Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
52.Hari H(Ijab Qobul)


__ADS_3

Ayo kondangan ketempat mbak Dita sama mas Gavin hari ini,jangan lupa sumbangannya ya 😁😁😁.


"Tok..tok.."


Anandita membuka matanya saat mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar oleh seseorang,tadi malam dia lupa jam berapa dia tertidur karena sebelum tidur dia dan Gavin sempat cukup lama berkirim pesan,padahal cuma satu malam dia tidur disini tapi dia sudah sangat rindu pada Gavin.


Dengan mata masih setengah mengantuk Anandita berjalan turun dari ranjang untuk membuka pintu kamar.


"Mbak Santy!"Anandita terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu sepagi ini adalah sekretaris Bagaskara.


"Mbak Dita,MUA yang ditugaskan untuk merias mbak sudah datang" terangnya.


Mendengar itu Anandita jadi sedikit gugup.


"Saya akan segera mandi"jawab Anandita lalu segera masuk lagi kedalam kamar dan langsung menuju kamar mandi.


Saat Anandita keluar dari kamar mandi didalam kamar sudah ada beberapa orang yang Anandita duga sebagai MUA yang akan meriasnya,karena dia juga melihat baju pengantinnya sudah siap berada didalam kamar.


"Mbak Dita silahkan"sapa MUA itu mempersilahkan Anandita untuk duduk dimeja rias kamar.


Anandita menuruti saja apa yang diperintahkan oleh orang orang yang akan membuatnya cantik pada hari ini.


saat jam dinding di kamarnya menunjukan pukul 9.30 wib akhirnya Anandita sudah siap.


"Mbak cantik sekali pasti nanti suaminya akan terpesona"puji MUA itu padanya.


"Makasih"jawab Anandita.


Tak berapa lama sekretaris Santi dan beberapa wanita yang ditugaskan untuk menjemputnya kebawah datang.


"Penghulu dan para undangan sudah datang,ayo kita turun mbak Dita"ajak sekretaris Santy dengan menggandeng tangan Anandita.


Saat menuruni tangga Anandita bisa melihat banyak orang sudah berada dirumah besar itu.


Sekretaris Santi menuntun Anandita menuju pelaminan yang dijadikan sebagai tempat acara pernikahan,lalu menyuruh Anandita duduk dikursi dimana semua orang sudah hadir disana termasuk Gavin yang menatap tanpa berkedip pada Anandita mulai dari turun tangga sampai Anandita duduk disampingnya, kalau tidak mendengar deheman Bagaskara mungkin Gavin tidak akan memalingkan wajahnya dari Anandita yang tampil sangat cantik hari ini.


Para tamu dan undangan sudah datang tinggal menunggu kedatangannya saja sebelum acara dimulai.


"Apakah acaranya sudah bisa dimulai"tanya penghulu dan diiyakan oleh semua orang yang hadir disana karena melihat pengantin wanita sudah datang.


"Baik kita mulai".

__ADS_1


Acara pengucapan ijab qobul sama seperti saat malam Anandita menikah dengan Gavin dibalai Desa ,tapi hari ini lebih hikmat Gavin pun mengucapkannya lebih bersungguh sungguh dan dengan sepenuh hati.


"Bagaimana saksi sah!"tanya penghulu.


"Sah!!"saksi dan hadirin menjawab secara bersama sama.


Membuat Anandita bisa menarik nafas lega setelah mendengarnya.


Kemudian Gavin dan Anadita menandatangani surat nikah yang menjadi bukti bahwa mereka sekarang suami istri dimata hukum dan agama.


Setelah itu Gavin menyematkan cincin dijari manis Anandita lalu mencium kening Anandita dan Anandita mencium tangan Gavin sebagai tanda mereka resmi menjadi suami istri,hari ini.


Setelah itu baru dilanjutkan dengan acara ucapan selamat dari para undangan yang hadir,dan selama itu Gavin sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya pada tangan Anandita.


Tamu undangan yang hadir tidak banyak hanya berjumlah puluhan orang dan beberapa orang yang Anandita kenal seperti,Koki diKafe Gavin yang bernama Heru serta Beni,dan teman Gavin siAldo yang sangat terkejut melihat Anandita yang jadi mempelai wanita Gavin hari ini.


