Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
68.Ke pantai.


__ADS_3

Hari masih sangat pagi tapi Gavin sudah membangunkan Anandita.


"Yank bangun ayo kita jalan jalan",ajak Gavin mengguncang tubuh sang istri pelan.


"Vin ngantuk,bisa nggak tidur sebentar lagi",ucap Anandita mencoba kembali menyelusupkan tubuhnya kepelukan Gavin yang hangat.


"Serius kamu nggak mau bangun atau kamu lebih memilih melakukan olah raga pagi dikamar saja daripada melihat matahari terbit sekarang".


Mendengar ucapan Gavin ,seketika Anandita langsung melepaskan pelukannya ditubuh Gavin dan langsung bangun dari ranjang.


"Aku akan bersiap sekarang!"


Anandita langsung berlari kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum bersiap siap.


Gavin yang melihat hal itu hanya tertawa kecil,lalu ikut bangun dari ranjang.


Sebenarnya menyenangkan tetap berpelukan dengan Anandita dikamar saja,tapi akan sayang rasanya kalau mereka jalan jalan ketempat bagus tapi tidak kemana mana,karena itu dengan berat hati Gavin menahan keinginannya untuk mengurung Anandita dalam kamar seharian.


"Sudah selesai?"tanya Gavin saat melihat Anandita keluar dari dalam kamar mandi dengan badan terbungkus batrobe.


Anandita mengangguk menjawab pertanyaan Gavin.


"Itu baju milikmu",Gavin menunjuk paperbag yang ada diatas meja pada Anandita.


Anandita mengambil paperbag yang ditunjuk Gavin.


"Kapan kamu menyiapkan ini?"tanya Anandita karena dia merasa mereka belum keluar sejak tiba kemarin.


"Aku membelikan online untukmu,bagaimana suka?"tanya Gavin.


"Iya bagus,tapi memang harus warna pink ya?"tanya Anandita,karena dia merasa Gavin selalu membelikannya barang barang berwarna pink.


"Iya,aku juga akan pakai baju warna pink hari ini"ucap Gavin sebelum pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah siap mereka berdua berjalan menyusuri tepi pantai.


"Kayanya kita terlambat deh Vin coba lihat matahari sudah mulai tinggi"ucap Anandita setengah kecewa.


"Itu karena kamu susah untuk dibangunkan",ucap gavin dengan menggandeng tangan Anandita berjalan pelan disepanjang pantai.


"Itu bukan salahku,kamu yang nggak kira kira melakukannya sampai untuk jalan kekamar mandi aja aku nggak bisa",gerutu Anandita.


"Kan emang lama Yank sudah nahannya jadi wajar aja nggak cukup sekali".


"Biasanya juga selalu seperti itu,kamukan memang nggak pernah bisa sedikit".


"nggak papa Yank emangkan kamunya yang bikin aku nagih,apalagi saat mendengar eranganmu membuat aku benar benar hampir gila",ucap Gavin pelan ditelinga Anandita,membuat wajah Anadita langsung memerah malu.


"Kamu nyebelin baget,sih!"Anandita langsung mencubit perut Gavin sebal,bisa bisanya dia mengatakan itu dengan santainya.


"Auw!!,sakit Yank!"teriak Gavin karena Anadita mencubitnya cukup keras.


"Biar aja,siapa suruh otakmu terlalu mesum,"gerutu Anandita.

__ADS_1


"Mesum sama istri sendirikan sah sah aja Yank".


"Tau ah,aku mau kesana!"Anandita menunjuk tempat orang berjualan makanan untuk sarapan yang sudah mulai buka.


Gavin dengan patuh mengikuti Anandita ketempat itu.


Meskipun belum terlalu ramai suasana pantai pagi itu, tapi sudah mulai ada orang yang berjualan untuk menjuali para turis asing dan lokal yang berjalan jalan dipantai.


"Kamu mau beli apa?"tanya Gavin.


"Kayanya nanti aja kita jalan jalan aja dulu berkeliling",ajak Anandita.


"Mau naik sepeda?"Gavin menawari Anandita saat mereka melewati tempat penyewaan sepeda.


"Iya,aku mau".Anandita menjawab dengan antusias.


Gavin menyewa sebuah sepeda yang ada boncengan dibelakangnya.


"Cuma satu?"tanya Anandita,padahal dia tadi sudah semangat ingin mengayuh sepeda sendiri.


