
Cinta mencium tangan Bagaskara sebelum turun dari mobil seperti kebiasaannya dulu.
"Hanya itu",rungut Bagaskara,melihat Cinta yang terbengong mendengar ucapannya.
"Ini...",Bagaskara menunjuk bibirnya dengan telunjuk membuat cinta menjadi tambah bingung karena tidak mengerti maksud ucapan Bagaskara.
"Ini sayang,belum kamu cium nanti dia iri".
Mendengar itu bukannya melakukan perintah Bagaskara Cinta malah langsung keluar dari mobil tanpa suara membuat wajah Bagaskara berubah masam.
"Nanti Willy yang jemput!".
"Iya",jawab Cinta dengan berjalan menjauh dari mobil.
"Langsung pulang kerumah,jangan mampir kemana mana".
"Iya mas".
"Sampai rumah jangan keluar lagi,tunggu aku pulang".
Mendengar perintah ketiga dari Bagaskara tiba tiba cinta langsung berbalik dan mencubit pipi Bagaskara sebal.
"Aku ini istrimu bukan anakmu mas jangan memberi pesan seperti itu,nanti malam tidur diluar kalau sampai terlambat sampai rumah!".
Setelah mengatakan itu Cinta lalu berjalan meninggalkan Bagaskara yang langsung terdiam mendengar ancaman Cinta.
Rasa kesalnya berubah menjadi rasa khawatir kalau Cinta tidak membukakan pintu kamar untuknya bisa bisa dia tidak dapat jatah malam nanti.
"Willy sepertinya hari ini aku bekerja dirumah saja",ucap Bagaskara tiba tiba.
Willy yang duduk dikursi kemudi terkejut mendengar perubahan rencana Bagaskara itu,karena sebantar lagi mereka harus bertemu klien penting tapi tiba tiba Bagaskara malah minta pulang kerumah.
"Tapi tuan kita ada janji temu penting dengan klien sebentar lagi.
"Bagaskara diam mendengar itu,dia tampak berpikir sebentar baru bicara lagi.
"Kalau begitu setelah bertemu dengan klien,kita langsung pulang kerumah,jangan sampai terlambat!",perintah Bagaskara.
Willy diam saja padahal dia tau jadwal Bagaskara hari ini sangat padat tapi karena dia memutuskan untuk bekerja dari rumah jadi Willy hanya mengiyakan saja.
Sementara itu Cinta masuk keruang kelas dengan wajah cemberut,membuat Nisa langsung menegurnya.
"Hay kenapa wajah pengantin baru kok kusut?",goda Nisa.
Cinta menghempaskan pantatnya diatas kursi kelas dengan wajah masih cemberut tanpa menjawab godaan Nisa.
"Apa kalian tidak melakukannya tadi malam jadi wajahmu seperti itu",bisik Nisa ditelinga Cinta.
Cinta menoleh kearah Nisa lalu mencubit kedua pipi Nisa gemas.
"A..auw sakit Cin!!,kamu mau melakukan kekerasan fisik padaku!"Gerutu Nisa karena Cinta mencubit pipinya keras.
__ADS_1
"Siapa suruh bertanya adegan dewasa,sedangkan kamu masih dibawah 17 tahun".
"Sembarangan aku sudah 21+,cuma belum dapat lawannya aja,jadi terpaksa tertinggal 2 langkah dari kamu",gerutunya lagi.
"Kalau begitu kamu harus sadar diri karena masih lama waktunya sampai kelevelku",jawab Cinta .
"Bukannya menjawab malah sengaja pamer padaku dasar sahabat luknut",gerutu Nisa.
Mendengar makian Nisa Cinta malah tertawa.
"Sory bukannya pamer aku hanya bicara kenyataan" jawab Cinta.
Nisa tidak meneruskan lagi obrolan mereka karena dosen yang mengajar dikelas mereka sudah masuk.
**
Setelah selesai kuliah**
"Kamu langsung pulang Cinta ?",tanya Nisa sambil berjalan disamping Cinta menuju parkiran kampus.
"Iya,pesan dari tuan besar seperti itu" jawab Cinta.
"Sepertinya kamu sudah berhasil membuat pak Bagas bucin akut padamu sampai keluar saja dibatasi'.
Cinta hanya mengedikkan bahu mendengar itu.
"Tapi aku ikut senang karena kamu akhirnya mendapat kebahagiaan dengan orang yang mencintaimu",ucap Nisa sambil menepuk pelan bahu Cinta.
