
Mendengar ucapan bu Margaret Anandita langsung diam,hatinya tiba tiba menjadi sakit.
"Maaf sepertinya saya yang sudah salah paham pada bu Margaret",ucap Anandita lalu berbalik untuk masuk kembali kedalam mobil,tanpa mendengarkan lagi panggilan dari bu Margaret.
"Ada apa Yank?",tanya Gavin karena melihat wajah Anandita berubah murung setelah bicara dengan bu Margaret.
"Ayo kita pulang sekarang kepalaku pusing",perintah Anadita tanpa menoleh kearah Gavin yang bertanya padanya.
Gavin bermaksud bertanya lagi pada Anandita tentang apa yang terjadi barusan tapi sepertinya saat ini mood Anandita sedang buruk jadi dia memutuskan akan bertanya nanti saja.
Setelah itu Gavin langsung melajukan mobilnya menuju Apartemen,sepanjang jalan pulang Anandita terus memandang keluar jendela tanpa mau menoleh sedikitpun pada Gavin.
Melihat itu Gavin sengaja tidak menegur Anandita dia pikir mungkin moodnya sedang buruk seperti biasa nanti juga akan membaik dengan sendirinya,pikir Gavin.
Saat mereka sampai diApartemen,Anandita langsung turun tanpa menunggu Gavin lebih dulu.
Sampai didalam Apartemen Gavin mencari keberadaan Anandita tapi dia tidak ada, bahkan dikamar Anandita juga tidak ada membuat Gavin khawatir.
" Kemana Anadita bukankah tadi masuk kedalam Apartemen lebih dulu,lalu saat dilihatnya pintu kamar mandi tertutup Gavin langsung mencoba membuka pintu kamar mandi dari luar,tapi ternyata dikunci dari dalam,Gavin berpikir Anandita pasti berada didalam kamar mandi.
Lama dia menunggu Anandita keluar dari dalam kamar mandi membuatnya menjadi khawatir kalau terjadi sesuatu pada Anandita didalam kamarmandi jadi Gavin mencoba mengetuk pintu itu lagi.
"Tok...tok...Yank kamu baik baik saja!".
Lama pintu kamar mandi belum terbuka Sampai Gavin bermaksud untuk mendobrak pintu kalau Anandita tidak segera keluar,
Tapi tiba tiba Anandita membuka pintu kamar mandi dan langsung berjalan menuju ke ranjang tanpa melihat kearah Gavin membuat Gavin semakin bingung dan khawatir.
"Yang kamu baik baik sajakan,apa ada masalah?",tanya Gavin dengan ikut naik keatas ranjang
Anandita hanya menggeleng sebelum menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Gavin,membuat Gavin semakin bingung.
__ADS_1
Gavin mendekati Anandita lalu mencoba menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Anandita agar sedikit terbuka tapi Anadita menahan selimut itu supaya Gavin tidak bisa menariknya.
"Yank kamu kenapa,ayo kita bicara jangan membuatku khawatir seperti ini".
Tapi bukannya menyahut Anandita malah semakin rapat menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan mulai terdengar isaknya lagi dibalik selimut membuat Gavin benar benar sakit kepala dengan tingkah Anandita kali ini.
"Yank,katakan padaku ada apa sebenarnya,jangan menangis dibalik selimut seperti ini kasihan beby nanti dia akan sulit bernafas kalau kamu bungkus rapat seperti ini",rayu Gavin.
"Bodo!".
Gavin mengerutkan dahinya mendengar Anandita menyumpah dari balik selimut.
"Yank,kata orang , wanita kalau sedang hamil itu harus bicara yang sopan dan baik nggak boleh bicara kasar atau menyumpah beby didalam perut nanti bisa menirukan ucapan mommynya lo".
"Nggak mungkin!!",bentak Anadita langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan menghadap Gavin dengan marah.
"Aku hanya meneruskan kata orang Yank".
"Kenapa Yank?",tanya Gavin bingung.
