Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
88.Gavin Curiga.


__ADS_3

Anandita terbangun karena merasa mual hebat dia segera bangun dari ranjang dan berlari kekamar mandi.


"Hoek...hoek..."


Anandita memuntahkan seluruh isi perutnya bahkan sampai cairan bening yang terasa pahit dimulutnya,baru rasa mual itu agak sedikit berkurang.


Dengan tubuh lemas Anandita bersandar duduk diatas tutup toilet,untuk mengumpulkan tenaganya yang terasa habis.


Gavin terbangun saat mendengar suara Anandita muntah dari dalam kamar mandi,dia merasa sedikit heran sudah sebulan Anandita bilang asam lambungnya kambuh tapi sampai sekarang belum sembuh juga.


Bahkan akhir akhir ini setiap pagi Anandita selalu muntah muntah membuatnya menjadi khawatir dan saat dia bertanya Anandita selalu bilang bahwa dia baik baik saja.


Gavin segera bangun dari atas tempat tidur dan menghampiri Anandita yang menyandarkan kepalanya didinding kamar mandi,dengan wajah terlihat pucat .


"Kamu baik baik saja kan Yank?"tanyanya dengan nada khawatir.


Melihat Gavin menatapnya dengan khawatir,Anandita menggeleng lemah.


"Aku tidak papa",jawabnya dengan bangkit dari tutup toilet bermaksud untuk kembali kekamar.


Dengan sigap Gavin segera memapah tubuh Anandita untuk kembali keatas ranjang.


"Hari ini sebaiknya kamu istirahat dirumah saja nanti setelah aku pulang sekolah kuantar kamu kedokter",ucap Gavin.


"Aku harus tetap kesekolah hari ini".


"Tapi kamu terlihat sangat pucat ayo kita periksakan nanti".Ucap Gavin dengan sangat khawatir.


"Aku benar benar tidak papa,sebentar lagi juga sembuh ini hanya morning sick biasa",ucap Anandita tanpa sadar.


"Morning sick?"tanya Gavin bingung.


Mendengar Gavin mengucapkan itu Anandita langsung gugup segera dia membetulkan ucapannya.


"I..itu,hanya efek udara pagi yang terasa lebih dingin akhir akhir ini,jadi asam lambungku tidak sembuh sembuh",jawabnya cepat agar Gavin tidak sadar dengan apa yang diucapkannya tadi.


"Kamu alergi maksudmu?"tanya Gavin dengan bingung karena baru ini dia mendengar ada orang alergi dan mengakibatkan asam lambungnya naik setiap pagi.


"I..iya sejenis itu,nanti juga saat sudah lewat tiga bulan alergiku akan sembuh dengan sendirinya",ucap Anandita dengan asal,supaya Gavin tidak banyak bertanya lagi padanya.


Mendengar jawaban Anandita Gavin menatapnya dengan wajah semakin bingung.

__ADS_1


"Apa selama itu alergi morning sickmu?"tanya nya dengan menatap Anandita yang pura pura sibuk dengan ponselnya saat diajak bicara.


"I..iya,biasanya sekitar tiga bulan",jawabnya.


"Kamu sudah pernah alergi seperti ini sebelumnya?"tanya Gavin penasaran.


"Belum ini yang pertama",jawabnya.


"Kalau ini yang pertama kenapa kamu tau setelah tiga bulan,baru sembuh?"tanya Gavin semakin penasaran dan heran dengan penyakit yang diderita Anandita.


"Dokter dirumah sakit yang mengatakan itu padaku,"terang Anandita.


"Benarkah?"Gavin masih sangat penasaran tentang penyakit Anadita dia ingin lebih banyak tau tapi Anandita susah merasa risih dengan cara Gavin bertanya dan dia takut nanti akan keceplosan bicara,jadi dia langsung bangun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk segera mandi.


Gavin bermaksud mengikuti Anandita masih ingin bertanya, tapi Anadita langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam agar Gavin tidak bisa masuk.


"Yank!...Yank!..buka pintunya aku juga mau mandi,kamu sedang tidak sehat kubantu kamu mandi Yank!".


Tapi panggilan Gavin tidak digubris oleh Anandita karena dia tau kalau sampai Gavin masuk akan semakin memperlambat mandinya.


Anandita baru membuka pintu setelah selesai membersihkan diri dan dilihatnya Gavin duduk diatas ranjang menunggunya dengan muka ditekuk.


