
Mendengar apa yang baru dikatakan oleh Anandita,gavin langsung memeluk sang istri dengan ekspresi berbinar.
"Kamu seriuskan Yank,beneran sudah boleh kita melakukannya?".
"I..iya,boleh"jawab Anandita gugup.
Gavin menatap wajah Anandita dengan intens membuat Anandita semakin gugup,berada dibawah kungkungan tubuh Gavin
Anandita menutup matanya untuk menghilangkan rasa gugup yang dirasakanya.
Melihat itu Gavin mengurungkan niatnya yang ingin mencium Anandita.
Gavin menggulingkan tubuhnya kesamping Anandita dan memanggil pelan pada Anandita.
"Yank..."Panggil Gavin sambil menelusurkan jarinya kewajah sang istri yang masih memejamkan matanya.
"Yank..buka matanya"
"Hah!"Anandita membuka matanya dan terkejut karena Gavin tidur disampingnya tanpa melakukan apa apa.
"Nggak jadi?"tanya Anandita bingung.
"jadi!"
"Lalu kok belum mulai?"
"Gimana mau mulai kalau kamu aja takut"ucap Gavin.
"Nggak!,aku siap kok"
"Yakin?"
"Iya,"Angguk Anandita.
"Kalau gitu sini"Gavin menarik tubuh Anandita keatas tubuhnya lalu memeluk pinggang Anandita dengan erat
"Vin..ini..."
"Cium"Gavin memonyongkan bibirnya dan menyuruh Anandita untuk menciumnya.
Anandita ragu sejenak tapi saat dilihatnya Gavin masih tetap diam dalam posisi itu,pelan tapi pasti Anandita mengecup bibir Gavin.
Gavin sengaja diam saat Anandita menciumnya sekuat tenaga Gavin menahan keinginannya untuk segera membalas ciuman Anandita
Gavin menunggu supaya Anandita tidak lagi merasa gugup.
__ADS_1
Anandita hanya mengecup bibir Gavin,dia masih merasa canggung untuk memulai mencium Gavin seperti yang biasa Gavin lakukan padanya selama ini.
Tapi dengan pelan Anandita mencoba untuk melakukannya.
Dipagutnya bibir Gavin meski masih canggung, lalu perlahan Anandita mencoba menelusupkan lidahnya masuk kedalam mulut Gavin mencoba untuk menjelajah rongga mulut Gavin dengan ragu ragu.
Gavin yang merasakan lidah Anandita mulai menyelusup kedalam mulutnya dan mencoba untuk membelit lidahnya tidak bisa lagi menahan hasratnya segera ditariknya tengkuk Anandita semakin kebawah agar ciuman mereka bisa semakin dalam.
Sementara tangan Gavin yang satu diselusupkannya kedalam baju Anandita untuk menarik lepas pengait Underwearnya.
Setelah berhasil melepas pengaitnya,Gavin membalik tubuh Anandita untuk berpindah posisi berada dibawah kungkungannya.
Setelah itu Gavin langsung menarik lepas baju tanpa tali yang dipakai Anandita,hingga kondisi mereka sekarang sama sama setengah telanjang.
Dengan lembut diremasnya dada milik Anandita secara bergantian,sebelum Gavin menghisap puncak buah dada milik Anandita yang mulai mengeras karena remasan Gavin.
Anandita meremat rambut Gavin yang berada didepan dadanya dengan nafas terengah engah,sambil melengkungkan tubuhnya agar Gavin semakin mudah untuk menikmatinya.
Gavin semakin ganas mencumbu tubuh Anandita bukan hanya dibagian dadanya saja tapi Gavin juga menyesap telinga juga leher Anandita dan banyak meninggalkan jejak tanda cinta disana.
Sementara bibirnya sibuk bergerilya dibagian atas tubuh Anandita tangan Gavin berusaha untuk menarik hotpan hitam yang dipakai sang istri agar terlepas.
Dengan usaha keras akhirnya Gavin berhasil melepas hotpan itu,kini tinggal penutup terakhir yang masih menempel ditubuh Anandita.
Gavin tidak ingin buru buru melepaskannya tapi tangannya sengaja membelai bagian inti tubuh Anandita dari luar penutup itu membuat Anandita meremang merasakan belaian tangan Gavin meskipun masih menggunakan pelapis.
"Yank..."bisik Gavin dengan membelaikan tangannya diatas inti tubuh Anandita untuk meminta persetujuan Anandita saat bermaksud melepas pelapis terakhir itu.
"Ya...,Vin..."
