
Gavin menatap dirinya dicermin yang sudah lengkap memakai seragam sekolah,akhirnya,batin Gavin setelah perjuangan panjang hari ini tiba juga, gumamnya.
Anandita masuk lagi kedalam kamar karena dari tadi Gavin belum juga keluar dari dalam kamar padahal biasanya Anandita yang paling lama bersiap kalau akan pergi kesekolah.
"Kamu belum siap?",tanya Anandita dengan memunculkan kepalanya dipintu kamar.
"Sebentar lagi",jawab Gavin belum beranjak dari depan cermin dengan sekali kali menghela nafasnya.
Melihat hal itu Anandita masuk kedalam kamar dan menghampiri Gavin,berdiri disampingnya dengan sama sama menatap kearah cermin.
"Ada apa?, kamu gugup?".
Gavin menggeleng menghadap kearah Anandita.
"Lalu ada apa kenapa kamu belum juga berangkat",ucap Anandita dengan menatap kearah Gavin sekarang.
Gavin kembali menghela nafasnya sebelum menghadap kearah Anandita lalu menaikan tangannya untuk menyentuh wajah Anandita.
"Trimakasih telah hadir dihidupku,Yank".
Anandita mengerjapkan mata bingung mendengar Gavin bicara seperti itu.
"Kamu baik baik sajakan?",tanya Anandita menjadi khawatir.
Gavin mengangguk,"Aku baik bahkan sangat baik,aku hanya tidak menyangka bisa sampai titik ini,kupikir dulu hidupku akan selamanya gelap,tidak akan ada kebahagiaan,tapi sejak kamu hadir dihidupku semuanya berubah menjadi lebih baik".
Anandita diam mendengarkan ucapan Gavin.
"Kamu Anugrah terindah dalam hidupku Yank dan juga beby kita, aku sangat bahagia karena menikah denganmu,akhirnya aku bisa sampai dihari ini, mungkin bagi orang lain lulus SMU adalah hal biasa,tapi bagiku ini sesuatu yang luar biasa,ini adalah awal baru bagiku kamu dan kita Yank,aku sangat bersyukur sekali hari ini,makasih sudah hadir dihidupku",ucap Gavin dengan mengecup lembut dahi Anandita.
"Vin,bukan hanya kamu yang beruntung tapi aku juga sangat beruntung bertemu denganmu dan menikah denganmu adalah hal terindah yang pernah aku alami selama ini,makasih untuk semuanya",ucap Anandita lalu memeluk Gavin erat,yang dibalas Gavin dengan sama eratnya.
"Ayo berangkat ayah Bagas pasti juga sudah datang kesana".
Gavin mengangguk lalu menggandeng Anandita keluar untuk segera berangkat kesekolah.
"Setelah ini kita tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan kita,Yank".
Anandita hanya mengangguk mendengar ucapan Gavin.
__ADS_1
"Setelah acara selesai ayo kita pergi ketempat spesial kita".
Mendengar itu Anandita mengerutkan dahi tempat spesial kita, memang kita punya?",tanyanya bingung.
Gavin mengangguk"Nanti juga kamu tau dimana tempat itu".
***
Setelah berkendara selama setengah jam mereka akhirnya sampai ,suasana sekolah sudah ramai saat mereka datang, banyak guru dan orang tua murid yang sudah datang kesekolah,membuat Anandita sedikit tidak nyaman untuk turun dari mobil Gavin.
Tapi Gavin tidak perduli dia tetap membukakan pintu untuk Anandita seolah sengaja membuat orang tau tentang hubungan mereka.
Setelah Anandita turun baru Gavin pergi berkumpul dengan teman temannya,atau lebih tepatnya menemui Aldo karena dia tidak terlalu akrab dengan teman temannya yang lain.
"Hay bro,"sapa Aldo saat melihat Gavin datang menghampirinya.
Gavin membalas lambaian Aldo kemudian mereka berjalan bersama menuju Aula tempat acara perpisahan akan dimulai.
***
Sementara Anandita langsung berkumpul bersama para guru yang lain.
Mendengar sapaan bu Margaret Anandita hanya tersenyum.
"Anda berangkat bareng Gavin, kenapa bukan dengan pak Bagaskara,beliau lebih memilih berangkat duluan ya?".
