Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
42.Mari Kita lupakan Semua.


__ADS_3

Gavin menatap Anandita yang mendekat kearahnya dengan jantung berdegup kencang,dia juga laki laki normal yang saat melihat wanita berpakaian minim punya keinginan,apa lagi saat ini yang berpakaian minim dan sedang berdiri didepannya itu adalah istrinya sendiri,wanita yang sudah boleh disentuhnya.


"Itu.."Oh shitt,batin Gavin dia lupa apa yang akan dikatakannya melihat Anadita dengan pakaian mini seperti itu,untung saja dia hanya memakainya didalam rumah kalau keluar bisa bisa Gavin membunuh lakilaki yang berani menatap tubuh Anandita itu.


Gavin terpaksa memundurkan langkahnya saat Anandita semakin maju kearahnya,sampai kaki belakangnya menabrak pinggir ranjang baru dia berhenti.


"Yank..."ucapnya dengan suara parau.


Mendengar Gavin memanggilnya seperti itu Anandita langsung memeluk tubuh Gavin,membuat Gavin langsung terduduk diatas ranjang karena tidak siap menerima pelukan tiba tiba dari Anandita.


"Kamu sudah memaafkan aku beneran sekarang"ucap Anandita dengan tersenyum cerah.


"Iya..tapi jangan peluk kaya gini juga dong Yank".


"Biar aja,habisnya kamu nyebelin sih masa marah sampai nggak pulang aku kan jadi khawatir,aku sampai tanya Aldo dan juga nelpon Beni tanya kamu dimana habisnya semua pesan dan panggilanku kamu abaikan"ucap Anandita.


"Kamu juga ngapain sih pakai acara bohong segala sama aku kemaren"ucap Gavin.


"Itu...masalahnya aku bingung bagaimana ngomongnya karena tiba tiba om Bagas datang kekantorku dan ngajak aku keluar"ucap Anandita dengan polos tanpa memperhatikan ekspresi Gavin yang kembali muram mendengar cerita Anandita.


Dengan pelan didorongnya tubuh Anadita dari pelukannya kemudian Gavin bangkit dari ranjang lalu berjalan kekamar mandi.


Melihat itu Anandita bingung dan langsung mengejar Gavin sebelum dia sempat masuk kedalam kamar mandi.


"Mas...kamu mau ngapain".


"Aku mau mandi,kenapa memangnya An.."


"Kamu belum mandi dari tadi?"


"Sudah, tapi aku mau mandi lagi dan ganti baju karena baju ku ini bau,aku belum ganti baju dari tadi malam"jawab Gavin.


Mendengar itu Anandita langsung menghampiri Gavin dan menciun baju yang dipakai Gavin,masih ada bau parfum yang dipakai Gavin biasanya,meski samar samar bercampur dengan bau menyengat yang Anandita tidak tau pasti bau apa itu.


"Kamu dari mana tadi malam?"tanya Anandita curiga karena bau yang tercium dari baju Gavin bukan bau rempah dari dapur seperti biasanya.


"Nggak dari mana mana.."jawab Gavin tiba tiba merasa gugup dengan pertanyaan Anandita yang terdengar menyelidik.


"Serius?"tanya Anandita menatap Gavin dengan intens.


"Se..serius An"jawab Gavin semakin gugup ditatap Anandita seperti itu.

__ADS_1


"Buka sekarang!"perintah Anandita.


"I..itu,tunggu dulu An.."Gavin mencoba menahan bajunya yang akan ditarik lepas oleh Anandita.


"Buka!!"perintah Anandita dengan keras membuat Gavin mau tidak mau terpaksa menuruti keinginan Anadita untuk melepas bajunya.


Setelah Gavin melepas bajunya Anandita langsung menarik Gavin supaya duduk diatas ranjang.


"An...apa apan sih,ini?"tanya Gavin bingung karena Anadita menciumkan hidung nya kesekitar lehernya dan juga tubuhnya, juga mengamati setiap inci tubuh Gavin dengan teliti,membuat tubuh bagian bawah Gavin bereaksi karena perbuatan Anandita, apalagi bagian dada Anadita yang memakai baju minim itu berada tepat didepan wajah Gavin.


"An...hentikan ...,kau membangunkan bagian bawahku kalau tetap seperti itu"ucap Gavin dengan memejamkan matanya berusaha membuat otaknya tetap waras saat ini.


