Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
140.Merasa Dejavu.


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Cinta bekerja sebagai pengasuh Cello selama itu Bagaskara memperlakukannya dengan sangat baik tapi juga sangat dingin dia tidak bertanya atau menyapa Cinta lagi sejak malam dia memberikan kartu debit untuk Cinta,Cinta juga tidak berani memakainya kecuali untuk kebutuhan Cello.


Kalau kadang mereka harus mengobrol itu juga hanya seputar tentang Cello, dia tidak pernah bertanya tentang masalah pribadi Cinta lagi seperti sebelumnya.


Seperti pagi ini mereka berangkat kekampus bersama sama, padahal biasanya cinta berangkat bersama Willy dan kemudian Willy yang akan menjaga Cello sampai Cinta selesai kuliah baru setelah itu tugas Cinta menggantikannya.


"Kamu sudah siap?",tanya Bagaskara melihat Cinta sudah keluar dari dalam kamar dengan pakaian rapi.


"Iya tuan,anda akan kekampus hari ini",tanya balik Cinta karena melihat Bagaskara juga sudah siap dan seolah sedang menunggunya untuk pergi.


"Hemmm,hari ini Willy minta cuti jadi aku yang akan mengantarmu kekampus dan menggantikan menjaga Cello selama dua hari ini".


"Om Willy Cuti kenapa?",tanya Cinta reflek dan langsung menutup mulutnya.


"Dia akan pulang menjenguk istrinya",jawab Bagaskara sambil berjalan keluar rumah.


Cinta mengikuti Bagaskara dari belakangnya.


Diluar Cello sudah siap didalam mobil dan saat melihat Cinta dia langsung melambai kearah Cinta.


"Ayo oma cepat hali ini kita akan jalan jalan sama opa,opa libul".


"Kak Cinta tidak ikut karena harus kuliah dulu sayang",ucap Cinta pada Cello.


Mendengar apa yang dikatakan Cinta wajah Cello langsung berubah muram dia hampir menagis,tapi saat Bagaskara bilang mereka akan jalan jalan setelah Cinta selesai kuliah akhirnya dia setuju.


"Cello mau main plaiglon hali ini sama beli esklim strawbeli".


"Nanti ya setelah kak Cinta selesai kuliah kita perginya",bujuk Cinta.


Sebenarnya dia tidak tega menolak keinginan Cello tapi hari ini akan ada midtest jadi dengan terpaksa dia menolaknya dan menyerahkan Cello seutuhnya dalam pengasuhan Bagaskara,yang pasti akan cukup repot nanti, karena Cinta tau Cello anak yang sangat aktif hanya dengan Cinta Cello mau menurut.


Willy saja yang disuruh menjaga Cello saat Cinta kuliah selalu mengeluh lelah,dan langsung menyerahkan Cello saat Cinta selesai kuliah.


"Tuan tidak papa menjaga Cello sendiri?",tanya Cinta merasa khawatir.


Bagaskara menggeleng"Tenang saja aku pasti bisa menangani Cello kamu kuliah saja".


Mendengar itu dengan berat hati Cinta mengangguk,dielusnya lembut puncak kepala Cello"Jadi anak baik ya selama sama opa setelah kak Cinta selesai baru kita jalan jalan".

__ADS_1


Cello mengangguk mendengar apa yang dikatakan Cinta.


"Nanti belikan Cello esklim stlawbeli yan oma",pinta Cello yang dijawab anggukan oleh Cinta.


Bagaskara hanya memperhatikan apa yanh dilakukan Cinta pada Cello tanpa menyela.


Sampai dikampus Cinta langsung turun dari mobil dan melambai pada Cello lalu bergegas masuk kedalam kelasnya.


"Baru sampai kamu Cin?",sapa Nisa pada Cinta.


Cinta mengangguk"Iya".


"Kamu bareng siapa om Willy lagi?",tanya Nisa.


Cinta menggeleng"Bareng Cello sama tuan Bagas".


"Apa kamu naik mobil diantar sihot duda ah...curang.. kenapa nggak bilang kalau tau dia yang ngantar aku bakal ikut tadi dari pada naik angkot panas panasan mana bau lagi",gerutu Nisa.


"Tapikan kita berlawanan arah masa iya aku minta sama tuan Bagas untuk menjemputmu kerumah".


"Seharusnya iya,jadi aku bisa dekat dengannya,kamu tau aku selalu berhayal bisa menikah dengannya lalu punya anak dengannya lalu...".