Mendengar pertanyaan itu Anadita bingung harus menjawab apa jadi dia memilih diam dan tersenyum kecil saja pada bu Margaret dan juga guru yang lain.
***
Acara kelulusan dimulai dengan rangkaian acara sambutan dari pihak sekolah, guru serta orang tua murid dan acara acara lainnya lagi,padatnya acara dan berkumpul dengan banyak orang yang bermacam macam membuat Anandita merasa mual padahal biasanya dia tidak pernah merasakannya lagi sejak beberapa bulan yang lalu.
Anandita mengambil tisu untuk mengelap keringat dingin yang mulai mengalir dipelipisnya.
"Bu Dita, ibu baik baik saja?",tanya bu Margaret karena melihat wajah Anandita yang terlihat pucat.
Anandita tidak bisa lagi menjawab takut kalau dia akan memuntahkan isi perutnya didepan banyak orang yang ada di Aula besar itu,jadi dia hanya mengangguk,sebelum permisi untuk kebelakang.
Karena khawatir dengan kondisi Anandita bu Margaret mengikuti Anadita sampai ketoilet.
__ADS_1
Apalagi saat ditoilet dilihatnya Anandita langsung memuntahkan isi perutnya membuat bu Margaret semakin khawatir dan langsung membantu Anandita supaya lebih nyaman.
"Makasih",ucap Anandita setelah merasa perutnya lebih baik setelah muntah.
"Ibu baik baik saja?",tanya bu Margaret khawatir tapi juga curiga.
Anandita kembali mengangguk,lalu bermaksud kembali ke Aula tempat acara kelulusan berlangsung,saat tiba tiba bu Margaret bertanya padanya.
"Anda tidak sedang hamilkan bu Dita?".
Mendengar pertanyaan mendadak dari bu Margaret Anadita langsung menghentikan langkahnya yang akan berjalan menuju Aula.
"Saya merasa anda seperti orang sedang hamil sekarang,meskipun anda memakai baju longgar tapi masih tetap terlihat kalau perut anda sedikit besar".
Mendengar itu keringat dingin kembali mengalir didahi Anadita untung saat ini bu Margaret sedang berada dibelakangnya jadi dia tidak tau bagaimana ekspresi Anandita yang sudah pucat.
Anandita benar benar bingung harus mengatakan apa pada bu Margaret,kalau dia bilang tidak,pasti bu Margaret tidak akan percaya,lalu kalau bilang iya dia pasti akan semakin bertanya tanya siapa ayah bayinya sekarang.
Anandita memejamkan mata berusaha untuk berpikir agar bisa menjawab pertanyaan itu dengan benar dan tidak membuat bu Margaret bertanya tanya lagi.
Dengan pelan Anandita membalikan badan bermaksud menjawab bu Margaret tapi tiba tiba seseorang merangkul pundaknya membuat Anandita dan bu Margaret langsung menoleh.
"Gavin ngapain kamu disini?",tanya Anandita dengan berusaha melepaskan tangan Gavin dari pundaknya.
Tapi bukannya melepaskan Gavin malah menarik Anandita semakin mendekat kearahnya,membuat Anadita merasa tidak nyaman dengan bu Margaret yang ada disana.
"Vin lepas!,ucap Anandita pelan.
Tapi Gavin tidak mau melepaskan tangannya dari pundak Anandita dan malah memeluknya semakin erat dengan menatap kearah Anandita lalu bergantian ke buMargaret.
"Aku mencari kamu tadi Yank waktu akan naik keatas podium tapi kamu nggak ada, ternyata kamu disini".
Ucapan Gavin membuat Anandita langsung membelalakan mata terkejut.
"Itu....untuk apa kamu mencariku dan juga untuk apa kamu naik kepodium",ucap Anandita berusaha mengalihkan perhatian bu Margaret .
"Untuk ngasih tau kamu,kalau aku menjadi lulusan terbaik kamu nggak ngasih selamat".
"I..iya selamat ya Vin sudah lulus dan menjadi lulusan terbaik",ucap Anandita.
__ADS_1
"Cuma itu aja,seharusnya beby kita juga memberi selamat kepoppynya dong karena sekarang sudah lulus,bukankah begitu bu Margaret".