Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
80.Kapan Kamu sadar.


__ADS_3

Anandita bangun dan langsung melihat kesampingnya Gavin masih tidur dengan lelap,tapi dengan posisi membelakanginya,melihat itu tidak tega rasanya untuk membangunkannya jadi Anandita memilih untuk turun dari tempat tidur lebih dulu dan langsung pergi kekamar mandi.


Setelah membersihkan diri,saat kembali kekamar Gavin masih saja tetap tertidur Anadita merasa sedikit aneh karena kebiasaan Gavin dulu kalau mendengar sedikit gerakan saja darinya pasti Gavin langsung bangun,hanya sejak dia sakit dia lebih tenang saat tidur seperti seorang bocah.


Tapi Anandita segera menepis pikiran bahwa Gavin masih belum pulih karena tadi malam Gavin sudah sembuh dan itu nyata,jadi Anandita memutuskan langsung berpakaian dan akan langsung turun kebawah membiarkan Gavin untuk lebih lama beristirahat hari ini,toh sebentar lagi pasti bangun,pikir Anandita.


Dengan pelan Anandita berjalan keluar kamar supaya saat menutup pintu nanti tidak membangunkan Gavin.


Saat sampai dimeja makan dilihatnya sang ayah mertua sudah duduk menghadapi secangkir kopi menunggu sarapan yang sedang dibuat oleh bik Siti.


Anandita duduk dan langsung menyapa Bagaskara.


"Selamat pagi ayah"sapanya.


"Pagi Dita,mana Gavin?"tanya Bagaskara menatap kearah belakang Anandita tapi tidak melihat Gavin mengekori Anandita seperti biasa.


"Gavin sedang tidur,sepertinya hari ini dia akan tidur lebih lama",ucap Anandita membuat Bagaskara mengernyitkan dahi heran.


"Gavin sakit?"tanya Bagaskara terdengar sangat khawatir.


"Bukan itu..."belum selesai Anandita bicara tiba tiba terdengar teriakan keras Gavin dari dalam kamar yang membuat Bagaskara langsung meloncat terkejut dari kursinya dan langsung berlari menuju kamar yang ditempati Gavin.


Anandita juga tak kalah terkejutnya seperti Bagaskara jadi dia bergegas mengikuti langkah Bagaskara dari belakang.


Sampai didalam kamar Bagaskara terkejut melihat keadaan kamar yang berantakan semua bantal guling sepray serta bedcover berantakan dilantai sedangkan Gavin berdiri didepan cermin memandang tubuhnya dengan heran.


"Ada apa kamu berteriak keras Vin!!"tanya Bagaskara dengan khawatir.


"Ayah lihat apa yang terjadi pada tubuh Gavin kenapa banyak bekas gigitan ditubuhku pasti ada hewan diatas ranjang Gavin tadi malam",ucap Gavin dengan kembali pada ekspresi polosnya membuat Anandita ternganga dibuatnya.


Bagaskara kenal tanda tanda itu jadi dia memandang kearah Anandita untuk bertanya.


"Ada apa?"tanyanya dia tidak percaya mereka berdua melakukan hal itu tadi malam karena sikap Gavin masih sama.


"Itu..itu tadi malam Gavin sadar dan meminta haknya"jawab Anandita dengan wajah merah dan bingung.


"Kamu serius Gavin sempat sadar tadi malam?!"tanya Bagaskara girang.


Anadita hanya mengangguk sambil menunduk malu.

__ADS_1


"Cepat telpon dokter Rumi sekarang!"perintah Bagaskara pada orang orang dirumah itu.


Setelah ditelpon oleh Bagaskara tidak sampai satu jam dokter Rumi sudah sampai dirumah Bagaskara.


"Cepatlah kamu periksa Gavin"Bagaskara langsung membawa dokter Rumi keruang makan tempat dimana Gavin berada bersama Anandita.


Dokter Rumi langsung duduk dikursi depan Gavin dan mengamati Gavin dengan teliti,setelah itu dia mulai mengajukan pertanyaan pada Gavin seperti biasa tapi Gavin menjawabnya masih sama seperti kemaren kemaren juga.


Jadi dokter Rumi beralih bertanya pada Anandita,dengan malu dan wajah memerah Anandita mencoba menceritakan bagaimana kronologis Gavin sadar tadi malam.Setelah mendengar itu dengan tidak sabar Bagaskara langsung bertanya pada Dokter Rumi tentang kondisi Gavin sekarang.


