Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
164.Bulan Madu Singkat.


__ADS_3

Bagaskara mengajak Cinta pergi menuju sebuah pulau yang akan jadi tempat mereka berlibur selama beberapa hari kedepan.


Setelah melakukan perjalanan selama lebih dari 8 jam akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju,sebuah pulau kecil dengan pemandangan yang sangat indah.


Untuk menginap selama liburan mereka, Bagaskara menyewa sebuah bungalow private yang berada ditepi pantai indah dengan pemandangan langsung menghadap kelaut.


"Wah mas tempat ini cantik sekali ,beneran kita akan menginap disini sampai hari minggu nanti?",tanya Cinta seolah tidak percaya.


"Iya kamu suka nggak sayang dengan tempat ini?",tanya Bagaskara sambil memeluk Cinta dari belakang.


Cinta mengangguk,"Suka sekali mas,ini pertama kalinya aku pergi liburan".


"Mulai sekarang kamu akan sering aku ajak liburan sayang",ucap Bagaskara dengan mengecup singkat pipi Cinta.


"Memangnya mas nggak sibuk bekerja kok mau mengajakku sering liburan?".


"Liburan kan bisa dengan kamu ikut aku kalau sedang dinas keluar kota sayang,toh kantor itu milikku jadi aku bisa mengatur jadwal kerja sesukaku".


"Tapi aku juga masih kuliah mas apa tidak papa,kalau sering libur?".


Bagaskara mencium gemas pipi Cinta.


"Tenang aja soal itu aku yang akan mengaturnya,yang penting kamu harus ikut aku kemana pun aku pergi oke".


Cinta mengangguk"Iya itu tidak masalah mas".


"Sayang sebenarnya aku masih pengen melakukan itu sama kamu,tapi kenapa sih Yank disaat seperti ini tamu menyebalkan itu malah datang",gerutu Bagaskara.


Cinta memeluk Bagaskara erat"Maaf ya Mas,aku bukannya nggak mau melayani mas tapi bagaimana lagi ini memang jadwalku dapat tamu bulanan,nanti tunggu aku selesai kita melakukannya lagi, lagian punyaku masih sakit tau mas,jadi biarkan sembuh dulu ya",rayu Cinta.


"Sudah bertahun tahun aku puasa baru buka satu kali malah disuruh puasa lagi nasib".


Cinta tertawa mendengarnya.


"Nanti kalau sudah sembuh boleh nambah deh ".


"Beneran sayang?,"ucap Bagaskara senang.


Cinta mengangguk,"Asal jangan banyak banyak".


"Nggak banyak kok Sayang paling 5 kali sehari".


Cinta langsung melotot mendengar itu,"Mas tega banget sih masa mau melakukannya lima kali sehari,aku bisa pingsan nanti",gerutunya.


"Karena aku mau kejar target sayang".


"Target apa?",tanya Cinta bingung.


"Target bayar buka puasa setelah bertahun tahun puasa".


Mendengar itu Cinta langsung memukul tubuh Bagaskara gemes.

__ADS_1


"Ada ada aja",gerutu Cinta.


Bagaskara langsung tertawa mendengarnya.


"kamu mau jalan jalan?",tawar Bagaskara pada Cinta.


Mendengar itu Cinta mengangguk senang.


Bagaskara mengajak Cinta keluar berjalan dipantai sambil menikmati pemandangan laut indah yang terbentang dihadapan mereka.


"Lain kali kita kembali kesini ya mas",celetuk Cinta.


Bagaskara mencium punggung tangan Cinta yang berada digenggamannya.


"Iya sayang,kapan kapan kita kembali lagi kesini berdua apa bertiga atau mau rame rame sama Cello juga".


"Kok ada pilihannya seperti itu sih?",tanya Cinta bingung.


"Ya kalau berdua kan berarti cuma kita aja".


"Lalu kalau bertiga sama siapa satunya,jangan bilang...".


"Nggak sayang jangan berpikir yang aneh aneh".


"Lalu siapa satunya?",tanya Cinta.


"Tentu saja beby kita kalau kamu mau".


Bagaskara menghentikan langkahnya dan mengajak Cinta untuk duduk ditepi pantai sambil memeluk pundaknya mesra.


"Aku tidak ingin memaksamu sayang untuk masalah anak,aku cukup punya Gavin dan Cello kalau kamu tidak ingin punya anak dariku",ucap Bagaskara sambil mengecup mesra tangan Cinta.


