
Cinta masuk kedalam rumah bersama Willy dan Cello yang langsung berlari sendiri kedalam rumah, tanpa perlu digendong lagi oleh Cinta.
"Cinta ini kamarmu dan Cello untuk sementara itu kamar tuan Bagaskara,apa kamu tidak papa?",tanya Willy menatap kearah Cinta yang hanya diam saja dari tadi.
"Hah...maksud om apa?".
"Apa kamu tidak papa tuan tidak mengenalimu lagi".
Cinta cepat cepat menggeleng"Mungkin ini yang terbaik,anggap saja pernikahan kami dulu seperti mimpi saja toh sekarang tuan Bagaskara juga sudah menikah lagi dan sudah punya anak yang lucu yaitu Cello,jadi ini lebih baik".
"Kamu salah",ucap Willy.
"Salah maksud om",cinta merasa bingung.
"Cello bukan anak tuan tapi cucunya,anak tuan Gavin dan Anandita,kamu ingatkan?".
Cinta mengangguk tentu saja dia ingat siapa mereka karena mereka alasan Bagaskara menikahinya.
"Jadi bukan anak tuan saya pikir..".
"Tuan tidak pernah menikah lagi,hanya denganmu waktu itu dia menikah dengan perempuan,selama ini dia hanya menikah dengan pekerjaannya saja",ucap Willy setengah menggerutu.
Cinta diam mendengar apa yang diucapkan Willy dia tidak tau harus menjawab apa soal itu.
"Lalu berapa lama tuan akan tinggal disini?",tanya Cinta pada Willy.
"Cukup lama, apa kamu tidak ingin mencoba dekat dengan tuan Bagaskara?",tanya Willy membuat Cinta langsung gugup.
"Itu saya tidak berani,saya akan menganggap tuan Bagaskara sebagai majikan saya saja mungkin itu yang terbaik,jadi saya akan membantu menjaga Cello sebagai balas budi selama tuan tinggal disini".
Willy diam saja mendengar apa yang dikatakan Cinta.
"Kamu ingin kuantar mengambil barang barangmu?",tawar Willy.
Mendengar itu Cinta mengangguk.
"Aku akan memanggil Cello",ucap Cinta lalu pergi meninggalkan Willy mencari Cello yang dilihatnya tadi masuk kedalam kamarnya , saat dia mencari kesana ternyata Cello tidak ada dia segera memanggil manggil akhirnya Cello keluar dari area dapur dengan membawa piring kosong.
"Cello untuk apa piring itu?",tanya Cinta sambil menghampirinya.
"Oma Cello mau mamam,lapal",jawabnya membuat Cinta merasa kasihan.
__ADS_1
"Ayo kak Cinta buatkan sesuatu untuk dimakan".
Cinta menyuruh Cello untuk duduk dikursi lalu dia mulai mencari sesuatu yang bisa dimakan anak kecil,untung saja isi lemari es dirumah itu penuh jadi Cinta tidak kesulitan membuatkan makanan untuk Cello.
"Kalian sedang apa?"tanya Willy pada mereka.
"Cello mau mamam lapal".
"Bibik yang membersihkan rumah ini baru besok mulai memasak,jadi hari ini kita makan diluar saja perintah tuan tadi".
"Nggak usah om biar Cinta yang masak untuk Cello toh dikulkas semua bahannya ada,jadi tidak akan lama".
"Kamu bisa masak?",tanya Willy.
Cinta mengangguk",soalnya sudah beberapa bulan ini saya ikut membantu tetangga sebelah kontrakan saya yang berjualan dipasar subuh".
"Kamu bekerja,bukannya setiap bulan saya masih mengirimimu uang atas nama tuan Bagaskara.
"I..itu..maaf saya harus menyisihkan sedikit uang yang diberikan tuan untuk adik adik saya diPanti Asuhan,jadi saya hanya mengambil uang itu untuk kebutuhan kuliah dan membayar biaya kontrakan sedangkan untuk makan saya berusaha bekerja seadanya",terang Cinta.
"Mulai bulan depan saya akan mintakan lebih pada tuan Bagaskara uang untukmu".
