
Gavin melajukan mobilnya dengan tenang pagi ini,tidak ada percakapan mereka selama dalam perjalanan menuju sekolah.
Setelah sampai disekolah Anandita langsung mencium tangan Gavin sebelum turun tanpa ada drama seperti biasa, benar benar pagi yang tenang.
****
Anandita duduk di dalam ruang kerjanya sambil memeriksa pekerjaannya sebelum bel tanda pulang sekolah berbunyi.
Tak lama bel berbunyi Anandita segera membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang,tapi tiba tiba pintu ruangannya diketuk dari luar.
"Masuk!"jawabnya tanpa menengok kearah pintu.
"Kau masih sibuk?"tegur orang yang baru saja mengetuk pintu membuat Anandita seketika terlonjak dari kursinya karena terkejut.
"Om..Eh.."hampir saja Anandita menyebut Ayah kepada laki laki tampan ayah dari suaminya itu.
"Kau belum selesai?"tanya Ayah Gavin sambil melangkah masuk kedalam ruangan Anandita.
"Sudah,ini sudah mau pulang",jawab Anandita.
"Kalau begitu ayo kuantar,kebetulan aku ingin ngobrol denganmu",ucap Bagaskara mengajak Anandita keluar dari ruangan itu.
Anandita hanya mengangguk sambil berjalan disamping ayah Gavin.
"Om ada perlu ya datang kesekolah?"
"Iya,kebetulan ada pekerjaan disekitar sini jadi tadi sekalian mampir untuk melihat kondisi sekolah".
"Om nggak menemui Gavin?"tanya Anandita.
Bagaskara hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan Anandita.
Bicara soal Gavin, tiba tiba dia ingat dengan Gavin.
Oh tuhan bagaimana ini Anandita lupa kalau Ayah Gavin belum tau hubungan antara mereka berdua.
Anandita bingung bagaimana cara menolak untuk diantar oleh sang ayah ini.
Pasti nanti Gavin marah lagi kalau melihat dia jalan dengan ayahnya.
Anandita bingung mau mengirim pesan apa pada Gavin untuk memberitau tentang dia akan pulang diantar sang ayah itu tidak mungkin,karena nanti dia akan sangat marah seperti sebelumnya.
Saat dia dan om Bagaskara sampai diarea parkiran,Anandita melihat Gavin yang akan masuk kedalam mobilnya,karena entah kebetulan atau sengaja, mobil om Bagaskara diparkir dekat sekali dengan mobil Gavin meski tidak bersebelahan.
__ADS_1
Anandita melirik kearah Gavin yang masih berdiri disamping mobil sambil melihat kearah ponsel miliknya.
Semoga Gavin tidak melihat kearah sini,batin Anandita dengan perasaan gugup.
"Ayo naik" ajak Bagaskara sambil membukakan pintu untuk Anandita.
Anandita hanya mengangguk tidak berani bersuara takut kalau dia bersuara Gavin akan mendengarnya,karena jarak mereka hanya beberapa meter dan dari tadi Gavin masih berdiri disamping mobilnya,tidak segera masuk.
Anandita segera duduk dan langsung memasang sabuk pengamannya sambil melirik kearah luar dari kaca spionnya.
Anandita terkejut saat dia menatap kearah spion dilihatnya Gavin juga sedang menatap kearah mobil yang dinaikinya itu,untung saja kaca jendela mobil itu tertutup rapat kalau tidak Gavin pasti dapat melihatnya dan pasti akan sangat marah,tapi tetap saja meskipun Gavin hanya memandang mobil itu tanpa melihat dirinya ada didalam tapi tubuh Anandita tetap menggigil gugup.
"Kita jalan dulu ya"ucap Bagaskara sambil menghidupkan mesin mobil bermaksud untuk keluar dari area parkiran sekolah.
"Hah..I..iya om"jawab Anandita dengan gugup karena dari tadi dilihatnya Gavin belum juga masuk kedalam mobilnya.
Apakah Gavin menunggunya,batin Anandita semoga saja tidak karena dia sudah menyuruh Gavin untuk pulang lebih dulu dengan alasan dia sedang keluar ada urusan dengan guru lain nanti dia akan langsung pulang saja.
Anandita kembali melirik ponselnya,dan melihat pesan yang dia kirim ke Gavin.