Tapi tiba tiba Cinta marah dan langsung bangkit dari duduknya berjalan cepat meninggalkan Bagaskara.


Membuat Bagaskara bingung,dengan perubahan suasana hati Cinta yang tadi baik baik saja.


"Sayang tunggu,kenapa kamu marah!",teriak Bagaskara karena Cinta sudah berjalan cepat didepannya menuju bungalow tempat mereka menginap.


Tapi bukannya berhenti Cinta malah semakin mempercepat langkahnya menuju bungalow,membuat Bagaskara harus sedikit berlari untuk mengejarnya.


Saat sampai didalam bungalow Cinta bermaksud menutup pintu tapi Bagaskara segera mencegahnya dan langsung menerobos masuk kedalam bungalow mereka.


"Sayang kenapa kamu marah,apa aku salah bicara?",tanya Bagaskara bingung.


Cinta hanya menekuk wajahnya belum mau bicara pada Bagaskara.


"Sayang jangan begini,mari kita bicara".


Bagaskara menarik Cinta kekursi yang ada didalam bungalow dan mengajaknya duduk berdampingan.


"Sayang maaf kalau aku sudah salah bicara",ucap Bagaskara.

__ADS_1


Cinta tidak menjawab hanya menunduk dan menggeleng saja sebagai jawaban dari ucapan Bagaskara.


"Sayang aku tidak mengerti kalau kamu tidak mau bicara seperti ini mungkin usiaku memang dua kali lipat dari usiamu tapi untuk pengalaman berumah tangga aku benar benar masih minim".


"Bukanya mas sudah pernah menikah dan punya anak masa pengalaman berumah tangganya juga masih minim",jawab Cinta ketus.


Mendengar itu Bagaskara tampak merasa bersalah.


"Maaf sayang seharusnya dulu aku belajar sedikit memahami mantan istriku agar sekarang aku bisa lebih memahamimu kalau kamu marah seperti sekarang ini,ini memang pernikahan keduaku tapi ini benar benar pengalaman pertamaku dalam memahami seorang wanita,dan aku masih harus banyak belajar karena aku dulu gagal memahami wanita yang menjadi istriku sekarang aku tidak ingin mengulanginya lagi.Kamu mungkin bukan istri pertamaku tapi aku ingin kamu menjadi istri terakhirku".


"Awas kalau bohong",ucap Cinta.


Bagaskara mengangguk,"tentu saja tidak,aku sayang kamu Cinta,jadi temani aku sampai akhir hayatku kumohon",ucap Bagaskara dengan mengecup lembut kedua tangan Cinta.


Mendengar itu Cinta jadi merasa terharu dan tanpa terasa airmatanya mengalir dipipinya.


Melihat itu Bagaskara kembali gugup.


"Sayang jangan menangis,aku minta maaf jangan menangis ya",ucapnya sambil memeluk tubuh Cinta erat.


Bukannya diam Cinta malah semakin keras menagis membuat Bagaskara harus berusaha mendiamkannya,dengan memeluk dan bicara menghibur Cinta.


"Aku benci mas karena nggak peka tapi aku juga sayang banget sama mas",ucap Cinta disela sela tangisnya.


"Iya...iya maaf sayang lain kali aku akan berusaha lebih peka lagi,karena aku juga sayang dan cinta sama kamu".


Mendengar iti seketika tangis Cinta berhenti dia langsung melepaskan pelukan Bagaskara.


"Serius mas?",tanya Cinta seolah tidak percaya bagaskara mencintainya.


Bagaskara yang melihat perubahan sikap Cinta yang tiba tiba itu sedikit khawatir.


"I..iya sayang aku Cinta sama kamu".


"Sejak kapan?",tanya Cinta penasaran.


Mendapat pertanyaan seperti itu Bagaskara hanya menjawab dengan gelengan.


"Kapan mas?",tanya Cinta penasaran.


"Nggak tau tepatnya kapan sayang tapi selama kebersaman singkat kita ini aku merasa nyaman denganmu".


"Aku juga mas",ucap Cinta.


Bagaskara mengerjapkan mata tidak percaya.


"Serius sayang kamu juga Cinta sama aku"?",tanyanya.


Cinta mengangguk",Karena itu aku ingin punya anak denganmu mas,apa mas mau?".


Seketika Bagaskara langsung mengangguk mendengar itu.

__ADS_1


__ADS_2