
Anandita memandang kearah Gavin deru nafas mereka yang bertemu membuat pikiran Anandita menjadi kosong
"Yang jelas Yank menjawabnya",ucap Gavin sambil memandang kearah Anandita intens.
"I..iya kita baikan",jawab Anandita dengan berusaha mengatur denyut jantungnya yang berdegub kencang ditatap Gavin seperti itu.
Mendengar jawaban Anandita Gavin mengangkat tangannya untuk membelai Anak anak rambut yang berada di dahi Anandita dengan lembut.
"Kamu lebih berarti dari apapun bagiku jangan marah lagi ya?",ucap Gavin.
Mendengar ucapan Gavin Anandita hanya mengangguk.
"Aku janji akan berusaha lebih mengerti dirimu kedepannya,kuharap kamu juga akan lebih berusaha mengerti aku,aku tidak bisa tanpamu Yank".
Aku juga,bahkan aku sudah sangat merindukanmu dan nggak bisa tidur dari tadi karena nggak ada kamu,Vin",aku Anandita pada Gavin.
Mendengar apa yang dikatakan Anandita Gavin merasa sangat senang dan dengan tiba tiba dia memeluk tubuh Anandita erat.
"Vin kamu ngapain?",tanya Anandita karena dipeluk Gavin tiba tiba.
"Meluk kamu,aku senang tau Yank,kamu mau jujur sama aku".
"Iya tapi jangan terlalu erat aku sesak!".
Mendengar itu Gavin agak melonggarkan pelukannya dan kembali menatap kearah Anandita.
" Begini nggak papa?",tanya Gavin.
Anandita mengangguk
"Tapi kamu seriuskan dengan yang tadi?",tanya Anandita.
"Yang mana?",tanya Gavin karena saat ini dia lebih fokus menatap bibir Anandita dari pada meneruskan pembicaraan mereka ini.
"Gavin!,"panggil Anandita.
"Hemmm,nanti saja kita bicarakan ya Yank aku sepertinya sudah lama tidak menengok beby,aku mau nengok dulu baru kita bicara lagi",ucap Gavin pelan dengan mulai menundukan wajahnya bermaksud mencium bibir Anandita,tapi belum sampai dia melakukannya tiba tiba mereka dikejutkan oleh suara bik Siti yang berada dibelakang mereka.
"Mbak Mas belum tidur?".
Seketika Anandita langsung mendorong tubuh Gavin menjauh,tapi Gavin tidak bergeming,hanya menatap kearah bik Siti dengan tangan tetap memeluk tubuh Anandita.
"Sebentar lagi tadi Anandita merasa lapar jadi aku membuatkan sesuatu untuknya,maaf bibik sampai terbangun".
"Bibik terkejut mendengar suara suara seperti orang bicara,bibik kira siapa karena rumah ini biasa sepi".
"Maaf kalau begitu,ini kami akan kembali tidur lagi,bibik juga sebaiknya kembali kekamar sekarang".
__ADS_1
"Iya,Mas".
"Kalau begitu kami tidur dulu,ayo Yank besok aku ada ujian jadi jangan sampai kesiangan bangun".
Gavin menarik tangan Anandita meninggalkan dapur langsung menuju kamar mereka tanpa memperdulikan bik Siti yang masih didapur.
Sampai dikamar Anandita segera melepaskan gandengan tangan Gavin.
"Kenapa?",tanya Gavin.
"Kita harus bicara sebelum kamu macam macam!".
"Bicara apa lagi Yank kan sudah dari tadi,sekarang ayo kita menengok beby",ucap Gavin dengan berusaha menarik Anandita kepelukannya.
Melihat itu Anandita langsung menghindar dan menggelengkan kepalanya.
"Kita tidak akan melakukannya sebelum kita selesai bicara!",tegas Anandita.
Mendengar itu dengan malas Gavin duduk ditepi ranjang menghadap kearah Anandita yang memilih untuk tetap berdiri.
"Baiklah apa yang mau kamu tanyakan Yank?",tanya Gavin dengan setengah cemberut.
"Tentang Siska kamu seriuskan akan memecat dia?",tanya Anandita.
"Hemmm".
"Vin!".
Melihat itu Anandita kembali emosi.
"Kamu tidak ikhlas melakukannya kan?",tanya Anandita sewot.
"Seriua Yank besok pagi aku akan langsung bicara sama ayah masalah ini".
"Bohong!",ucap Anandita kembali cemberut.
