
Suatu pagi saat mereka sedang makan sarapan bersama.
"Yank kapan kamu akan pergi kedokter?"tanya Gavin tiba tiba yang membuat Anandita terkejut dan langsung menghentikan suapan bubur kedalam mulutnya.
"Dokter apa?"
Anandita sudah hampir lupa bahwa dia pernah mengatakan kalau dia mengalami alergi selama tiga bulan ini.
"Dokter,bukankah kamu sedang melakukan pengobatan untuk asam lambung dan alergi karena itu tubuhmu semakin berisi",ucap Gavin dengan menatap kearah Anandita yang memang sekarang semakin cubby pipinya akibat kehamilannya.
"Oh..i..itu,minggu depan",jawab Anandita asal.
Tapi sebenarnya minggu depan memang jadwalnya untuk memeriksakan kandungan lagi.
"Masih lama ya?"gumam Gavin.
"Hah,apa Vin".
"Minggu depan aku ada ujian akhir sekolah",terang Gavin.
"Nggak papa aku bisa pergi sendiri,kamu nggak perlu mengantarku pergi kedokter".
"Jam berapa jadwal kunjunganmu?"tanya Gavin lagi.
"Aku berencana pagi pergi kerumah sakitnya supaya nggak antri".
"Minggu depan jangan pagi Yank,tunggu aku pulang,baru aku antar ya?!"
"Tapi aku sudah janji pagi Vin".
Anandita masih berusaha mencari alasan agar Gavin tidak ikut.
"Kalau kamu tetap mau pagi aku nggak akan ikut ujian minggu depan!"Ancamnya tiba tiba membuat Anandita langsung terkejut.
"Vin itu ujian akhir,bagaimna kamu mau bolos!?"
"Biar saja,toh sekolah itu juga milik ayahku".
Mendengar itu Anandita langsung menghentikan makannya dan bangkit dari meja makan dan berjalan kekamar untuk mengambil tasnya,tapi sebelum dia berhasil keluar kamar,Gavin sudah lebih dulu mencegah langkahnya yang akan pergi kesekolah.
"Yank maaf!,"ucap Gavin dengan mencekal lengan Anadita lembut.
"Lepas!!,aku harus bekerja untuk bertahan hidup karena aku bukan anak sultan seperti dirimu!!".
"Maaf,Yank"Gavin langsung mendekap tubuh Anandita erat.
"Lepas!!,aku mau berangkat Vin!"
"Nggak yank,sebelum kamu memaafkan aku,aku hanya reflek bicara seperti itu,nggak ada maksud apapun,kamu tau aku bukan orang seperti itu kan Yank".
__ADS_1
"Tapi kamu menyebalkan saat mengatakan itu,aku benar benar marah saat mendengarnya"ucap Anandita masih mencoba untuk melepaskan pelukan Gavin.
"Aku tau,aku tidak seharusnya mengatakan hal itu,aku hanya sedikit emosi karena nggak bisa mengantarmu pergi kedokter minggu depan".
"Tapi itu hal sepele Vin,tidak sebanding dengan sekolahmu".Ucap Anandita dengan menatap Gavin.
"Itu sama pentingnya bagiku,apapun yang menyangkut dirimu bagiku sangat penting Yank,jadi kumohon mengertilah untuk masalah itu aku tidak pernah menganggap sepele,jadi biarkan aku mengantarmu kedokter minggu depan".
"Tapi bagaimana dengan ujianmu?"tanya Anandita masih berharap Gavin akan melemah dan membiarkannya pergi kedokter sendiri.
"Kita akan kerumah sakit setelah aku selesai ujian,minggu depan cuma ujian jadi tidak akan lama aku janji".
Anandita hanya diam tidak lagi menjawab ucapan Gavin soal pergi kedokter karena seperti apapun dia berusaha mencari alasan Gavin pasti akan tetap ikut kalau sudah bilang akan mengantar.
"Terserah kamu saja",jawab Anandita lalu mendorong tubuh Gavin untuk menyingkir dari depannya.
Kali ini Gavin membiarkan Anandita mendorongnya.
"Tunggu diluar aku akan turun sebentar lagi!"ucap Gavin pada Anandita yang sudah melangkah menuju pintu keluar Apartemen.
Tak berapa lama Gavin juga ikut keluar dari Apartemen menuju basement tempat mobil mereka diparkir.
