
Anandita hanya memberengutkan wajah tidak berani menolak dengan apa yang dilakukan Gavin padanya, setelah mendengar apa yang dibisikkan Gavin padanya barusan.
"Ayo!"
Gavin mengajak Anandita masuk kedalam toko pakaian khusus wanita yang dulu pernah mereka datangi.
"Kita akan belanja disini lagi?"tanya Anandita.
Gavin menganggukan kepalanya.
"Tapi sekarang kamu duduk aja biar aku yang memilihkannya untukmu".
Gavin menyuruh Anandita duduk di kursi yang ada di toko itu,lalu dia memanggil pelayan toko untuk membantunya memilihkan beberapa baju yang kira kira cocok untuk Anandita.
Anandita hanya mengamati dari tempat duduknya bagaimana Gavin dan pelayan toko itu memilihkannya baju.
Setelah dirasa cukup Gavin memberikan kartunya pada pelayan toko untuk membayar,lalu dia menghampiri Anandita yang masih duduk diam dikursinya.
"Sudah?"tanya Anandita melihat Gavin yang datang menghampirinya.
Gavin mengangguk lalu duduk disampingnya.
"Kamu ingin beli yang lain?"tawar Gavin pada Anandita.
Anandita menggelengkan kepalanya,tapi Gavin kembali menawarinya.
"Bagaimana kalau kamu juga mengganti sepatumu Yank?"tawar Gavin.
"Kenapa dengan sepatuku?"tanya Anandita lalu menatap kebawah kakinya.
"Itu terlalu tinggi kalau berat badanmu bertambah kamu juga harus mengganti sepatumu dengan yang tanpa hak agar tidak sakit saat kamu berjalan nanti".
"Tapi tidak harus hari inikan?"
"Sekarang saja aku akan membelikanmu,tunggu disini!"
Setelah mengatakan itu Gavin keluar dari toko
itu.
Tak berapa lama dia kembali dengan membawa sebuah paperbag ditangannya.
"Coba pakai ini!"
Gavin mengeluarkan kotak sepatu dari dalam paperbag yang dibawanya.
(Hanya Visual sepatunya😊😊)
"Ini!"
Anandita melihat sepatu hitam yang dikeluarkan Gavin dari dalam kotak.
"Iya,ini akan lebih nyaman kamu pakai dari pada sepatumu yang sekarang",ucapnya.
__ADS_1
"Tapi sebaiknya disimpan saja dulu",ucap Anandita bermaksud memasukkan kotak sepatu kedalam paperbag.
Gavin langsung menggelengkan kepala.
"Pakai sekarang,aku bantu memakaikannya".
Lalu Gavin berjongkok didepan Anandita dan membantunya melepaskan sepatu Anandita.
Melihat apa yang dilakukan Gavin itu Anandita langsung menarik kakinya dengan wajah bersemu merah.
"Jangan!"
Tapi Gavin menarik lagi kaki Anandita dan meletakkannya diatas pahanya lalu memasangkan sepatu yang baru kekaki Anandita.
"Sudah"
Setelah selesai baru Gavin meletakkan kembali kedua kaki Anandita yang sudah memakai sepatu kelantai.
"Makasih banyak",ucap Anandita dengan wajah tertunduk malu.
Mendengar itu Gavin hanya menyentuh wajah Anandita lembut lalu bangkit dari posisi jongkoknya dengan mengambil sepatu Anandita yang bekas dipakainya,lalu membuangnya ketempat sampah yang ada didalam toko.
Melihat apa yang dilakukan Gavin mata Anandita langsung terbelalak terkejut.
"Vin kenapa kamu buang!?"tanya Anandita dengan menatap Gavin.
"Kan sudah ada gantinya".
"Tapi itu masih bisa dipakai!"
Anandita bermaksud mengatakan sesuatu lagi, tapi pelayan toko sudah datang dengan membawa tiga buah paperbag besar dan langsung memberikannya kepada Gavin beserta kartu debit miliknya,jadi Anandita mengurungkan niatnya yang masih ingin mendebat Gavin.
"Ayo!"Gavin menggandeng tangan Anandita dengan sebelah tangannya yang bebas meskipun sebenarnya dia cukup kerepotan membawa tiga buah paperbag dengan satu tangan.
"Mau kubantu?"tawar Anandita,tapi Gavin langsung menggeleng.
"Aku masih bisa,mulai sekarang perhatikan langkahmu jangan sampai tersandung apalagi jatuh, jangan pernah membawa sesuatu yang berat",perintah Gavin membuat Anandita mengernyitkan dahinya mendengar Gavin mengatakan itu.
