Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
58.Ikut Ke Kafe.


__ADS_3

Anandita menghempaskan tubuhnya dikursi kerjanya dengan kesal setelah membaca pesan Gavin tadi.


Bisa bisanya dia mengirim pesan seperti itu didalam kelas tak bisakah sehari saja otaknya tidak mesum,monolog Anandita sebal.


Baru saja Anandita ingin mengabaikan Gavin tiba tiba pesan baru masuk diponselnya.


"Yank makan dikantin yok,aku tunggu disana ya kalau kamu nggak datang nanti aku jemput ".


Setelah membaca pesan itu Anadita langsung pergi kekantin untuk menemui Gavin.


Sampai dikantin suasananya masih kosong karena memang belum jam istirahat.


Anandita mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Gavin,saat dia sudah melihat Gavin Anandita langsung menghampiri meja dimana Gavin duduk.


Anandita masih memasang wajah cemberut tapi sepertinya Gavin tidak perduli dengan wajah Anandita.


"Duduk Yank!"perintah Gavin pelan pada Anandita.


Anandita langsung duduk dihadapan Gavin dengan diam.


"Mau makan apa?"


"Terserah aja!"


Gavin langsung berdiri memesankan dua piring nasi goreng untuk mereka dan dua botol air mineral.


Melihat apa yang dipesan Gavin Anadita langsung protes karena dia sedang tidak ingin makan nasi goreng.


"Kok ini?"


"Katanya terserah,ya aku pesan apa yang ingin aku makan".


"Kamu..ih nyebelin!"Anandita mendorong nasi goreng miliknya ketengah meja,Anandita semakin marah pada Gavin, tapi Gavin sama sejali tidak perduli melihat wajah Anandita yang cemberut


"Ini"Gavin menyodorkan sendoknya kehadapan mulut Anandita.


"Vin..apaan sih!"Anadita langsung melihat sekelilingnya takut kalau ada yang melihat apa yang dilakukan Gavin padanya.


"Aku suapi buka mulutmu!"


Anandita langsung menggeleng tapi Gavin masih tetap dalam posisi itu,sehingga mau tidak mau Anandita terpaksa membuka mulutnya menerima suapan Gavin.


Suapan demi suapan akhirnya Anandita menghabiskan hampir satu piring nasi goreng dari piring Gavin.


Saat Gavin bermaksud menyuapkan lagi nasi gerengnya Anadita langsung menggeleng.


"Kenyang"jawabnya sambil membuka Air mineral miliknya dan mulai minum.


"Kamu nggak jadi makan?"tanya Anandita karena melihat Gavin mengambil botol air mineral sisa Anandita minum dan langsung meminum habis isinya.


"Enggak!"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Nunggu kamu nyuapi baru aku makan".


Anadita langsung membulatkan matanya mendengar ucapan Gavin.


"Ayo Yank"Gavin menyodorkan piring nasi goreng milik Anadita yang masih penuh menyuruhnya untuk menyuapinya.


"Ya udah sini".


Anadita mulai menyuapi Gavin dengan pelan sampai nasi goreng yang ada dipiring bersih.


Setelah itu Anandita menyodorkan air mineral dalam botol untuk diminum Gavin.


"Kamu nggak masuk kelas sekarang?"tanya Anadita karena dia tau sekarang belum jam istirahat.


"Biar aja aku lebih suka disini sama kamu Yank".


"Apaan sih Vin,kamu suka sekali bicara ngawur kaya gitu".jawab Anandita.


"Serius"ucap Gavin lalu menggenggam tangan Anandita yang berada diatas meja dan mencium lama buku buku jari Anadita dengan lembut yang membuat wajah Anadita langsung merona.


bukannya melepaskan setelah menciumnya tapi Gavin tetap menggenggam tangannya sambil menatap Anandita yang mencoba menghindari tatapan Gavin.


"Vin lepas,nanti ada yang ngeliat"ucap Anadita berusaha menarik tangannya dari genggaman Gavin.


"Nggak ada, kan belum jam istirahat,atau kau mau pindah tempat supaya kita bisa lebih dari ini.


Anadita langsung melotot mendengar ucapan Gavin.


"Nggak papa Yank kan mesumnya juga cuma sama kamu nggak sama yang lain."


Anandita tidak bicara lagi karena dia tau percuma bicara dengan Gavin nggak ada habisnya ujung ujungnya juga dia yang dikerjai oleh Gavin nanti.


