Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
130.Maternity Shoot.


__ADS_3

Anandita sedang memandang perutnya yang semakin membesar dicermin. dia merasa sangat bangga karena anak dalam kandungannya tumbuh dengan sehat.


"Ngapain sih Yank dari tadi kamu ngelihatin beby terus emang kalau dipandang dia bisa keluar sendiri kan masih ada dua bulan lagi sebelum waktunya lahir kata dokter".


"Tapi katanya bayi bisa juga lahir saat usia kandungan tujuh bulan".


"Itu nggak normal Yank dia belum waktunya keluar masa disuruh keluar".


"Siapa yang bilang nggak normal aku juga dulu keluar waktu masih usia kandungan tujuh bulan dan kamu lihat apa aku nggak normal sekarang?,"tanya Anandita sambil menghadap kearah Gavin.


"Itu nggak mungkin Yank, orang dokter kemaren aja bilang kalau bayi lahir itu setelah sembilan bulan bukan sebelumnya".


"Ih kamu tuya py dikasih tau ngeyel pokoknya kalau kata orang tua zaman dulu setelah kehamilan tujuh bulan jangan pergi kemana mana lagi,pamali".


"Itu mitos Yank kalau zaman sekarang masih makai adat seperti itu bisa jalan ditempat hidup kita,jangan percaya hal hal yang kaya gitu, wanita hamil itu yang betul harus rutin periksa kedokter atau bidan makan makanan bergiji dan selalu jaga mood supaya tetap bahagia itu sangat penting".


"Kok kamu tau siapa yang ngasih tau py?",tanya Anandita heran.


"Banyak tanya banyak praktek dan banyak baca".


Anandita mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Gavin"Maksudnya apa banyak praktek?",tanya Anandita bingung.


"Sini",Gavin menarik pelan tubuh Anandita keatas ranjang dan membisikkan sesuatu ketelinganya dan langsung membuat wajah Anadita memerah karena malu dan sebal pada suaminya itu.


"Dasar mesum,kurasa sebagian besar sel sel diotakmu itu isinya hal hal seputar perut kebawah aja",gerutu Anandita.


"Nggak cuma bagian perut kebawah tapi semua bagian Yank dari sini sini dan sini juga sini",gavin menyentuh semua bagian tubuh Anadita membuat Anadita semakin sewot padanya membuat Gavin tertawa terbahak bahak melihat kemarahan Anandita.


"Py kita lakukan Maternity Shoot yok,kayanya seru deh jadi kita punya kenangan sebelum beby lahir".


Gavin langsung mengangguk"Ayok besok kita lakukan",ajak Gavin.


"Kok langsung besok?",tanya Anandita merasa tidak siap.


"lalu kapan sebentar lagi dia semakin besar kasihan kamu akan semakin capek kalau harus melakukan hal itu".

__ADS_1


"Ya udah besok,tapi jangan yang aneh aneh ya temanya",pinta Anandita karena dia khawatir Gavin akan meminta tema yang diluar kebiasaan orang melakukan foto Maternity.


"Enggak tenang aja serahkan aja semua padaku,Yank kamu pasti akan puas sama pemilihan temaku nanti".


"Serius?",tanya Anandita,Gavin langsung mengangguk dengan penuh mistery.


***


Besoknya Gavin mengajak Anandita menuju studio foto yang sudah dipesannya untuk melakukan Maternity Shoot mereka.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam mereka sampai distudio foto itu.


Sebuah studio foto besar yang biasa melakukan Maternity Shoot untuk para Artis dan orang terkenal.


Saat mereka baru masuk mereka disambut oleh pegawainya yang ramah dan mengantarkan mereka kedalam studio untuk bertemu fotografernya.


Setelah berbincang bincang sebentar mereka segera disuruh untuk menuju ruang kostum dan memakai kostum yang sudah dipilih Gavin lewat online tadi malam.


Anandita terkagum kagum melihat berbagai macam kostum yang ada disana.


"Kapan?",tanya Anandita bingung karena merasa Gavin tidak ada keluar dari tadi malam.


"Lewat online waktu kamu sudah tidur",jawab Gavin.