"Aku tidak papa,Vin",jawab Anandita.
"Aku tau tapi aku hanya ingin berjaga jaga saja".
Anandita tau mendebat Gavin tidak ada gunanya jadi dia memilih diam mengikuti Gavin.
Setelah berbelanja Gavin mengajak Anandita untuk makan siang.
"Kamu ingin makan apa yank?"tawar Gavin.
Melihat deretan restoran diMall yang menyajikan menu menu mahal membuat Anandita langsung menggelengkan kepalanya.
"Kenapa,kamu harus makan banyak mulai sekarang",ucap Gavin yang membuat Anandita langsung melotot.
"Supaya kamu tidak gampang sakit",terang Gavin.
"Tapi aku nggak mau makan disini?"ucap Anandita sambil menatap Gavin,berharap Gavin tidak memaksanya seperti biasa.
__ADS_1
Tapi ternyata saat Anandita mengatakan keengganannya Gavin langsung menggandeng tangannya pergi dari sana.
"Ayo".Ajak Gavin pada Anandita.
Gavin mengajak Anandita pergi dari Mall untuk mencari makan siang yang diinginkan Anandita.
"Kamu mau makan apa,Yank?"tanya Gavin dengan melajukan mobilnya pelan menyusuri sepanjang jalan yang banyak menjual aneka makanan dan jajanan.
"Sebentar aku sedang berpikir ingin makan apa",jawab Anandita dengan mengamati penjual kaki lima disepanjang jalan yang mereka lewati.
"Itu!"Anandita menunjuk penjual cilok dipinggir jalan.
Mendengar permintaan sang istri Gavin langsung menepikan mobilnya lalu mengajak Anandita untuk turun dan mengajaknya untuk duduk dikursi taman yang ada didekat para penjual jajanan itu.
"Tunggu disini kubelikan".
Anandita mengangguk kearah Gavin yang berjalan ketempat para penjual makanan itu.
Tak berapa lama Gavin kembali dengan membawa satu kantong plastik penuh yang berisi macam macam makanan yang dijual oleh semua pedagang jajanan yang ada disana.
Anandita hanya memandang semua makanan yang diletakkan Gavin diatas meja taman dengan dahi mengernyit.
Ada hampir sepuluh macam jajanan yqng dibeli Gavin dan semuanya diletakkan diatas meja taman didepan Anandita,mencium semua aroma makanan itu secara bersamaan membuat Anandita menjadi mual,dia segera menutup mulutnya dengan tangannya.
Gavin yang melihat ekspresi Anandita menjadi panik.
"Yank kamu baik baik ajakan?"tanya Gavin khawatir.
Anandita hanya menggelengkan kepala masih mencoba menghilangkan rasa mual diperutnya.
"Singkirkan semua makanan ini Vin,aku mual mencium aromanya",ucap Anandita.
Mendengar itu Gavin langsung memasukkan kembali semua jajanan itu kedalam kantong plastik,setelah itu dia langsung membuang semua makanan itu kedalam tong sampah yang berada didekat mereka.
Melihat apa yang dilakukan Gavin mata Anandita langsung terbelalak terkejut.
"Kenapa kamu membuang semua makanannya?!"tanya Anandita geram.
"Bukankah kamu bilang aku harus menyingkirkannya,jadi aku buang",jawab Gavin jujur membuat Anandita semakin marah.
"Aku hanya bilang untuk menyingkirkannya Mas Gavin bukan membuangnya,aku lapar mau makan tapi nanti dulu setelah rasa mualku hilang,tapi sekarang kamu sudah membuang semuanya, jadi sekarang belikan lagi semuanya!"perintah Anandita.
"Tapi kamu bilang tadi ...",
"Aku mau kamu membelikan lagi semuanya sekarang,atau kamu mau aku suruh mengambil yang dari tempat sampah!",jawab Anandita dengan menatap tajam kearah Gavin.
Melihat itu dengan bingung Gavin beranjak pergi untuk membeli lagi semua jajanan yang dijual oleh para pedagang kaki lima itu,seperti apa yang diinginkan oleh Anandita.
Setelah mengantri cukup lama akhirnya Gavin berhasil membeli semua jenis jajanan yang diinginkan Anandita.
"Ini Yank".
Anandita hanya menatap sekilas pada kantong plastik yang diletakkan Gavin diatas meja.
"Ayo kita pulang aku mau makan nanti saja kalau sudah sampai dirumah",ucap Anandita dengan berjalan meninggalkan Gavin menuju mobil mereka,membuat Gavin hanya bisa menggaruk dagunya yang tidak gatal.
__ADS_1