan cantik hari ini,dalam rangka momen apa?",tanya Nisa heran.


"Momen pengejaran",jawab Cinta dengan wajah cemberut karena apa yang dilakukannya sama sekali tidak dilihat Bagaskara tadi.


Nisa langsung mengerutkan keningnya"kamu sedang jatuh Cinta",tanya Nisa.


Cinta langsung mengangguk dengan sedikit malu pada Nisa.


Melihat Cinta mengangguk Nisa langsung memutar tubuhnya menghadap Cinta."Siapa yang sudah beruntung bisa buat seorang Cinta jatuh Cinta karena setahuku selama ini kamu seperti biksu".


"Apaan sih Nis aku nggak seperti itu kok cuma yang dulu dulu momennya nggak tepat aja".

__ADS_1


"Apa sekarang kamu merasa sudah yakin pasti berjodoh dengannya?",tanya Nisa.


"Ya...mungkin..semoga saja,doakan ya",ucap Cinta.


"Emang siapa sih cowok yang sudah berhasil meluluhkan hatimu".


"I...itu..",Cinta belum selesai menjawab Nisa tiba tiba dosen mereka sudah masuk,jadi terpaksa percakapan mereka terhenti sementara.


Setelah menyelesaikan semua jadwal kuliahnya hari ini,saat sedang membereskan tasnya tiba tiba Nisa kembali melanjutkan pertanyaan yang tadi.


"Ayo cerita sekarang siapa cowok yang sudah berhasil membuat seorang Cinta berubah seperti ini".


"Hari ini temani aku jalan jalan keMall ya?",pinta Cinta.


"Cerita dulu siapa cowok itu,jangan mencoba mengalihkan pembicaraan terus sama aku".


"Iya aku pasti cerita tapi nggak disini Nisa,nggak enak",ucap Cinta sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang kelas yang masih banyak mahasiswa mengobrol disana.


"Lalu dimana?",tanya Nisa.


"Nanti saat kita di Mall".


"Tumben kamu keMall,biasanya nggak pernah mau kalau kuajak hangout kesana".


"Ada yang mau aku cari disana",ucap Cinta sambil menarik Nisa keluar dari ruang kelas.


"Emang apa yang mau kamu cari?",tanya Nisa.


"Emmm...baju baru alat makeup mungkin dan ...sesuatu untuk menggoda seorang pria",ucap Cinta yang membuat Nisa langsung terbelalak.


"Cin...kamu nggak mau melakukan hal negatifkan,atau bertemu seorang cowok yang membawamu kehal negatif,aku nggak papa kamu suka sama cowok tapi pilih pilih juga kali, jangan sembarangan kalau sampai pak Bagas tau kamu seperti ini gimana",ucap Nisa terdengar khawatir.


"Kamu mikir apa sih Nis,emang kamu pikir orang macam apa yang sampai bisa membuatku jatuh cinta",gerutu Cinta.


Nisa menggeleng,"tapi kuharap kamu lebih selektif".


"Aku selektif tenang saja bahkan aku sangat selektif kalau memilih cowok,kamu nggak usah khawatir soal itu,sekarang ayo bantu aku memilih sesuatu yang bisa membuatnya agar tertarik padaku".


"Ya..ya..baiklah..tapi sebelum kita belanja kau harus menceritakan semuanya padaku tanpa ada yang disembunyikan lagi".


"Baiklah tapi setelah kau tau siapa laki laki itu kuharap kau tidak membenciku".


Mendengar itu tiba tiba Nisa menghentikan langkahnya membuat Cinta juga ikut berhenti.


"Jangan bilang lakilaki yang ingin kau goda itu pak Bagaskara",ucap Nisa.


"Iya",jawab Cinta dengan menunduk tidak berani menatap wajah Nisa.

__ADS_1


"Aaaa...Cinta..i..ini...aku..sedih.tapi juga..tidak papa kalau memang kamu menyukainya",ucap Nisa.


__ADS_2