"Ayo naik!"perintah Gavin membukakan pintu mobil untuk Anandita.
Tapi Anandita masih diam saja belum mau naik kedalam mobil.
"Ada apa Yank?"tanya Gavin bingung.
"Akan tidak nyaman kalau sampai orang orang disekolah melihatmu naik motor bersamaku".
"Tapi aku mau naik motor hari ini",ucap Anandita tiba tiba.
Gavin menatap Anandita"Kamu yakin mau berangkat naik itu?"tunjuk Gavin pada motor sportnya.
Anandita langsung mengangguk dengan wajah berbinar.
"Bagaimana kalau orang orang melihat kita?"tanya Gavin menatap Anandita intens karena selama ini,Anandita yang meminta mereka untuk menyembunyikan hubungan pernikahan mereka dari orang orang disekolah.
"Biar aja,yang penting hari ini aku mau pergi kesekolah naik motor!",rengek Anandita.
Melihat itu Gavin jadi tidak tega.
"Tunggu disini!"perintah Gavin.
Tak lama Gavin kembali membawa dua buah helm dan jaketnya.
"Pakai ini!".
Gavin memasangkan jaket miliknya ketubuh Anandita setelah itu baru helm dikepalanya.
__ADS_1
"Ayo naik Yank".
Gavin memerintahkan Anandita untuk naik keatas boncengan motornya dan menarik tangan Anandita agar memeluk tubuhnya erat.
"Aku semakin nggak sabar nunggu minggu depan supaya bisa ngliat seperti apa kamu beb",gumam Gavin
"Kamu bicara apa?"tanya Anandita karena mendengar gumaman Gavin.
"Nggak ada,tapi mulai sekarang jangan terlalu sering memintaku mengajakmu naik motor ya Yank".
Ucap Gavin sebelum menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan basement Apartemen.
Sampai di Sekolah untung masih lumayan sepi suasananya,jadi saat mereka sampai di parkiran tidak ada yang melihat hanya ada Aldo yang menatap mereka dengan sedikit bingung.
Tapi Anandita tampak tidak perduli saat melihat Aldo,dia langsung turun dari motor Gavin setelah mencium tangan Gavin untuk pamit dia pergi meninggalkan mereka.
Setelah Anandita pergi Aldo menghampiri Gavin.
"Tumben lo pakai motor lagi?"
Gavin hanya mengedikkan bahu.
"Permintaan bumil",jawabnya sambil berjalan meninggalkan area parkiran.
"Jadi bu Dita sudah kasih tau lo kalau dia benar benar hamil?",tanya Aldo dengan menjajari langkah Gavin.
"Belum sih,tapi gue yakin aja kali ini gue bakal punya beby",ucap Gavin dengan wajah bahagia saat mengatakannya.
"Kenapa lo nggak langsung tanya aja sama bu Dita,dia beneran hamil atau nggak?"
Mendengar apa dikatakan Aldo Gavin hanya diam tidak menjawab pertanyaannya itu.
"Vin!"
Gavin menoleh kearah Aldo.
"Gue yakin Anandita pasti punya Alasannya sendiri,kenapa belum ngasih tau gue masalah sepenting ini,jadi gue berusaha menghargai dia dengan tidak bertanya hal ini dulu,gue menunggu sampai dia siap untuk mengatakannya".
"Tapi dari mana lo yakin kalau lo bakal punya beby?".
Gavin menatap Aldo tajam.
"Gue itu suaminya tentu aja gue taulah",jawab Gavin lalu berjalan meninggalkan Aldo.
"Tapi dari mana Vin menurut gue bu Dita masih tetap sama perutnya juga belum besar seperti orang hamil pada umumnya".Tanya Aldo lagi membuat Gavin jadi sebal.
"kalau lo mau tau lo harus kawin dulu, lalu lo bikin anak sama bini lo, baru lo tau bini lo tu hamil apa nggak dodol"jawab Gavin.
Mendengar itu Aldo berhenti seketika tidak lagi mengikuti langkah Gavin.
__ADS_1
"Dasar sial lo,lo ngledek guekan mentang mentang lo udah punya bini dan sekarang sudah sukses mencetak generasi penerus masa depan!"teriak Aldo yang dibalas Gavin hanya dengan tertawa.