Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
159.Menuju hari H.


__ADS_3

Suasana rumah besar Bagaskara terlihat ramai hari itu,para petugas dekorasi sedang sibuk memasang dekor untuk acara ijab Qobul besok sore.


Sementara diruang tengah desainer baju pengantin sedang duduk berhadapan dengan Cinta dan Bagaskara mereka sedang membicaraka baju apa yang akan dipakai untuk acara hari H besok.


Cinta sedikit pusing dan bingung melihat banyaknya orang berseliweran dihadapannya dan juga mendengarkan keterangan dari desainer itu tentang model baju yang diinginkannya dan Bagaskara.


"Bagaimana nona Cinta apakah model yang seperti ini yang anda inginkan?",sang desainer menunjukan model yang dimaksud Cinta tadi.


"Iya yang model seperti itu tapi kau buat yang lebih tertutup dibagian depannya",pinta Bagaskara.


Cinta hanya mendengarkan saja karena dia merasa Bagaskara lebih antusias dengan pernikahan mereka besok dibanding dirinya.


"Tapi apa tidak papa kalau model ini dirubah bagian kerahnya takutnya kecantikan bentuk gaun saat dipakai akan berkurang".


"Aku tidak suka kerah seperti itu terlalu terbuka sehingga bagian depan tubuh Cinta akan banyak terekspos nanti.


Desainer itu sedikit bingung dengan permintaan Bagaskara karena gaun model kerah yang diinginkannya memang harusnya memperlihatkan bagian pundak sampai kebatas atas dada yang lumayan rendah.


Cinta yang melihat desainer itu bingung langsung mencegah Bagaskara yang akan protes lagi karena dia tidak ingin peristiwa semalam saat mereka memilih cincin kawin terulang lagi yang membuat petugas toko perhiasan hampir menangis mencarikan model cincin yang diinginkan Bagaskara sebagai cincin kawin mereka nanti.


"Mas sudah",ucap Cinta pelan sambil menggelengkan kepalanya.


Melihat Cinta melarangnya Bagaskara tidak protes lagi.


"Sebaiknya ganti model yang sedikit tertutup saja",ucap Cinta pada desainer itu.


Mendengar itu sang desainer terlihat lega karena jujur saja model yang dinginkan Bagaskara tadi sangat sulit kalau harus dirubah, apalagi acaranya tinggal besok sore mereka ingin bilang tidak sanggup juga tidak mungkin, jadi saat Cinta meminta model yang lain sang desainer tampak sedikit lega.


Sang desainer memperlihatkan model model baju yang lain dan akhirnya pilihan Cinta jatuh pada model gaun pengantin berlengan panjang.



(Kira kira model baju pengantinnya seperti 😁😁).


"Anda bisa datang kebutik untuk mencoba gaunnya besok pagi nona Cinta",ucap sang desainer.


"Kenapa harus pergi kebutik kenapa tidak dibawa kerumah sini saja langsung",protes Bagaskara.


"Mas!",tegur Cinta lagi.

__ADS_1


"Maaf tuan karena acaranya sangat mendadak jadi malam ini kami akan lembur untuk menyelesaikan gaun ini,besok pagi nona Cinta bisa mencoba dulu gaunnya untuk melihat apakah ada kekurangan atau bagian yang harus kami perbaiki besok, agar saat acara nona Cinta bisa tampil sempurna dan gaun itu tidak ada masalah lagi".


Mendengar penjelasan sang desainer akhirnya Bagaskara paham.


"Baiklah kalau memang begitu".


"Karena modelnya sudah disetujui saya pamit sekarang untuk langsung membuatkan pesanan anda dan nona Cinta".


"Terimakasih banyak",ucap Cinta sebelum sang desainer pamit untuk pulang.


Setelah sang desainer pergi Bagaskara baru bisa menghela nafas.


"Kenapa Mas?",tanya Cinta.


"Ternyata melelahkan mempersiapkan pernikahan sebenarnya itu",gerutunya.


Cinta ingin tertawa mendengar keluhan Bagaskara.


"Bukannya Mas yang ingin pernikahan kita dipercepat jadinya semua serba mendadak seperti ini".


"Iya kupikir tidak akan terlalu merepotkan dulu saat menikahkan Gavin dan menikahimu yang pertama aku tidak merasa serepot ini".


kali ini Cinta yang harus menghela nafasnya.


"Mungkin juga,kupikir setelah ini aku tidak ingin menikah lagi karena lelah mempersiapkannya".