"Iya,kan katamu biasanya supaya kita hemat,Yank"goda Gavin karena biasanya Anandita yang selalu mempermasalahkan kalau dia mengeluarkan uang tanpa berpikir dulu.


"Tapi aku mau mengayuh sepeda Vin!"ucap Anandita dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kamu bisa saja mengayuh Yank,biar aku yang duduk dibelakang".


Gavin memberikan sepeda kepada Anandita dan dia siap untuk duduk dibelakangnya.


Cukup lama mereka berjalan jalan keliling pantai dengan menaiki sepeda,sampai mulai terlihat para turis mulai ramai berlalu lalang dijalan yang mereka lewati.


"Kita istirahat dulu",ajak Anandita sambil membelokkan sepedanya kesebuah tempat makan yang ada disepanjang pantai.


"Kamu lelah,Yank?"tanya Gavin karena mendengar nafas Anandita mulai terengah engah.


"Iya,aku sudah lapar".


"kalau begitu ayo kita beli sarapan disana".


Gavin mengandeng tangan Anandita berjalan menuju sebuah kedai makanan.


Anandita langsung menghempaskan tubuhnya dikursi kayu yang ada dikedai itu.


Karena hanya ada menu ikan dikedai itu jadi Gavin memesankan menu ikan bakar untuk mereka berdua dan dua botol air mineral dingin.


"Ternyata cukup melelahkan mengayuh sepeda dengan membonceng kamu dibelakang".


"Nanti kita gantian saat kembali keBungalow".


"Kita kembali sekarang?"tanya Anandita terdengar kecewa.


"Kamu masih mau jalan jalan?"tanya Gavin.


Anandita langsung mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah hari ini kita jalan jalan sampai kamu puas diPantai"kata Gavin.


"Memang besok kita akan pulang?"


"Belum kita akan menghabiskan liburan kita dengan mengelilingi daerah ini".


"Lalu besok kita kemana?"


"Bagaimana kalau menyelam?"tawar Gavin.


"Ya,aku mau".


"Tapi nanti malam aku mau nambah,bolehkan Yank?"


Anndita yang baru mengunyah makanan dimulutnya langsung tersedak mendengar ucapan terakhir Gavin.


Melihat Anandita tersedak sampai terbatuk,Gavin mengulurkan botol mibum pada Anandita.


"Pelan pelan makannya".


"Bisakah kamu sebentar saja tidak membahas bagian perut kebawah"gerutu Anandita.


"Kenapa aku salah ngomong?"tanya Gavin bingung.


"Nggak,aku saja yang salah dengar",jawab Anandita semakin sebal.


Setelah selesai makan pagi mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan sepeda mengelilingi daerah sekitar pantai itu,tapi sekarang Gavin memaksa Anandita untuk duduk diboncengan saja sedangkan dia yang gantian mengayuh.


"Kita kemana?"tanya Anandita karena Gavin mengarahkan sepedanya kederetan toko yang menjual perlengkapan renang.


"Aku ingin mengajakmu berenang nanti sore kau mau?"


"Iya,ayo kita berenang didekat bungalow.


"Karena itu kita akan beli baju renang sekarang".


Gavin mengajak Anandita masuk kesalah satu toko besar yang khusus menjual pakaian renang dewasa,ada berbagai model dari yang biasa sampai yang sexy seperti yang biasa dipakai oleh para turis.


"Vin serius kita mau beli baju renang disini?"tanya Anandita karena saat melihat kederetan baju renang khusus wanita, yang ada hanya yang model bikini.


"Iya,itu ada yang buat laki laki",Gavin menunjuk deretan celana renang untuk laki laki.


"Kamu pilih mana yang kamu suka"ucap Gavin,sebelum meninggalkan Anandita untuk memilih celana renang yang akan dibelinya.


Anandita mendekati deretan baju renang atau tepatnya bikini yang ada ditoko itu dengan bingung.


Dipilihnya satu persatu deretan didepannya,tapi tidak ada satupun yang sopan modelnya.


'Ya ampun ini nggak ada bedanya dengan cuma memakai dalaman,pikirnya,bahkan ********** saja lebih sopan dari ini,batinnya.



ini Visual mereka saat naik sepeda,kira kira cocok nggak😁😁😁.

__ADS_1


__ADS_2