Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
89.Anandita Semakin Aneh.


__ADS_3

Anandita menunggu Gavin selesai berpakaian dengan turun lebih dulu keparkiran Apartemen.


Setelah menunggu sekitar sepuluh menit Gavin datang menghampiri Anandita.


"Ayo Yank'Ajak Gavin bermaksud membukakan pintu mobil untuk Anandita,tapi saat berada didekat Gavin Anandita langsung menutup hidungnya dengan telapak tangan.


"Parfum apa yang kamu pakai Vin?"tanyanya dengan berdiri menjauh dari Gavin karena tiba tiba saja perutnya kembali bergolak saat mencium aroma parfum dari tubuh Gavin.


"Parfum yang biasa kupakai emang yang mana?"tanya Gavin sambil mencium baju yang dipakainya dan menurutnya baunya tetap sama seperti biasanya.


"Sangat bau,aku nggak tahan,ganti bajumu sekarang!",perintah Anandita dengan mendorong tubuh Gavin untuk kembali kedalam Apartemen dengan satu tangannya yang bebas.


"Tapi Yank ini sudah siang kita hampir terlambat,ucap Gavin berusaha menolak keinginan aneh Anandita.


Anandita menggelengkan kepalanya.


"Ganti bajumu sekarang sebelum aku muntah mencium aroma parfummu!,ucap Anandita yang sudah mulai merasakan perutnya bergolak ingin muntah.


Melihat ekspresi Anandita yang sepertinya benar benar ingin muntah,dengan kesal Gavin terpaksa kembali kedalam Apartemen untuk mengganti baju sekolahnya dengan yang baru .


Setelah selesai mengganti baju sekolahnya dengan wajah cemberut Gavin menghampiri Anandita yang menunggunya disamping mobil.


"Ayo!,ajaknya dengan membukakan pintu mobil untuk Anandita sebelum dia sendiri masuk kedalam mobil disisi kemudi.


Didalam mobil Gavin masih memasang wajah cemberut pada Anandita,tapi sepertinya Anandita tidak perduli dengan ekspresi Gavin,karena saat melewati sebuah apotik tiba tiba Anandita menyuruh Gavin untuk berhenti.


Mendengar perintah Anandita Gavin segera menepikan mobilnya kedepan Apotik.


"Apa yang mau dibeli disini Yank?"tanya Gavin heran.


"Belikan aku masker dan permen yang rasa asam",Anandita menyuruh Gavin untuk turun dari mobil.


"Untuk apa ?"tanya Gavin heran dengan permintaan Anandita.


"Ayo,Vin belikan saja sebelum kita terlambat sampai kesekolah!",perintah Anandita lagi.


Dengan heran Gavin turun dari mobil dan masuk kedalam Apotik untuk membelikan pesanan Anandita.


"Ini!.

__ADS_1


Gavin memberikan barang barang itu kepada Anandita.


"Makasih Mas Gavin sayang",ucap Anandita dengan mengambil masker yang dibelikan Gavin dan langsung memakainya.


Gavin hanya melihat apa yang dilakukan Anandita dengan rasa heran.


"Ini lebih baik jadi nanti saat berada dalam kelas atau bertemu dengan orang disekolah,aku tidak khawatir ingin muntah mencium aroma tubuh mereka"gumam Anandita yang didengarkan Gavin tanpa ditanggapinya,karena hari sudah semakin siang jadi Gavin lebih fokus untuk menyetir mobilnya dijalan raya yang sudah mulai ramai.


Mereka sampai kesekolah saat bel tanda masuk sudah berbunyi,biasanya Anandita akan marah kalau mereka datang kesekolah sampai terlambat,tapi hari ini dia seperti tidak perduli bahkan dia dengan santai berjalan keluar dari mobil meninggalkan Gavin tanpa menengok lagi kebelakang.


Dengan terburu buru Gavin berjalan menuju kekelasnya dan langsung duduk dikursinya dengan nafas yang sedikit terengah engah karena tadi dia setengah berlari supaya cepat sampai kedalam kelas.


"Ngapain lo lari lari kaya dikejar setan aja",tegur Aldo menatap heran kearah Gavin.


"Berisik untung aja guru pengawasnya belum datang", gerutu Gavin dengan sebal.


"Gimana mau datang orang hari ini yang ngawas ruangan kita bini lo,jadi kalo lo belum datang otomatis dia juga belum datang",jawab Aldo yang membuat Gavin terkejut.