"Aku harus tau dan melihat sendiri tidak ada bekas mencurigakan ditubuhmu"ucap Anandita dengan menatap kearah Gavin.


"Maksudmu apa?"


"Jawab kau dari mana tadi malam dan tidur dimana?"cecar Anandita.


"Itu..."


"Jangan bilang kau tidur di Kafe karena aku tidak akan percaya!" tegas Anandita.


"Oke aku jujur tadi malam aku memang tidak tidur diKafe tapi aku tidur dihotel puas!"terang Gavin yang membuat Anandita langsung membulatkan matanya mendengar keterangan Gavin itu.


"Sendiri,kamu pikir dengan siapa?"tanya Gavin menatap sang istri.


"Serius,kamu nggak bohongkan ,Vin"


"Iya,kamu tidak berpikir aku akan melakukan hal tercela seperti itu kan An..?"


"Aku nggak mau memikirkannya",ucap Anandita sambil membalikkan tubuhnya memunggungi Gavin.


Melihat Anandita seperti itu Gavin langsung memeluk tubuh Anadita dari belakang.


"Aku hanya minum diclub setelah itu Aldo mengantarku kehotel itu saja" terang Gavin sambil membenamkan wajahnya diceruk belakang leher sang istri.


"Tapi kenapa Aldo nggak mengantarmu pulang kerumah,malah mengantarmu ke Hotel".


"Karena memang selalu seperti itu".


"Maksudmu?"tanya Anandita sambil membalikan tubuhnya menghadap Gavin.

__ADS_1


"Sini",Gavin menarik tubuh Anandita agar duduk dipinggir ranjang bersamanya.


"Ayo katakan kenapa tidak mengantar kerumah malah ke Hotel,jangan bilang Aldo nggak tau rumahmu!"cecar Anandita.


"Tentu saja Aldo tau rumahku, tapi sejak dulu kalau kami habis pulang dari Club kami memang biasanya menginap dihotel agar Bunda tidak bertanya dari mana aku pergi,itu sudah jadi kebiasan, jadi karena itu malam tadi dia juga mengantarku untuk menginap dihotel,tidak kerumah"terang Gavin.


"Kau sering melakukannya ya?"tanya Anandita dengan pandangan menyelidik.


"Dulu mungkin Iya tapi sudah lama sejak Bunda sakit parah sampai sekarang baru malam tadi aku pergi keClub lagi untuk minum".


"Kenapa?"


"Itu...,"Gavin berhenti untuk meneruskan bicaranya karena ingat alasannya pergi minum tadi malam.


"Karena kamu marah padaku bukan?"tanya Anadita.


"Iya", jawab Gavin.


"Aku kan sudah jelaskan padamu,seharusnya kamu pulang dan kita bicara bukannya kau malah pergi keClub untuk minum,seharusnya aku menghukummu karena kau melakukan kesalahan dengan minum minum dan nggak pulang...Auw..,Vin,lepas kamu ngapain!"


Anadita tekejut karena tiba tiba Gavin


mendorong tubuhnya keatas ranjang dan langsung mengungkung tubuh Anandita dibawahnya.


"Kita baikan ya..Yank"ucap Gavin dengan menatap sang istri yang berada dibawahnya.


"Maksudmu?"


"Kita lupakan semua masalah kemaren kita baikan ya,aku kangen sama kamu Yank"ucap Gavin sambil meletakkan wajahnya di atas dada Anandita.


"I..iya tapi jangan begini kamu berat tau"jawab Anadita.


"Biar aja aku kangen tau sama kamu,kapan Yank kita bisa melakukannya,"ucap Gavin dengan suara parau.


"I..itu..,sebe..narnya,aku..sudah...selesai..sejak tadi malam"ucap Anadita dengan suara sangat pelan tapi bisa didengar oleh Gavin.


Mendengar itu Gavin langsung menatap wajah Anandita yang berada dibawahnya.


"Serius yank,tamu bulananmu sudah selesai".


"I...iya..serius".

__ADS_1


"Jadi bisakan Yank kita melakukannya sekarang"Tanya Gavin dengan wajah cerah membuat Anadita tidak tega untuk bilang tidak pada suaminya,mungkin memang sudah saatnya ,batin Anandita mencoba memantapkan hati menjawab keinginan Gavin.


"I..ya,bisa.."jawab Anadita yang membuat Gavin langsung berbunga bunga mendengar itu.


__ADS_2