Melihat itu Gavin harus menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berusaha menyentuh tangan Anandita tapi kembali ditepisnya.
"Yank sudah dong,aku serius akan melakukannya besok".
Anandita tetap diam saja tidak mau menyahut ucapan Gavin,membuat Gavin terpaksa berdiri dan langsung memeluk tubuh Anadita dari belakang.
"Yank,berhenti marah oke,aku nggak tahan kalau kamu cuekin lagi".
"Kalau kamu nggak tahan aku cuekin kenaoa kamu cuekin aku akhir akhir ini!".
Mendengar apa yang diucapkan Anandita Gavin langsung memutar tubuh Anandita menghadap kearahnya.
__ADS_1
"Aku nggak nyuekin kamu Yank,aku nggak mungkin bisa".
"Bohong kamu bohong!,"bentak Anandita semakin marah pada Gavin karena dia merasa Gavin tidak bisa mengerti dirinya padahal saat ini kepala Gavin benar benar pusing melihat emosi Anandita yang naik turun.
"Enggak aku serius,kapan aku cuek Yank?",tanya Gavin berusaha berbicara pelan pada Anadita yang sudah mulai akan menangis lagi membuat dia khawatir.
"Beberapa hari ini kamu cuek denganku,kamu nggak pernah lagi mesum sama aku seperti dulu,pasti karena kamu melihat aku yang semakin gendut karena sedang hamil",ucap Anandita mulai terisak lagi.
Mendengar itu Gavin mulai mengerti ternyata masalah utamanya bukan hanya karena Siska tapi sepertinya karena perubahan hormon akibat kehamilannya ini.
Dengan pelan dan lembut Gavin menarik Anandita kedalam pelukannya,meskipun awalnya Anadita masih menolak tapi merasa Gavin memeluknya lembut,lama lama Anandita tidak lagi menolak.
"Maaf karena tidak memahamimu Yank",bisik Gavin.
"Kamu jahat,Vin".ucap Anandita dengan menelusupkan kepalanya kedada Gavin.
"Iya,maaf,mulai sekarang aku akan lebih berusaha lagi untuk memahami kamu Yank".
"Kamu nggak akan mengerti bagaimana perasaanku".
"Karena itu beritau aku,dan aku akan mencobanya,Kemarilah kita bicara sekarang",perintah Gavin dengan menarik Anandita untuk duduk ditepi ranjang bersamanya.
"Kamu tau kadang aku takut,kalau kamu tidak suka lagi padaku karena aku semakin gendut lihat sekarang tubuhku sudah mulai membulat,pasti tidak menarik lagi".
Gavin menatap Anandita yang menunjukan perutnya didepannya,melihat itu Gavin harus menekan gairahnya yang tiba tiba bangkit melihat tubuh bulat Anandita yang menurutnya semakin sexy dan menggairahkan.
"Benarkan,kamu tidak tertarik lagi melihatnya",ucap Anandita lagi.
Mendengar itu Gavin langsung menggeleng.
"Bohong!".
"Enggak Yank,aku suka kamu sekarang".
"Kalau kamu suka aku yang sekarang kenapa kamu jarang menegok beby seperti sebelum kamu tau aku hamil".
"Itu..itu karena aku takut kamu atau beby merasa tidak nyaman kalah aku berkunjung terlalu sering,jadi aku berusaha menahan diri sedikit,karena ada yang bilang terlalu sering melakukan hal itu saat kamu hamil bisa berbahaya jadi aku takut,karena kalian adalah dua hal yang sangat berharga untukku".
Mendengar itu Anandita diam,ternyata pikirannya akhir akhir ini yang terlalu paranoid pada Gavin.
"Pasti aku sangat menyebalkan hari ini",ucap Anadita lirih sambil tertunduk.
"Nggak aku merasa lebih khawatir dan merasa bersalah karena kurang mengerti kamu sehingga membuatmu sampai seperti ini,Yank".
Mendengar ucapan Gavin Anandita mendongakkan kepalanya menatap Gavin.
"Kamu nggak nyalahin aku karena marah marah nggak jelaskan,Vin?",tanya Anandita sedikit khawatir karena sebenarnya dia merasa hari ini sudah sangat keterlaluan marahnya pada Gavin.
__ADS_1
Gavin menggeleng,"Mari kita belajar untuk lebih saling terbuka kedepannya tentang berbagai macam hal agar tidak ada salah paham lagi".
Mendengar itu Anandita mengangguk"Iya".