"Jadi Anandita yang mengawasi ruangan kita hari ini",tanya Gavin menatap kearah Aldo.


"Iya tu lo lihat nama bini lo tertera didepan gede banget".


"Oh sial!",maki Gavin semakin sebal.


"Iya,gue baik baik aja,tapi sepertinya,tidak dengan Anandita",gumam Gavin tapi masih bisa terdengar oleh Aldo.


Saat Aldo bermaksud bertanya lagi tiba tiba Anandita masuk kedalam ruang kelas.


"Selamat pagi semua!"sapanya pada semua peserta yang akan melaksanakan tryout diruangan itu.


"Selamat pagi bu!!"jawab mereka,serentak.


"Mari kita berdoa terlebih dahulu sebelum melaksanakan tryout hari ini".


Semua murid dikelas itu menuruti perintah Anandita dan setelah selesai berdoa Anandita meminta beberapa murud untuk membagikan soal pada teman teman lainnya yang ada didalam kelas,setelah selesai dia mempersilahkan mereka untuk langsung mengerjakan lembar soal itu.


Setelah selesai semua murid mengumpulkan kertas ujian Anandita langsung permisi dari kelas Gavin tanpa menengok kearah Gavin sedikit pun membuat Gavin semakin sebal dibuatnya.


Aldo yang melihat bagaimana Anandita sangat cuek pada Gavin selama dikelas menoel bahu Gavin yang duduk didepannya.

__ADS_1


"Lo lagi ada masalah sama buDita?"tanya Aldo.


"Apaan sih nggak ada,ayo cabut aku mau makan dikantin"jawab Gavin dengan sewot lalu bangkit dari tempat duduknya berjalan langsung keluar kelas menuju kantin sekolah.


Melihat Gavin keluar kelas Aldo langsung mengikuti langkah Gavin dengan setengah berlari agar bisa menjajari jalan Gavin.


"Vin tunggu !"Aldo langsung merangkul pundak Gavin setelah berhasil menjajari langkahnya.


"Lepas tangan lo!"perintah Gavin dengan mengedikkan bahunya agar Aldo melepaskan tangannya yang merangkul pundak Gavin.


"Kenapa sih lo sewot banget kaya orang lagi PMS"ucap Aldo.


"Jangan sembarangan!"jawab Gavin.


"Lau kalau nggak PMS,jangan jangan lo kurang belaian kasih sayang dari buDita ya tadi malam?"goda Aldo.


"Nggak gue lagi sebal aja,karena dia bilang gue bau tadi sebelum berangkat padahal gue udah pakai parfum lebih banyak dari biasanya supaya dia suka nggak taunya dia malah nyuruh gue ganti baju dengan baju yang lain".


Mendengar apa yang dikatakan Gavin,Aldo langsung mengenduskan hidungnya kebaju seragam yang dipakai Gavin hari ini.


"Tumben lo nggak wangi biasanya aroma parfum lo bisa tercium sampai satu kilometer jauhnya?",tanya Aldo.


Mendengar itu, Gavin langsung menatap Aldo sebal.


Mendapat tatapan tajam dari Gavin Aldo hanya tersenyum nyengir.


"Hehe..,mungkin aja bu Dita lagi hamil makanya kelakuannya jadi aneh",celetuk Aldo.


Mendengar apa yang dikatakan Aldo Gavin langsung berhenti melangkah.


"Coba kamu bilang lagi yang tadi!"perintah Gavin pada Aldo membuat Aldo bingung.


"Yang mana gue nggak paham?"ucap Aldo.


"Tentang hamil,"ucap Gavin.


"Oh..itu,biasanya orang yang lagi hamil muda itu memang kelakuannya aneh aneh seperti kakak gue,setiap pagi dia selalu muntah apa istilahnya Morning sick,lalu dia juga pernah nyuruh gue buat nyariin mangga muda jam tiga pagi,bayangin dimana ada orang jual rujak jam 3 pagi,gue sama kakak ipar gue sampai stres dibuatnya".


"Kenapa lo nggak cari didaerah kuburan dekat jembatan gantung sana",ucap Gavin dengan berjalan meninggalkan Aldo yang melongo mendengar jawabannya.

__ADS_1


"Maksud lo Vin,gue suruh beli rujak sama hantu gitu!"teriak Aldo karena Gavin sudah berjalan meninggalkannya yang masih terbengong bengong dengan ucapan Gavin.


"Di jalan kuburan dekat jembatan Gantung itu banyak pohon mangganya emang lo lupa!"jawab Gavin.


__ADS_2