"Sebaiknya kamu belajar dari pada menghayal yang tidak mungkin",jawab Cinta.


"Karena tuan Bagas sudah menikah lagi".


"What!!!,kamu serius siapa istrinya jangan bilang dia ikut kesini sekarang",ucap Nisa terkejut.


Tapi Cinta tidak menanggapi lagi karena dosen mereka sudah masuk kedalam kelas dan siap memberikan tugas test.


Hampir tengah hari Cinta baru keluar dari ruang terakhir kuliahnya.


"Kamu akan langsung pulang?",tanya Nisa sambil berjalan disamping Cinta.


Cinta mengangguk"Kasihan Cello sudah menunggu dari tadi".


"Kamu setiap hari bertemu dengan lakilaki segagah Pak Bagaskara apa kamu nggak naksir sih Cin kok bisa tahan dengan godaan yang seperti itu".


"Aku hanya sadar diri aja,nggak berani berharap lebih",ucap Cinta lalu pergi meninggalkan Nisa untuk menemui Cello.

__ADS_1


Sampai diruangan Bagaskara Cinta mengetuk pintu pelan takut Cello sedang tidur sekarang karena memang ini jam tidur siangnya.


"Masuk",jawab Bagaskara.


Mendengar itu Cinta segera masuk kedalam ruangan dengan pelan dan benar saja ternyata Cello sedang tidur disofa.


Cinta lalu duduk disamping Cello.


"Kamu sudah selesai sekarang?",tanya Bagaskara.


Cinta mengangguk"iya, apa kita akan pulang sekarang tuan?",tanya Cinta.


"Sebentar lagi aku menyelesaikan ini dulu,kamu istirahat saja disamping Cello situ".


Mendengar itu Cinta menuruti perintah Bagaskara,sampai tidak sadar dia tertidur bersama Cello.


Bagaskara memperhatikan mereka dari meja kerja miliknya,ditatapnya wajah Cinta yang sedang memeluk Cello sambil tertidur meskipun dia duduk dimeja kerjanya tapi dia dapat melihat wajah itu dengan jelas.


Bagaskara kembali mengerutkan keningnya,karena kembali merasa familiar dengan wajah itu tapi dia lupa apa karena faktor usia batinnya.


Beberapa waktu yang lalu dia bahkan sempat memeriksakan diri kalau memang dia punya gejala pikun karena setiap kali menatap Cinta dia selalu merasa dejavu.


Karena penasaran Bagaskara berjalan mendekat menghampiri sofa lalu berjongkok disamping Cinta dan Cello.


Bagaskara mencoba merapikan pelan anak anak rambut yang menutupi wajah Cinta agar bisa melihat wajah itu dengan lebih jelas dan siapa tau dengan itu dia bisa mengingat dimana mereka bertemu sebelum ini.


Bagaskara terdiam saat tangannya menyentuh pipi mulus Cinta ada sesuatu yang berbeda saat tangannya menyentuh wajah itu,ada perasaan berdesir yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata kata saat ujung jarinya menyentuh kulit itu.


Bagaskara ingin menyingkirkan tangannya dari wajah itu tapi otaknya berkata lain dengan pelan digerakkannya jari jarinya menyusuri wajah mulus Cinta,Bagaskara tersadar dengan apa yang dilakukannya saat mendengar Cinta bergumam dalam tidur.


"Hemmm,Bapak aku kangen".


Seketika Bagaskara melepaskan tangannya dari wajah Cinta dan segera berdiri kembali ketempatnya semula.


Diusapnya wajahnya dengan kedua tangannya.


'Oh Tuhan apa yang terjadi padaku dia seumuran anakku tapi kenapa aku sempat berpikir yang bukan bukan tentangnya',maki Bagaskara dalam hati.


Bagaskara menghela nafas berkali kali untuk menenangkan hatinya yang sempat bergejolak tadi.

__ADS_1


Saat sibuk memikirkan tentang Cinta tiba tiba sebuah notifikasi masuk kedalam ponselnya Bagaskara melihat sekilas sebuah notifikasi transfer melalui akun pribadinya kerekening pribadi seseorang.


Bagaskara mengerutkan keningnya merasa heran tapi belum sempat dia memeriksa tiba tiba Cello bangun dan mulai merengek membuat perhatiannya teralihkan dari pemberitahuan bank barusan.


__ADS_2