
Gavin menghentikan mobilnya diparkiran sekolah seperti biasa,tapi karena mereka dari hotel harus mampir dulu keApartemen,jadi hari ini mereka sedikit terlambat sampai kesekolah.
Karena bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu dan hari ini Anandita ada jadwal menjaga ujian, jadi dengan tergesa gesa Anandita turun dari mobil dan saat turun diparkiran dia hampir terjatuh membuat Gavin secara refleks meloncat dan mengejar Anandita.
"Hati hati Yank"ucapnya langsung memeriksa kondisi Anandita.
"Aku nggak papa"jawabnya dengan mendorong tubuh Gavin menjauh,takut kalau sampai ada yang melihat mereka.
Setelah itu Anandita melanjutkan lagi jalannya menuju ruang guru.
Sementara itu Gavin masih memperhatikan Anandita dari kejauhan sampai Anandita masuk kedalam ruang guru,baru Gavin pergi kekelasnya.
Dari kejauhan tampak seseorang melihat apa yang dilakukan Gavin pada Anandita.
Orang itu menatap tajam kearah mereka dan langsung memotret saat Gavin memeluk Anandita waktu hampir terjatuh dengan senyum jahatnya.
Gavin terpaksa mengetuk pintu ruang kelasnya karena terlambat datang.
Setelah dipersilahkan masuk oleh bu Margareta yang jadi guru pengawas ujian hari ini baru Gavin masuk.
Dari belakang meja Aldo menoel punggung Gavin.
"Dari mana lo baru datang jam segini?"
Gavin hanya menoleh sekilas tanpa menjawab pertanyaan Aldo,karena bu Margaret menatap kearah mereka.
Setelah selesai mengerjakan ujian Aldo langsung menghampiri Gavin yang sedang melihat layar ponselnya.
"Vin!"
Gavin langsung menoleh kearah Aldo,"Apa?"tanyanya.
Tapi sebelum bertanya Aldo sempat melirik kelayar ponsel Gavin yang sedang berkirim pesan dengan Anandita.
"Cie,mommy niye",goda Aldo.
"Apaan sih lo berisik banget sana ganggu orang aja!"ucap Gavin dengan mendorong tubuh Aldo menjauh darinya supaya tidak melihat kelayar ponselnya lagi.
"Udah dong sayang sayangannya sekarang ayo kita kekantin aku lapar"Ucap Aldo dengan menarik tangan Gavin.
"Kamu duluan sana!"
"Nggak,kamu temani aku,jangan bilang kamu mau kekantin bareng bini lo".
"Nggak ada,orang dia belum selesai masih ngawas ujian sekarang."Jawab Gavin.
"Kalau gitu ayo kekantin bareng aku!"ajak Aldo .
"Iya iya!"akhirnya Gavin mengikuti keinginan Aldo yang mengajaknya kekantin.
***
Sementara itu Anandita baru saja selesai mengawas ujian dia langsung kembali keruang guru dan dengan lelah dia menyandarkan tubuhnya dikursinya.
Tiba tiba seseorang mengetuk pintu kantornya.
"Masuk!"perintahnya.
__ADS_1
"Bu Dita ini ada soto ayam sama teh Aget untuk ibu,"ucap petugas kantin yang mengantarkannya keruang Anandita.
"Oh makasih,tapi dari siapa?"tanyanya.
"Dari tuan Gavin dia menyuruh saya mengantarkan kekantor buDita sebagai ucapan terimakasih".
Anandita sedikit mengerutkan dahinya mendengar ucapan petugas kantin tapi karena kelakuan Gavin selalu penuh kejutan jadi dia percaya saja.
"Bilang sama Gavin makasih banyak ya?".
Petugas kantin itu mengangguk lalu keluar dari ruangan Anandita.
Baru saja Anandita memakan soto ayamnya tiba tiba pintu ruangannya diketuk lagi.
"Masuk!"perintahnya, sambil menghentikan sebentar makannya.
"Bu Dita kita kekantin yuk!"ajak bu Margaret sambil menongolkan kepalanya di pintu.
Mendengar ajakan bu Margaret Anandita terpaksa menggeleng.
"Saya sedang makan",jawab Anandita menunjuk kemangkuk soto yang ada diatas mejanya.
"BuDita sudah pesan?"tanya bu Margaret.
Anandita menganggukan kepalanya,
"saya pesan minta diantar kesini tadi,"jawab Anandita.
Dengan sedikit kecewa Bu Margaret keluar dari ruangan Anandita.