"Selamat ya Vin bu Dita atas pernikahannya,sumpah gue nggak nyangka lo beneran nikah sama bu Dita Bro"ucapnya dengan memeluk tubuh Gavin saat memberi selamat,"besok lo harus cerita ke gue karena sudah bikin gue benar benar syok tadi saat melihat pengantin wanitanya".


Gavin hanya membalas ucapan Aldo dengan tersenyum.


Setelah itu para tamu yang lain juga memberi selamat pada mereka.


Sampai sore hari baru acara itu selesai,dan para tamu sudah habis pulang semua.


"Capek?"tanya Gavin pada Anandita.


"Iya dan juga lapar,aku belum makan dari tadi pagi,hanya minum air putih dan sepotong roti".


"Mau kuambilkan makanan?"tawar Gavin.


"Nanti saja aku ingin kembali kekamar melepas semua baju ini baru makan".


"Ayo kuantar"


Gavin menggandeng Anandita menuju kamar tempat Anandita tidur tadi malam dan langsung membantu Anandita duduk diatas ranjang.


"Hufff"Anandita melepas sepatu haknya yang dipakai dari tadi kesembarang tempat rasanya saat ini seluruh badannya sakit dan lelah, dia ingin melepaskan seluruh baju pengantin dan hiasan kepala yang terasa berat dikepalanya.


"Sini aku bantu"ucap Gavin membantu Anandita melepas mahkota itu dari kepalanya.


Setelah terlepas tanpa perduli masih memakai baju kebaya lengkap Anadita merebahkan tubuhnya diatas ranjang lalu memejamkan matanya,tiba tiba.

__ADS_1


"Cup"


Anandita langsung membuka kembali matanya saat merasa gavin menciumnya.


"Ganti dulu bajumu baru istirahat"ucap Gavin.


Anandita hanya melihat kearah Gavin yang ternyata sudah melepas baju pengantinnya dan berganti dengan baju yang lebih nyaman.


"Aku sangat lelah rasanya aku nggak sanggup lagi berganti baju"


"Sini aku bantu".


Gavin membantu Anandita bangun dan memposisikan tubuh Anandita agar menghadap kebelakangnya.


Dengan pelan dan hati hati Gavin melepas setiap kancing kebaya yang berada dipunggung Anandita lalu setelah selesai Gavin membantu Anandita melepaskan baju pengantin itu,tinggal tersisa dalaman berbentuk kemben yang dipakai Anandita.


"Berdirilah akan kubantu melepas bawahannya".


Anandita menurut apa yang diucapkan Gavin untuk berdiri supaya Gavin bisa melepas kancing rok kebaya yang berada dibagian belakang juga.


"sudah"ucap Gavin sambil menyingkirkan rok kebaya itu dari tubuh Anadita ,sekarang Anandita hanya memakai atasan kemben dan celana hotpan pendek dihadapan Gavin.


"Makasih,sekarang biar aku saja yang membersihkan makeupnya"ucap Anandita dengan berjalan kemeja rias mencari pembersih makeup.


Lalu Anandita mulai membersikan wajahnya.


"Sini aku bersihkan"Gavin menghampiri Anandita dan langsung mengambil kapas dan pembersih makeup dari tangan Anadita,"duduklah"perintahnya,menyuruh Anandita untuk duduk dikursi meja rias.


Anandita kembali menuruti perintah Gavin dengan patuh.


Dengan pelan dan lembut Gavin menggosok wajah Anandita untuk membersihkan sisa makeup dari wajahnya.


"Sudah"ucap Gavin dengan memutar tubuh Anandita menghadap kearah cermin didepannya.


"Makasih banyak",ucap Anandita.


"Cuma itu setelah aku membantumu dari tadi"ucap Gavin dengan mencondongkan tubuhnya mengungkung Anandita dari belakang yang sedang duduk dimeja rias.


Anandita menatap wajah Gavin dari meja rias pandangan mereka bertemu disana.


"Lalu kau minta apalagi selain ucapan terimakasih"tanya Anandita dengan bingung.

__ADS_1


"Minta malam ini",bisik Gavin sambil mengigit telinga Anadita dengan lembut membuat tubuh Anandita langsung meremang karenanya.


__ADS_2