"Lalu mana kostumnya?",tanya Anandita penasaran dengan pilihan Gavin.


"Kamu harus dirias dulu lalu setelah itu baru memakai kostumnya",jawab Gavin


Kemudian seorang pegawai mengajak Anandita untuk duduk dimeja rias dan menyuruh perias meriasnya.


Untung proses merias tidak memerlukan waktu lama kalau lebih lama lagi Anandita bisa membatalkan pemotretannya hari ini.


Setelah itu seorang pegawai membantu Anandita memasang kostum yang dipilih Gavin untuknya,sebuah gaun berwarna pink pastel selutut mirip seperti pakaian peri dengan ditambah bando berbentuk telinga yang dipakai Anandita menambah kesan cantik dan indah kostum yang dikenakannya.


Setelah itu dia keluar kesebuah taman yang ada dibelakang studio itu dan disuruh duduk diayunan yang sudah dihias indah dengan sulur sulur bunga rambat.

__ADS_1


Tak lama fotogarafer mulai mengarahkan Anandita untuk mulai berpose sesuai arahannya dan senyamannya.


Setelah beberapa sesi potret maternity sendiri Anandita bingung kemana Gavin kenapa belum muncul,dan dia terkejut saat melihat Gavin keluar dengan kostum baju kulit harimau berwarna pink.


"Py apa tema maternity kita kali ini?", bisik Anandita pada Gavin.


"Seorang peri dan Tarzan"jawab Gavin santai.


"Oooh pantes saja kamu memakai kostum seperti itu kamu cocok banget jadi Tarzan aku benar benar Jane yang beruntung,dapat Tarzan strawbery",celoteh Anandita.


Setelah melakukan pemotretan hampir setengah hari lamanya,akhirnya pemotretan itu selesai dan Anadita bisa menarik nafas lega,karena dari tadi dia susah merasa lelah dan pegal dibagian pinggang dan sekitar kakinya.


"Hufff,akhirnya selesai juga",ucap Anandita dengan menyandarkan kepalanya ke jok mobil.


"Capek Yank?",tanya Gavin karena melihat Anandita begitu kelelahan.


Anandita mengangguk,"Pinggangku sakit sekali dan juga perutku agak kram mungkin karena banyak berpose tadi",jawab Anandita.


"Kita pulang sekarang,"ajak Gavin yang diangguki langsung oleh Anandita.


Sampai dirumah Anandita langsung dibantu Gavin turun dari mobil karena dia merasa pinggangnya semakin sakit dan bagian kakinya juga semakin kram membuat Gavin khawatir.


"Kamu baik baik saja kan Yank?",tanya Gavin.


Anandita mengangguk"Aku hanya butuh istirahat sebentar nanti juga sembuh",jawab Anandita.


Sampai didalam Apartemen Gavin langsung membantu Anandita tidur diatas ranjang dengan posisi senyaman mungkin.


"Kalau pinggangmu bertambah sakit sebaiknya kita kedokter saja Yank supaya tau apa masalahnya".


Anandita mengangguk"Aku nggak papa py,ini kadang memang bisa terjadi kalau kehamilan kita semakin besar",ucap Anadita mencoba menenangkan Gavin yang terlihat khawatir.


"Kamu serius nggak papa jangan bilang bebynya mau lahir sekarang itu nggak mungkin lagikan Yank,karena belum waktunya kasihan dia belum puas bobo diperutmu Yank".


Anandita hampir tertawa mendengar apa yang dikatakan Gavin meskipun sikap Gavin sangat dewasa dalam menyikapi masalah hidup, tapi menyangkut kehamilan dan melahirkan dia sama sekali belum mengerti dan pastinya gugup dan takut,jadi Anandita mencoba menenangkan Gavin dengan menyentuh tangannya meskipun dia sendiri sedikit khawatir kalau benar apa yang dirasakannya itu tanda tanda akan melahirkan.

__ADS_1


Ini pengalaman pertamanya tapi instingnya sebagai seorang ibu tentu tau kapan beby dalam perutnya akan lahir,tapi dia harus berusaha tenang seperti arahan dokter menunggu apakah itu kontraksi betul atau hanya kontraksi palsu.


__ADS_2