Setelah bu Margaret pergi Anandita meneruskan makannya,karena dia memang sedang merasa sangat lapar sekarang.
Setelah selesai makan Anandita mengirim pesan keGavin.
"Poppy makasih makanannya",tulisnya dengan senyum senyum sendiri.
"Makanan apa Yank?"jawab Gavin.
Membaca pesan Gavin Anandita bingung,lalu dia langsung memotret mangkok soto yang baru saja dimakannya dan teh hangat dalam gelas.
"Ini",tulis Anandita.
Secepat kilat Gavin mengirimkan balasan pesan keAnandita.
"Aku nggak mengirimi kamu makanan,siapa tadi yang mengantar keruanganmu?"tanya Gavin.
Anandita bingung membaca pesan Gavin,tapi baru saja dia bermaksud menjawab tiba tiba Gavin sudah menelponnya.
"Halo"jawab Anandita.
"Kamu baik baik ajakan Yank?"tanya Gavin terdengar khawatir.
"Iya,kenapa?"
"Aku khawatir kalau terjadi apa apa setelah kamu memakan soto dari orang yang mengaku sebagai aku",jawab Gavin.
"Aku baik baik aja,yang mengantar kesini tadi juga mbak kantin yang biasanya kok, makanya aku pikir itu dari kamu".
__ADS_1
"Aku nggak nyuruh mbak kantin ngantarkan makanan buat kamu".
"Tapi mbak kantin bilang itu dari kamu?".
"Yaudah nggak papa mungkin ada orang iseng aja sama kamu",jawab Gavin.
"Tapi kenapa iseng pakai nama kamu segala?"tanya Anandita heran.
"Jangan terlalu dipikirkan nggak baik untuk kesehatanmu,mommy nggak boleh banyak pikiran oke".
"Hemm,tapi aku tetap penasaran Vin siapa orang iseng itu".
"Mungkin orang yang iri sama kamu atau orang yang sudah tau hubungan kita atau yang ingin tau",jawab Gavin.
"Maksudnya?".
"Biarkan saja,jangan terlalu kamu pusingkan,tapi yang pasti mulai sekarang kalau ada orang yang mengirimkan makanan lagi atau apapun itu sebaiknya kamu tolak".
"Hemm,baiklah",jawab Anandita.
"Aku masih ada satu mata pelajaran hari ini,jadi tunggu ya Yank".
"Iya,aku tunggu diruanganku".
Setelah mengatakan itu Gavin mengakhiri hubungan telponnya dengan Anandita.
Aldo yang duduk didepan Gavin dikantin jadi khawatir melihat ekspresi Gavin.
"Ada apa Vin?"
Gavin menghela nafas dengan kasar.
"Sepertinya ada orang yang penasaran dengan hubungan kami",jawab Gavin.
"Maksudmu?"tanya Aldo bingung.
"Aku belum tau siapa dan apa motif orang ini,tiba tiba dia ngirimi makanan buat Anandita atas namaku barusan".
Mendengar itu Aldo terkejut" maksud lo ada orang yang bermaksud jahat sama kalian?!"tanya Aldo.
"Kecilkan volume suaramu,kamu lihat semua orang menatap kearah kita".
"Maaf aku terlalu terkejut".
"Itu memang kebiasaanmu,dan bisa jadi karena mulutmu itu ada orang yang ingin jahat pada kami".
"Maksudmu,kamu menuduh aku penyebabnya?!"tanya Aldo marah.
Gavin langsung menggeleng.
"Bukan,tapi kadang kalau memang orang punya niat jahat pada orang lain,saat dia mendengar selentingan yang belum tentu benar,bisa menjadi senjatanya untuk menghancurkan orang yang dibencinya".
"Bisa lo pakai bahasa manusia biasa,jangan pakai bahasa sangsekerta,gue nggak paham,maklum otak rakyat jelata punya gue".
"Lo itu kalau ngomong sama gue kaya suara speaker mushola dari ujung keujung orang dengar,dan lo pikir semua orang seneng gitu kalau tau gue sama Anandita udah nikah yang pastinya enggak,apalagi dengan status kami sekarang pasti ada aja orang yang penasaran sebenarnya apa hubungan kami berdua ini".
"Siapa yang kira kira penasaran sama kalian kalau begitu?"tanya Aldo menatap kearah Gavin.
__ADS_1
"Bisa siapa saja,aku tidak ingin mempermasalahkannya selama tidak menyakiti kami".Jawab Gavin.