****


"Aku akan langsung ke Kafe sekarang Yank".


Gavin bicara pada Anandita sebelum dia bermaksud menurunkan Anandita didepan Apartemen mereka.


"Kamu nggak turun dulu?"tanya Anandita.


Gavin menggeleng "Aku harus mengerjakan laporan Kafe hari ini,jadi sebelum Kafe buka aku harus kesana dulu".


"Lalu aku"ucap Anandita dengan wajah menunduk.


"Kamu istirahat aja dirumah hari ini, kalau kau mau ikut sebaiknya besok saja".


"Tapi sepi Vin..dirumah kalau cuma sendirian".protes Anandita.


"Jadi kamu ingin ikut?"

__ADS_1


Anandita langsung mengangguk dengan bersemangat.


"Ya udah,tapi nggak boleh ikut kedepan nanti!"perintah Gavin.


"Kenapa?,"


"Pokoknya kubilang nggak ya nggak,kalau nggak mau nurut kamu tinggal aja dirumah!"


"Iya Bos!!"


"Nah begitukan enak didengarnya Yank"ucap Gavin dengan mencubit pipi Anandita.


"Apaan sih,kebiasaan banget lama lama tambah bengkak nanti pipiku"gerutu Anandita.


Tapi sebelun sampai diKafe Gavin memutar mobilnya kesebuah toko pakaian dalam besar ,melihat itu Anandita heran untuk apa Gavin kesana.


Setelah sampai Gavin langsung turun dari mobil tanpa mengajak Anandita bersamanya,Gavin hanya sebentar kesana tidak sampai satu jam dia sudah kembali lagi kedalam mobil dengan membawa paperbag ditangannya."Kamu ngapain kesitu?"tanya Anandita heran.


"Ini!"Gavin menyerahkan paperbag ditangannya kepada Anandita.


Anadita langsung memeriksa isi paperbag itu dan langsung terkejut.


Ternyata Gavin membeli beberapa stel baju tidur pendek untuknya meskipun bukan sejenis lingery seperti kemarin,tapi tetap saja sangat pendek dan minim dengan bebagai model yang cantik.


"Vin untuk apa kamu membeli ini?"tanya Anandita heran.


"Untuk kamu,kan aku sudah bilang aku mau kami pakai baju itu setiap hari kalau dirumah".


"Iya,tapi kenapa semuanya harus warna pink,emang nggak ada warna lain ditoko,bahkan sampai CDnya juga kamu belikan warna pink dan mana Branya kenapa nggak ada?" cerocos Anandita pada Gavin.


"Aku kan sudah bilang aku suka kamu pakai warna pink Yank"


"Lalu pakaian dalamnya kenapa cuma bagian bawahnya yang kamu beli,yang warna pink bagian atasnya nggak?"


"Atasnya nggak usah dipasangi".


"Hah!!,maksudmu?"


"Ya,nggak usah pakai,jadi supaya aku enak kalau pengen mimi cucunya".


Mendengar itu Anadita tidak lagi melanjutkan pertanyaanya,dia lebih memilih diam sepanjang perjalanan menuju Kafe karena kalau Anandita kembali bicara lagi Gavin pasti bisa menjawabnya berkali kali lipat.


Sampai di Kafe, setelah turun dari mobil Anandita langsung masuk keruang pribadi Gavin dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang karena dia merasa mengantuk dan dia tidak ingin mengganggu Gavin saat bekerja.


Setelah memarkir mobilnya Gavin baru mengikuti Anandita masuk kedalam,sampai disana dilihatnya Anandita ada diranjang hampir tertidur, Gavin langsung menghampirinya dan membungkuk untuk mencium kening Anandita.


"Istirahatlah,aku akan mengerjakan pekerjaanku dimeja sana".Ucap Gavin


Anandita hanya memandang Gavin sekilas lalu mulai memejamkan mata dia ingin tidur sebentar sementara Gavin sibuk bekerja,karena kalau Gavin tidak sedang sibuk pasti akan mengerjainya.


Gavin hanya menatap Anandita yang sudah mulai tertidur dari balik meja kerjanya lalu mulai mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Hay reader jangan bosan untuk terus dukung karya autor dengan meninggalkan Like Komen disetiap episedenya ya supaya Autor semakin semangat Upnya.


Happy reading😍😍😍😍.


__ADS_2