"Makasih ya Nisa,maaf mungkin setelah ini aku tidak bisa terlalu sering bermain lagi denganmu".
"Ya semuanya memang serba mendadak aku aja nggak menyangka bakal secepat ini meluluhkan hati mas Bagaskara yang seperti es batu itu".
"Baiklah sepertinya jemputanmu sudah datang aku pergi dulu",ucap Nisa sambil menunjuk kearah Bagaskara yang keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri Cinta,
Membuat Cinta terkejut.
"Lo kok mas yng menjemput bukan om Willy?",tanya Cinta bingung.
"Willy sedang sibuk jadi aku yang menggantikannya menjemputmu",jawab Bagaskara dengan menggandeng tangan Cinta, mengajaknya masuk kedalam mobil.
Cinta sedikit bingung mendengar keterangan Bagaskara tapi saat dia ingin bertanya lagi Bagaskara sudah membukakan pintu mobil untuknya dan menyuruhnya masuk kedalam.
"Mulai sekarang aku akan berusaha mengantar jemput kamu kemana mana,sayang".
Cinta menatap Bagaskara,"Emang mas nggak sibuk bekerja jadi bisa mengantarku?''.
"Kan ada Willy juga karyawanku yang lain untuk apa aku menggajih mereka mahal kalau aku tetap harus repot sendiri,masaku untuk itu sudah lewat sekarang aku punya masa baru yang harus kulakukan bersamamu",ucap Bagaskara dengan mendekatkan wajahnya kearah Cinta.
"Masa apa mas?".
"Masa menambah keturunan Bagaskara" jawabnya".
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Bagaskara langsung mengecup lembut bibir sang istri saat bermaksud mengulanginya Cinta langsung mendorong tubuh Bagaskara.
"Mas jangan disini kita masih dikampus nanti ada yang melihat",cegah Cinta.
Mendengar itu dengan berat hati Bagaskara menahan keinginannya yang ingin melakukan lebih pada Cinta.
"Kalau begitu kita pulang sekarang dan melanjutkannya dirumah" jawab Bagaskara dengan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran kampus.
***
Satu bulan kemudian***
Bagaskara sedang memuntahkan semua isi perutnya diwastafel.
"Uek...uek...uek...".
Mas kamu nggak papa apa perlu kita pergi kedokter",ucap Cinta pada Bagaskara yang berjalan lemas keluar dari kamar mandi.
"Aku nggak sanggup kedokter sayang".
"Lalu bagaimana sudah beberapa hari ini kamu selalu memuntahkan semua makanan yang baru kamu makan mas",ucap Cinta khawatir.
"Suruh saja Willy membawa dokter kemari sekarang".
Mendengar itu Cinta menuruti perintah Bagaskara dan segera menghubungi Willy untuk menyuruh dokter datang kerumah mereka.
**
Satu jam kemudian dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Bagaskara yang terbaring lemah diatas ranjang.
"Suami saya sakit apa Dok?",tanya Cinta khawatir.
Dokter itu hanya menggeleng membuat semua orang yang ada disitu menjadi semakin khawatir.
" Tuan Bagaskara baik baik saja menurut pemeriksaan saya tapi...",
"Tapi apa dok!?",tanya mereka serempak.
"Apa istri tuan Bagaskara sedang hamil?",tanya sang dokter itu tiba tiba.
Semua orang sekarang menatap kearah Cinta yang menggeleng pada mereka.
"Anda yakin nyonya?",tanya Sang dokter merasa tidak percaya.
Mendengar pertanyaan itu Cinta kembali menggeleng.
"Maksud anda?".
"Saya tidak tau karena saya tidak merasa punya tanda tanda kehamilan pada umumnya tapi saya memang sudah telat selama 1 minggu ini",terang Cinta.
"Kalau begitu sebaiknya anda melakukan pemeriksaan awal menggunakan testpack kalau hasilnya positif baru anda melakukan pemeriksaan selanjutnya kedokter kandungan".
__ADS_1
"Tapi apa hubungannya, kalau saya hamil dengan sakit suami saya dok?", tanya Cinta bingung.
"Karena saya menduga tuan Bagaskara mengalami sindrome kehamilan simpatik jadi yang hamil anda tapi yang mengalami mual dan ngidam adalah suami anda",terang sang dokter,membuat semua orang ternganga mendengarnya.