Dia pikir Gavin akan banyak bertanya seperti biasanya tapi ternyata salah Gavin hanya membalas pesan panjang Anandita dengan jawaban singkat,'Iya'.
Membuat Anandita jadi mengerutkan keningnya karena merasa aneh.
"Apa ada masalah?"tanya Bagaskara karena melihat Anadita mengerutkan dahinya.
Bagaskara tidak bertanya lebih panjang lagi tentang urusan pribadi Anandita membuat Anadita bisa bernafas lega.
"Kita kemana om?"tanya Anandita karena melihat Bagaskara membelokkan mobilnya kearea Mall.
"Kita jalan jalan sebentar baru nanti kamu kuantar pulang".
Anadita hanya diam tidak lagi bertanya atau membahasnya seperti biasa dia dengan Gavin.
Bagaskara membantu Anandita turun lalu mengajaknya berjalan berdampingan menuju Lift.
"Temani aku makan dulu"ucap Bagaskara saat mereka berada didalam Lift.
"Iya,asal Om tidak mengajakku belanja lagi seperti terakhir kali".Jawab Anadita.
"Kenapa kamu tidak suka aku ajak belanja?"tanya Bagaskara sambil menatap kearah Anandita.
"Bukan tidak suka Om tapi barang yang Om belikan waktu itu masih banyak jadi tidak usah Om belikan lagi nanti malah jadi mubajir",terang Anandita.
__ADS_1
Bagaskara hanya diam tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Anandita,sampai mereka keluar dari Lift.
Bagaskara membawa Anandita berjalan menuju lantai yang terdapat banyak deretan restoran disana.
"Kau mau makan apa?"tawar Bagaskara saat mereka masih berdiri diluar restoran.
"Hari ini saya ingin makan nasi" jawab Anadita yang membuat Bagaskara langsung menoleh kearahnya.
"Maksud saya itu!"ucap Anadita sambil menunjuk restoran yang menyediakan menu Lokal.
"Ooo,ayo kalau begitu".ajak Bagaskara pada Anandita.
Anandita mengikuti Bagaskara masuk kedalam restoran dan langsung duduk didepannya.
Pelayan datang menanyakan pesanan mereka ,Bagaskara menyuruh Anadita untuk memilih makanan yang ingin dia makan.
"Om ingin makan apa?"tanya Anandita sambil menyerahkan buku menu kepada Bagaskara.
"Samakan saja dengan apa yang kau pesan"ucap Bagaskara tanpa melihat kemenu tapi dia sedang melihat kearah ponselnya yang tiba tiba bergetar dan langsung mengeceknya.
Anandita menyebutkan pesananannya kepada pelayan yang masih setia menunggu disamping meja mereka.
"Dua porsi bebek panggang satu es jeruk tanpa gula,dan satu lagi dengan sedikit gula"ucap Anandita pada pelayan.
"Tambahkan secangir kopi espreso"ucap Bagaskara pada pelayan.
"Tambahkan juga seporsi bebek goreng,bebek panggang juga kerapu goreng tanpa nasi,dan segelas esteh,es campur dan air mineral",ucap Gavin yang tiba tiba langsung duduk disamping Anandita membuat Anandita langsung pucat mendengar suara Gavin.
"Gavin"ucap Anadita lirih karena gugup.
Sementara itu Bagaskara yang melihat kedatangan Gavin yang tiba tiba hanya diam tidak bereaksi apapun,dia hanya menyuruh pelayan untuk segera membuatkan pesanan mereka.
Suasana dimeja restoran itu sangat mencekam Anandita hanya menunduk menatap telapak tangannya tanpa berani melirik kearah Gavin atau sang ayah mertua karena mereka berdua juga hanya diam tidak ada yang berbicara diantara mereka.
Anandita merasa sekarang sedang berada ditangan dua malaikat pencabut nyawa.
Keringat dingin sudah dari tadi menetes dibalik baju yang dipakainya dan juga dipelipisnya.
"Ini"
Anandita terkejut karena tiba tiba Gavin memberikan tisu kepadanya.
Anandita tidak berani melihat kearah Gavin saat mengambil tisu dari tangannya,karena takut melihat ekspresi Gavin yang pasti sangat mengerikan saat menatap kearahnya.
__ADS_1
Hay reader jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya agar autor semakin semangat untuk updatenya ya.
Happy reading🤗🤗🤗.