Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
153.Mari Jadi Partner.


__ADS_3

Cinta terkejut karena melihat Bagaskara sudah berdiri dibelakangnya.


"Mas bagas!",panggil Cinta.


Bagaskara berjalan mendekat kearah sofa yang diduduki Cinta dan langsung menyentuhkan tangannya kekening Cinta membuat Cinta bingung.


"Kamu sudah sembuh?",tanya Bagaskara dengan langsung duduk disamping Cinta.


Cinta menggeleng"Aku tidak sakit siapa yang mengatakan kalau aku sedang sakit".


"Willy bilang beberapa hari ini kamu kurang sehat apa itu bohong?",tanya Bagaskara.


Mendengar pertanyaan itu bukannya senang Cinta malah sebal pada Bagaskara.


"Jadi karena itu malam ini mas pulang?"tanya Cinta sewot.


Bagaskara mengangguk"Iya,kenapa?"


Cinta memutar duduknya menghadap kearah Bagaskara.


"Mas aku ini istrimu,tapi kamu sama sekali tidak menganggap hal itu sama sekali ".


"Aku sibuk Cinta pekerjaanku banyak".


"Itu bukan alasan,kamu sama sekali tidak menganggapku penting,kamu tidak pulang oke tapi masa sampai telpon dan pesanku juga kamu abaikan, apa kamu pikir kita itu seperti dua sisi mata uang yang berdampingan tapi tidak bisa bersama aku tidak mau seperti itu".


"Lalu kamu ingin seperti apa?".


"Aku ingin jadi partnermu,yang berada disampingmu menggenggam tanganmu memelukmu dan...".


"Baiklah".


"Hah maksud mas?",tanya Cinta tiba tiba bingung.


"Iya ayo kita menjadi partner,tapi sekarang aku sangat lelah karena hampir satu minggu harus bekerja lembur terus sampai aku kurang tidur".


Mendengar itu,Cinta jadi tidak tega untuk meneruskan omelannya pada Bagaskara.


"Mau kubuatkan sesuatu atau...".


"Pijit saja sebentar kepalaku sini",pinta Bagaskara.


Mendengar itu Cinta bermaksud menaikan tangannya kepelipis Bagaskara tapi tiba tiba Bagaskara merebahkan kepalanya dipangkuan Cinta membuat Cinta terkejut.


"Mas!".


Bagaskara meraih kedua tangan Cinta dan meletakkannya dipelipisnya.


"Tekan bagian itu sebentar",pinta Bagaskara.


Dengan patuh Cinta melakukannya dia mulai memijit pelipis Bagaskara dengan pelan.


Bagaskara memejamkan matanya menikmati pijitan Cinta dipelipisnya yang terasa sangat nyaman.


"bagaimana apa terasa nyaman?",tanya Cinta.


"Hemm".


"Lalu apa sekarang mas mengakuiku sebagai istrimu"

__ADS_1


"Hemm".


"Mas...".


"Kemarilah biar kupeluk kamu sebentar".


Bagaskara menarik tubuh Cinta untuk ikut merebahkan tubuh disofa bersamanya.


Dengan patuh Cinta melakukan apa yang diperintahkan Bagaskara.


Bagaskara meletakkan lengannya dikepala Cinta sebagai bantal untuk Cinta,sementara tangan yang lain melingkar disekeliling pinggang cinta.


"Mas".


"Hemm".


sekarang mereka saling menatap dengan posisi sangat dekat sampai seolah mereka berbagi udara untuk bernafas.


"Apa mas tidak merindukanku selama beberapa hari ini?",tanya Cinta.


Bagaskara menaikkan tangannya dan membelai wajah Cinta dengan lembut,tapi tidak menjawab pertanyaan Cinta.


"Mas jawab,sebenarnya mas rindu nggak sih sama aku selama beberapa hari ini".


"Aku tidak tau",jawab Bagaskara dengan merubah posisi tidurnya menjadi telentang.


Cinta mengangkat kepalanya dengan bertopang pada lengannya untuk menatap Bagaskara lebih dekat.


"Kenapa jadi tidak tau,mas tinggal jawab rindu atau tidak",ucap Cinta sebal.


Bagaskara menarik hidung mungil Cinta pelan.


"Aku memang tidak tau apa namanya karena aku bukan anak muda seperti dirimu tapi yang pasti saat melihatmu tadi aku sangat senang,puas".


"Dasar kakek kakek",gumamnya pelan tapi masih didengar oleh Bagaskara.


Mendengar gumaman Cinta Bagaskara tiba tiba langsung menggulingkan tubuh Cinta sampai berada dibawahnya membuat Cinta langsung terpekik kaget.