"Kenapa nggak dibuka,padahal aku ingin membantumu mandi",gerutunya.


Diteliti setiap pakaian kerja yang dimilikinya,Ananditamencari pakaian yang agak longgar supaya nyaman saat dipakai nanti.


Gavin mengamati apa yang dilakukan oleh Anandita saat memilih pakaiannya.


"Ada apa?"tanyanya sambil mendekat kearah Anandita.


"Sepertinya aku harus membeli baju kerja baru",gumam Anandita.


"Nanti aku belikan kamu mau berapa banyak?"tanya Gavin.


"Bukan itu masalahnya tapi sepertinya sebentar lagi pakaianku tidak ada yang muat lagi kupakai".


"Kenapa?"tanya Gavin bingung.


"Karena sebentar lagi aku akan bertambah gendut",jawab Anandita.


Gavin langsung mengamati tubuh istrinya yang berbalut batrobe mandi.

__ADS_1


"Kupikir tidak Yank,kamu tetap langsing dan cantik sekarang, meskipun ada beberapa bagian yang memang semakin berisi tapi aku suka karena dia gendut ditempat yang seharusnya",ucapnya dengan menatap kearah dada Anadita yang dirasakannya memang semakin berisi.


Melihat kemana arah pandangan Gavin Anandita langsung merapatkan bagian depan batrobenya.


"Jangan berpikir macam macam sekarang!"Ancam Anandita, menatap Gavin galak.


"Nggak ada aku hanya menilai apa yang seharusnya",ucap Gavin dengan tersenyum jahil dan berjalan menghampiri Anandita.


"Stop!,jangan macam macam!,ucap Anandita dengan memundurkan langkahnya kebelakang karena Gavin terus maju kedepan nya.


"Vin,jangan kita harus berangkat kesekolah sebentar lagi" Ucapnya,dengan berusaha mendorong tubuh Gavin yang berdiri tepat didepannya tanpa jarak.


"Aku hanya akan memeriksa bagian mana ditubuhmu yang gendut",ucap Gavin dengan mulai menyelusupkan tangannya dibalik batrobe mandi Anandita dan mulai merabanya.


"Vin hentikan!"ucap Anandita masih berusaha menahan tangan Gavin yang akan naik kebagian dadanya.


"Aku hanya akan memeriksanya Yank",bisik Gavin dengan menyesap ujung telinga Anandita membuat Anandita harus menahan sensasi gairah yang muncul karena perbuatan Gavin.


"Vin..!"Anandita hanya bisa memejamkan mata saat tangan Gavin mulai meremas lembut dadanya membuatnya gairahnya semakin bedesir.


"Sepertinya bagian ini memang semakin besar Yank",ucapnya dengan semakin ganas meremas dada Anandita,membuat erangan lembut keluar dari bibir Anandita.


Melihat sang istri mulai terpancing Gavin semakin berani,ditariknya tubuh Anandita menempel kearahnya lalu dibukanya bagian depan batrobe Anandita hingga menampakan dua aset indah milik Anandita yang sekarang memang terlihat lebih berisi dari sebelumnya.


Melihat itu gairah Gavin menjadi bangkit apalagi dilihatnya Anandita juga menginginkannya.


Dengan pelan disesapnya puncak dada Anandita yang tampak menggoda seperti ceri itu.


Anandita memejamkan matanya menikmati sensasi nikmat yang dirasakannya dari perbuatan Gavin pada puncak buah dadanya.


Gavin menghisap kedua ujung buah dada itu secara bergantian,seolah bayi yang sedang meminum asi.membuat erangan kembali lolos dari bibir Anandita.


"Yank boleh ya aku pengen"rengek Gavin dengan menelusupkan tangannya kearea sensitif Anandita.


Mendengar ucapan Gavin seketika Anandita sadar bahwa mereka harus pergi kesekolah sekarang.


Anandita langsung mendorong tubuh Gavin sampai mundur kebelakang.


"Vin hentikan atau kita akan terlambat berangkat kesekolah!".


"Oh sial!",umpatnya karena lupa sekarang sudah hampir siang,dengan bergegas dia masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.

__ADS_1


Melihat Gavin sudah masuk kekamar mandi Anandita baru bisa bernapas lega dan langsung bersiap memakai pakaian kerjanya sambil menunggu Gavin selesai mandi.


__ADS_2