"Kalau seperti yang dikatakan Anandita bahwa tadi malam Gavin sempat sadar berarti kemungkinan sembuhnya semakin besar sekarang",terang dokter Rumi.


"Tapi kapan ini sudah lebih satu bulan dan dia baru sadar satu kali, bagaimana kalau dia tidak sadar lagi"keluh Bagaskara sendu.


"kita akan lihat dalam beberapa minggu kedepan ini apakah Gavin yang dulu akan muncul lagi atau tidak"terang Dokter Rumi.


"Bagaimana caranya kita tau dia berubah jadi Gavin lain?".


"Bagaimana kalau kita pasang Kamera dikamar tidurnya!"saran dokter Rumi.


Mendengarnya Anandita langsung menolak dengan tegas rencana itu.


"Maaf bukannya saya tidak mendukung tapi,itu...area sangat pribadi maaf.."ucap Anandita merasa malu karena dia tau kalau Gavin sadar yang ada diotaknya selalu pikiran mesum bagaimana kalau sampai ada kamera dikamar mereka,dia pasti akan sangat malu.


Mendengar itu Dokter Rumi langsung mengerti.


"Jadi kalau tidak ada kamera bagaimana kalau kau merekam pembicaraan kalian secara pribadi nanti dan usahakan mencatat hal hal kecil yang membuatnya sadar serta berapa lama dia sadar".


"Iya"Anandita setuju dengan saran itu.


****


Setelah pertemuan mereka tadi pagi Anandita berjanji mulai malam ini dia akan mulai memperhatikan setiap gerak gerik Gavin, dari mulai masuk kamar saat akan tidur dia sangat memperhatikannya,tapi tidak ada yang berubah samua sama seperti yang kemarin kemarin.


Setelah Gavin tidur Anadita sengaja memasang alarm dijam sama seperti tadi malam saat tiba tiba Gavin sadar,takut kalau dia tertidur dijam itu ,karena jujur saja Gavin kecil benar benar membuatnya sangat lelah hari ini.


Anandita masih berusaha manahan ngantuknya tapi ternyata panggilan tubuhnya mengalahkan niatnya untuk terjaga,jadi tak lama setelah Gavin tidur dengan menghadap kedinding, yang menjadi kebiasaan barunya sejak sakit,Anadita juga mulai ikut terlelap.


***

__ADS_1


Anandita terbangun saat merasakan ingin buang air kecil,jadi dia langsung bangun dan pergi kekamar mandi tanpa melihat sekeliling .


Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dengan terkejut melihat Gavin yang sudah berdiri menunggunya didekat pintu kamar mandi.


"Sudah Yank?"tanya Gavin.


Anandita hanya terbelalak karena terlalu terkejut mendengar Gavin memanggilnya mesra.


"Kenapa kamu diam aja sih Yank,ayo tidur lagi ini masih malam"Gavin bermaksud menarik tangan Anandita untuk membawanya ke ranjang, tapi seketika Anadita ingat misinya tadi.


"Tunggu!,"ucap Anandita dengan menahan tangan Gavin.


"Kenapa kamu masih mau kekamar mandi lagi?"tanya Gavin.


"Bukan,aku mau tau kapan kamu sadar eh maksudnya bangun"tanya Anandita.


"Sudah dari tadi saat mendengar bunyi alarm dari ponselmu"terang Gavin.


"lalu kenapa nggak membangunkan aku"tanya Anandita sambil mencari kemana ponselnya, karena dia harus segera merekam percakapan mereka ini.


"Kamu cari apa?"tanya Gavin.


"Mana ponselku?"tanya Anandita.


Gavin memberikan ponsel Anandita padanya.


"Untuk apa ponselmu?"tanya Gavin pada Anandita.


Mendengar itu Anandita menarik Gavin untuk duduk disofa.


"Mari kita bicara?"ucap Anandita sambil menatap Gavin dengan wajah sendu.


"Kamu ada masalah?"tanya Gavin menyentuh wajah Anandita lembut.


"Kita sedang punya masalah sekarang"ucap Anandita dengan mata mulai berkabut.


"Apakah serius ?"tanya Gavin dengan ekspresi mulai khawatir.


Anandita mengangguk,lalu menggenggam kedua tangan Gavin yang berada di wajahnya.

__ADS_1


"Aku takut,Vin aku sangat takut"ucap Anandita berusaha mencari kekuatan mengatakan masalah yang sedang terjadi pada mereka dengan menggenggam kedua tangan Gavin.


__ADS_2