Mendengar itu Gavin segera melepas benda segitiga itu dengan sekali tarik setelah terlepas Gavin menyentuh lembut inti tubuh Anandita seolah dia menyentuh sebuah marsmelow.
"Isssh.."desis Anandita saat merasakan tangan Gavin disana.
Gavin menatap wajah Anandita yang sudah berkabut diliputi gairah,dengan nafas terengah engah.
"Yank..."panggil Gavin dengan kembali mencium bibir Anandita yang sudah mulai bengkak akibat ciuman mereka yang tiada henti,sedangkan tangannya mulai mencoba menjelajah inti tubuh Anandita mencari lubang siput yang coba ingin dibukanya.
Gavin sudah merasakan bagian inti itu mulai basah karena Gairah,dengan pelan Gavin mencoba memasukkan satu jarinya kedalam inti Anandita tapi saat dia mencoba tiba tiba Anandita mendesis.
"Isssh!"
Gavin mengurungkan niatnya,lalu dia kembali mencoba membuai Anandita dengan mencium puncak buah dada Anandita yang sudah bengkak itu,sebelum pelan pelan memasukkan satu jarinya keinti tubuh Anandita.
"Akhh..Vin.."desis Anandita dengan melengkungkan tubuhnya karena merasakan hasratnya semakin naik saat jari Gavin berada diinti tubuhnya.
__ADS_1
Dengan pelan Gavin mencoba menggerakkan jarinya didalam sana menunggu sampai bagian itu benar benar basah sebelum Gavin kembali memasukkan jarinya yang kedua.
"Vin...Akh...itu..aku ..mau pipis..."desis Anandita karena merasa sesuatu yang tidak bisa ditahan akan keluar dari dalam dirinya.
Gavin semakin mempercepat gerakan jarinya yang membuat Anandita menarik rambut Gavin semakin kuat saat sesuatu benar benar mengalir keluar dari inti tubuhnya.
"Yank...sekarang ya.."ucap Gavin.
Anandita hanya mengangguk lemah saat Gavin minta untuk melakukannya.
Mendengar itu Gavin bermaksud langsung menarik lepas celana panjangnya,untuk segera melakukan penyatuan mereka,tapi tiba tiba dia mendengar bunyi pintu terbuka yang membuat Gavin menghentikan niatnya untuk melepas celana panjangnya.
"Vin..."panggil Anandita parau masih dalam pengaruh gairah.
"Tunggu disini sebentar aku akan memeriksa keluar"ucap Gavin pelan.
Anandita hanya diam tidak mengerti maksud Gavin.
Gavin berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu karena tadi dia mendengar suara pintu Apartemennya dibuka dari luar,diapa pikir Gavin yang tau nomorpin Apartemennya, karena selama ini dia merasa hanya segelintir orang yang tau pasport pintunya.
Saat sampai di ruang tamu Gavin terkejut melihat siapa yang sedang berdiri disana.
"Ayah!!"
Bagaskara menatap tajam kearah Gavin yang berjalan kearahnya hanya mengenakan celana panjang dan rambut yang sangat berantakan.
"Sedang apa ayah disini?"tanya Gavin karena tidak menyangka ayahnya akan datang ke Apartemennya.
"Kenapa?, kau tidak suka melihat aku datang ketempatmu?"tanya Bagaskara dengan geram.
"Bukan, tapi kenapa setelah sekian lama ayah mau mengunjungiku lagi".
"Jadi,kau pikir aku tidak akan mungkin mengunjungimu lagi,karena itu kau bisa sekehendak hati melakukan hal yang kau inginkan!"
"Maksud ayah,aku tidak mengerti?"
"Kupikir dengan memberimu kebebasan hidup sendiri kau akan hidup dengan benar tapi ternyata aku salah,kau membuatku kecewa lagi!,sebenarnya apa maumu Hah!!, sampai kapan kau akan terus hidup dengan mabuk mabukan tidak jelas seperti itu".
"Ayah mengikutiku lagi!"
"Aku tidak mengikutimu tapi ada yang mengatakannya langsung padaku".
"Itu tidak seperti apa yang ayah dengar,aku hanya pergi keClub tadi malam,untuk minum sedikit"
"Sedikit kau bilang,kau bahkan sampai tidak sadarkan diri,kalau tidak ada yang membawamu pulang kerumah mungkin sekarang kau sudah terkapar dijalan".
__ADS_1
"Itu tidak benar,yah!"
"Lalu apa yang benar,kau minum sampai mabuk lalu membolos sekolah,kau mau bilang itu benar!,aku khawatir ada hal lain lagi yang kau lakukan tanpa sepengetahuanku selama ini!!"