Mendengar itu secara reflek Cinta langsung mencubit pinggang Bagaskara sebal membuat Bagaskara terkejut dan kesakitan.


"Auw!!,Cinta kenapa?",tanya Bagaskara bingung melihat wajah Cinta yang berubah cemberut.


"Awas kalau berani melakukannya aku nggak akan mengampunimu Mas!",hardik Cinta lalu pergi meninggalkan Bagaskara membuat Bagaskara bingung dia salah bicara apa sampai Cinta marah padanya,pikirnya.


Sorenya Anandita mengajak Cinta untuk pergi kesalon dengan diantar Gavin dan Cello.


Bagaskara ingin protes karena dia tidak boleh mengantarkan Cinta untuk pergi kesalon tapi bik Siti bilang dia tetap tidak boleh ikut dia harus dipingit dulu hari ini jangan terlalu banyak bertemu Cinta sampai hari H besok.


"Tidak ada tradisi seperti itu ,toh ini bukan pernikahan pertamaku",protes Bagaskara.


"Tapi ini pernikahan pertama nyonya muda jadi bapak harus patuh",jawab bik Siti.

__ADS_1


"Kurasa ini akal akalan kalian saja agar aku lelah untuk mempersiapkan pernikahan kami besok",gerutu Bagaskara.


"Bapak ini,Bapak dan nyonya muda hanya tinggal satu hari sebelum resmi tapi sepertinya bapak sudah sangat tidak sabar sekali".


"Bukan begitu",protes Bagaskara.


"Sabar saja pak nyonya muda melakukan ini juga untuk supaya tampil sempurna besok dihadapan Bapak".


Mendengar itu Bagaskara menjadi emosi,"Ah sudahlah sebaiknya aku bekerja saja terserah kalian akan bagaimana mengurus pernikahanku ini",gerutunya sambil berlalu pergi meninggalkan ruang tengah dimana banyak orang masih sibuk bekerja untuk persiapan pernikahan Bagaskara besok sore.


Tapi sebelum Bagaskara berjalan sampai kekamarnya bik Siti sudah kembali bicara dengan sedikit keras.


"Sebaiknya Bapak jangan bekerja tapi istirahat saja karena besok Bapak akan sangat sibuk, jangan sampai Bapak kelelahan saat acara".


"Tenang saja itu tidak akan terjadi",jawab Bagaskara.


Mendengar itu kini bik Siti yang sebal pada Bagaskara,perempuan tua itu lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk masuk kebelakang.


Melihat itu Bagaskara tampak tidak perduli dan berjalan menuju kamarnya.


Meskipun niat awalnya keruang kerja untuk bekerja agar sibuk dan tidak memikirkan pernikahannya dan Cinta yang membuatnya sangat gugup sebenarnya dari tadi pagi.


Tapi saat sampai didalam ruangan Bagaskara hanya mendudukkan tubuhnya dikursi kerjanya tanpa melakukan apa apa,bahkan dia melakukan hal aneh dengan duduk sambil memutar mutar kursi kerjanya dan senyum senyum sendiri dengan membayangkan bagaimana penampilan Cinta besok saat menikah dengannya,'Pasti Cinta sangat cantik besok mengenakan baju pengantin yang tadi sudah mereka pilih',batin Bagaskara.


***


Sementara itu Cinta diajak Anandita kesalon untuk melakukan perawatan khusus pengantin.


Mereka berada dispa sampai hari hampir sore.


Gavin yang mengantar mereka dan menjaga Cello sampai lelah menunggu.


"Sudah selesai?",tanya Gavin saat melihat Anandita dan Cinta keluar dari dalam salon.


Anandita mengangguk.


"Bukannya bunda Cinta yang akan menikah tapi kenapa kamu juga ikut melakukan perawatan Yank?",tanya Gavin bingung.


"Memang benar bunda Cinta yang akan menikah besok tapikan tidak ada salahnya aku juga melakukan perawatan agar kamu semakin cinta sama aku py",jawab Anandita.

__ADS_1


"Aku selalu cinta sama kamu Yank,kapan sih aku nggak cinta",jawab Gavin dengan membantu Anandita dan Cinta masuk kedalam mobil untuk pulang.


Cinta yang melihat bagaimana kemesraan pasangan itu berdoa dalam hati semoga nanti dia dan Bagaskara juga akan bisa selalu mesra seperti mereka,batinnya.


__ADS_2