"Aku nggak mau mendengar kamu ngomong aku nggak suka,aku tau kamu pintar tajir baik ganteng dan semua orang memuji kamu,hanya aku yang salah disini karena memaksa kamu menikahiku malam itu,seharusnya kamu tidak harus melakukannya jangan sok baik padaku aku nggak papa nggak kamu nikahi malam itu paling hanya dapat amarah dari orang orang kampung setelah itu hidupku kembali normal nggak seperti sekarang aku sengsara karena harus menikah dengan orang yang terlalu sempurna seperti dirimu karena itu aku membencimu Vin,aku benci kalian semua,jangan pikir aku dan anakku tidak bisa hidup kalau nggak ada kalian,aku akan buktikan aku baik baik saja tanpamu,aku membencimu aku marah karena selalu disalahkan orang dianggap jelek oleh orang karena menikah denganmu bahkan aku seperti penjahat karena memaksa muridku sendiri untuk menikahiku dengan paksa,!"ucap Anandita dengan semakin terisak keras.
Gavin mencoba mencerna apa yang dikatakan Anandita barusan karena biasanya semarah apapun Anandita tidak pernah bicara seperti itu padanya,apalagi sampai menyalahkan dirinya sendiri seperti itu membuat Gavin benar benar sedih kali ini.
"Maaf Yank aku nggak bermaksud membuat hidupmu susah karena pernikahan kita ini,aku juga tidak tau saat itu kalau kamu akan menjadi guruku,aku juga terkejut Yank,tapi...."
"Jadi ayo kita bercerai saja Vin agar tidak adalagi orang yang menyalahkanku karena memaksamu menikahiku!".
Gavin terdiam mendengar ucapan Anandita dia tidak menyangka bahwa Anandita bisa mengatakan hal itu padanya,dia syok mendengar permintaan cerai yang keluar dari mulut Anadita yang tidak pernah disangkanya sama sekali.
"Ayo kita cerai Vin agar aku tidak selalu merasa bersalah lagi karena menikah dengan muridku sendiri".
__ADS_1
Gavin menatap tajam Anandita dan tanpa terasa airmatanya mengalir dengan sendirinya,dia lupa kapan terakhir kali dirinya sesedih itu sampai airmatanya mengalir mungkin terakhir saat bundanya meninggal tapi apa yang dirasakannya sekarang lebih sakit,dari kehilangan itu.
Dapat dilihatnya kesedihan juga terlihat diwajah Anandita karena dia sekarang juga sedang menangis dengan memeluk lututnya sendiri perasaan Gavin benar benar sakit sekarang.
Hatinya hancur saat ini tapi dia berusaha menguatkan dirinya.
Dengan pelan dihampirinya Anandita dan mencoba memeluk tubuh perempuan yang sudah mengisi seluruh hatinya itu,dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau tidak bersama dengan Anandita nanti.
Gavin tetap memeluk tubuh Anandita meskipun Anandita mencoba berontak dari pelukannya disela tangisnya yang semakin keras.
"Maaf",bisik Gavin dengan membenamkan wajahnya dileher Anandita.
"Lepas Vin,aku mau pulang kerumahku saja",Anandita masih mencoba meronta dalam pelukan Gavin.
"Maaf Yank,jangan pergi kumohon aku nggak sanggup kalau nggak ada kamu Yank",ucap Gavin dengan ikut menangis bersama Anandita dan semakin erat memeluk Anandita bahkan dia tidak perduli kalau pelukannya bisa membuat Anandita sesak.
"Lepas,aku mau pulang kerumahku sendiri Vin",perintah Anandita.
Tapi Gavin hanya menggeleng,merasa semakin takut mendengar apa yang dikatakan Anandita.
"Vin lepas!!",Anandita mulai marah karena Gavin memeluknya terlalu erat membuatnya jadi sesak saat bernafas.
Melihat Anandita kesulitan bernafas Gavin terpaksa melonggarkan pelukannya sedikit,tapi belum mau melepaskan pelukannya dari tubuh Anandita.
"Maaf Yank",ucapnya lagi meskipun pelukannya tidak seerat sebelumnya.
Anandita tidak menjawab ucapan Gavin karena perasaannya saat ini terlalu kacau dan sedih mengingat semua hal yang sudah terjadi dalam hidupnya selama beberapa bulan ini.
"Aku ingin sendiri dulu Vin,perasaanku terlalu kacau sekarang",jawab Anandita lirih,tapi Gavin langsung menggeleng.
"Nggak Yank aku nggak akan melepaskanmu sekarang!",jawab Gavin tegas.
__ADS_1