"Kalau begitu sebaiknya kamu tinggal saja disini seperti permintaan tuan jadi uangmu akan semakin banyak bisa kau tabung selama beberapa bulan ini".
"Emang tuan akan lama tinggal disini?",tanya Cinta.
"Iya dia akan banyak menghabiskan waktu dirumah ini,meskipun kadang harus bolak balik kekantornya yang lama".
"Lalu Cello,apa kedua orang tuanya akan lama meninggalkannya?".
"Mungkin sekitar tiga bulan bisa juga lebih karena Gavin sekarang sedang ikut kursus memasak diItalia".
Cinta mengangguk mendengar penjelasan Willy.
"Oma lapal mau mamam",pinta Cello lagi.
Mendengar itu Cinta lalu memberikan omelet telur dengan sedikit nasi untuk Cello dan mulai menyuapinya.
"Om Willy mau makan sesuatu akan Cinta buatkan sayur dan lauk kalau mau".
"Boleh".
__ADS_1
Setelah itu,Cinta mulai mengambil bahan bahan yang akan dimasaknya dia berencana membuat cah kangkung dan ayam goreng untuk makan bersama Willy.
Setelah makanan siap dia mempersilahkan Willy untuk makan bersama dimeja itu,setelah selesai baru dia meminta Willy untuk mengantarnya kekontrakan mengambil beberapa barang yang dibutuhkannya selama dia tinggal dirumah Bagaskara.
"Aku tidur dikamar belakang kalau kau butuh sesuatu hubungi aku",ucap Willy saat mereka pulang dari kontrakan Cinta dan dia sudah membantu Cinta untuk membereskan barang barangnya didalam kamar Cello.
Meskipun disebut kamar Cello, tapi kamar itu sangat luas menurut Cinta ada sebuah bed ukuran singgle yang mempunyai 2 tempat tidur, jadi Cinta tidak perlu khawatir soal tidur dikamar itu,juga ada lemari yang berbentuk kabinet yang menempel didinding kamar jadi benar benar aman untuk kamar seorang anak kecil.
Tak lama setelah pulang dari mengantar Cinta mengambil barang barangnya Cello tertidur karena tadi waktu keluar dia sempat minta mampir kesebuah arena bermain anak anak mungkin karena itu dia lelah dan cepat tidur.
Karena Cello sudah tidur Cinta berencana membersihkan rumah sedikit termasuk dapur .
Cinta tidak tau jam berapa dia selesai bersih bersih, tapi saat selesai dia merasa lapar karena terakhir makan hanya tadi siang bersama Cello dan Willy.
Cinta mencari makanan praktis didalam kulkas ternyata tidak ada,untung dia ingat dia punya simpanan mie instan miliknya segera Cinta pergi kekamar untuk mengambil mie miliknya dan memasaknya.
Cukup lima menit mie kuah dengan telor siap untuk dimakannya aromanya membuat Cinta benar benar merasa semakin lapar,dia sudah akan menyendok mie itu kedalam mulutnya saat mendengar sebuah suara menegurnya.
"Kurangi makan makanan berpengawet itu tidak baik untuk kesehatanmu, kalau kamu lapar kamu bisa pesan makanan dari luar yang lebih sehat",ucap Bagaskara.
Cinta terkejut dan hampir saja menjatuhkan sendok panas itu keatas pahanya.
"Tu..tuan sudah pulang...",ucap Cinta gugup.
"Apa kamu belum makan dari tadi?",tanya Bagaskara tidak menggubris sapaan Cinta.
"Tadi siang saya sudah makan tapi setelah selesai membersihkan rumah tiba tiba saya merasa lapar lagi".
"Sudah kukatakan kamu hanya bertugas menjaga Cello untuk pekerjaan membereskan rumah sudah ada orang yang akan datang melakukannya".
"Maaf".
"Lupakanlah,sekarang buang makanan tidak sehat itu kewastafel sekarang!".
"Tapi tuan..".
"Aku bilang buang dan ayo kuajak kamu membeli sesuatu diluar,ambil jaketmu cuaca sedikit dingin diluar",ajak Bagaskara sambil berjalan keluar dari dapur.
"Tapi Cello tuan".
"Ada Willy yang menjaganya".
__ADS_1