"Mas apa apaan sih,lepas sempit tau".


"Bukankah kamu baru saja bilang aku kakek kakek kalau begitu coba lepaskan dirimu kalau bisa".


"Mas sempit lepas!!",


Cinta berusaha meronta untuk melepaskan tubuhnya dari kungkungan Bagaskara,tapi ternyata dia tidak bisa bahkan sekarang tubuhnya semakin terhimpit diantara sandaran sofa dan tubuh Bagaskara.


"Mas...sempit,aku gerah kalau seperti ini".


"Buka aja".


"Hah,apanya yang dibuka?",tanya Cinta bingung.


"Tentu saja bajumu bukankah kamu bilang gerah".


"Nggak!!,jangan aneh aneh".


"Ayolah,sini aku bantu membukanya".


Bagaskara mulai membuka kancing pertama piyama yang dipakai cinta, membuat Cinta mulai gugup".

__ADS_1


"Mas apa.. apa yang mau kamu lakukan".


"Jangan macam macam aku tidak perlu lepas baju aku hanya ingin kamu sedikit menyingkir saja itu sudah cukup".


"Tapi aku tidak ingin menyingkir karena aku ingin terus memelukmu malam ini,seperti ini".


Mendengar itu Cinta diam antara gugup dan takut juga ingin bercampur jadi satu sampai dia tidak sadar bahwa Bagaskara sudah melepas seluruh kancing piyama miliknya dan tangannya mulai menyentuh kulit mulus Cinta dibalik piyama itu.


"Mas...".Cinta menatap Bagaskara gugup.


"Hemmm".


Bagaskara menyelusupkan tangannya kedalam bra Cinta dan meremas lembut benda kenyal didalamnya dan mulai memainkan puncaknya dengan memilin pelan puncak milik Cinta.


Membuat Cinta semakin erat mencengkram sisi tubuh Bagaskara.


"Aku suka menyentuhnya rasanya sangat pas ditanganku",bisik Bagaskara ditelinga Cinta.


"I...iya...Mas...".


"Kamu juga ingin menyentuh tubuhku?",tanya Bagaskara.


Cinta hanya diam dan berkali kali mengedipkan mata tidak tau harus menjawab apa,apalagi saat Bagaskara memindahkan tangannya yang mencengkram pinggangnya ke depan dadanya.


"Ayo buka",perintah Bagaskara.


"Hah!",tanya Cinta bingung.


Bagaskara menuntun tangan Cinta untuk membuka kancing kemejanya.


Dengan patuh Cinta melakukan perintah Bagaskara membuka kancing kemeja itu satu persatu sampai dibagian akhir lalu Bagaskara menyuruh Cinta menarik keluar kemeja itu dari dalam celana panjangnya.


Setelah itu perlahan Bagaskara membawa kembali tangan Cinta keatas dadanya dan menyuruhnya meraba dada bidang Bagaskara.


Baru kali ini Cinta melihat tubuh Bagaskara dibalik baju.


Ternyata dibalik pakaiannya yang selalu rapi itu terdapat tubuh indah dengan deretan otot otot liat yang sangat menggoda,membuat Cinta jadi menelan ludahnya melihat itu.


apalagi saat Bagaskara menuntun Cinta untuk menyentuh deretan otot otot liat itu membuat darah Cinta langsung berdesir.


"Suka?",tanya Bagaskara sambil menyuruh Cinta untuk mengerakkan tangannya didada bidang itu.


Dengan malu malu Cinta mengangguk mendengar pertanyaan Bagaskara.


"Kenapa kamu malu bukannya aku suamimu jadi kamu boleh menyentuh tubuhku seperti aku juga boleh menyentuhmu".


Mendengar itu wajah Cinta langsung merah padam antara malu dan juga senang karena Bagaskara mengatakan itu.


"I..iya mas",jawab Cinta gugup.


"Malam ini temani aku tidur kamu maukan?".


Mendengar itu Cinta langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang membelai dada Bagaskara.


"A..apa m..mas..t...temani..t..tidur..di..sini",tanya Cinta gugup.


Bagaskara menggeleng,"Bukan disini tapi dikamarku".


Cinta hampir terloncat mendengar itu,karena terlalu terkejut,malam ini apakah Bagaskara akan meminta haknya sebagai suami malam ini batin Cinta,bagaimana ini,batin Cinta bingung dan sangat gugup.

__ADS_1


Bersambung 😁😁.


kan ...kan...opa Bagas anak perawan dikerjain malam malam,mau langsung tancap gas aja nggak sabaran banget haduh autor nggak bisa mikir lagi deh 😁😁.


__ADS_2