
Suasana rumah besar sudah terlihat meriah dari pagi buta meskipun acara ijab qobul baru dilaksanakan nanti sekitar pukul 4 sore tapi semua orang yang disewa Bagaskara untuk mensukseskan acara pernikahannya sudah berdatangan mempersiapkan
kesuksesan acara nanti.
Meskipun bukan acara pernikahan besar digedung tapi Bagaskara adalah orang terkenal, jadi tetap akan ada tamu tamu penting datang keacaranya nanti,bahkan berbagai bingkisan hadiah pernikahan sudah banyak berdatangan dari kemaren yang berasal dari rekan rekan kerja yang dekat dengannya.
Karena itu suasana rumah terasa sangat meriah dari kemarin.
Bahkan Bagaskara dan Cinta tidak sempat lagi bertemu sejak Cinta pulang dari salon bersama Anandita dan Gavin kemarin.
Lalu pagi ini Cinta kembali diantar oleh Gavin dan Anadita kebutik melakukan fitting gaun pengantinnya,sedangkan milik Bagaskara akan dicoba nanti saat sudah diantar kerumah, karena sekarang Bagaskara sibuk menjawab telpon dan juga mengurus tahap akhir persiapan pernikahannya.
***
Pukul 2 siang Mua yang bertugas merias Cinta sudah datang dan sudah mulai melakukan tugasnya merias Cinta didalam kamar tamu.
Pukul 15.30 mereka semua sudah selesai melakukan tugasnya untuk membuat Cinta menjadi pengantin paling cantik hari itu.
Cinta duduk di sofa menunggu acara mulai dan dirinya dipanggil untuk keluar setelah nanti Bagaskara selesai mengucapkan ijab qobul.
Jujur saja saat ini Cinta merasa sangat gugup kalau dulu pertama kali dia menikah dengan Bagaskara dia takut,sekarang lebih kegugup menghadapi banyak orang yang tidak dikenalnya.
"Bunda gugup?",tanya Anandita karena melihat Cinta yang dari tadi ******* ***** tangannya.
Cinta mengangguk.
Anandita meraih tangan Cinta dan menggenggamnya.
"Itu wajar semua orang yang akan menikah pasti mengalami ini tapi percayalah semua akan baik baik saja".
Cinta mengangguk karena tidak sanggup lagi berbicara untuk menjawab ucapan Anandita.
Mereka menunggu dalam diam dan saat didengarnya suara Bagaskara mengucapkan ijab qobul didepan semua orang Cinta semakin erat menggengam tangan Anandita tanpa sadar dan saat semua orang diluar mengatakan kata SAH!!!,airmata Cinta tidak bisa dibendung lagi.
Melihat itu Anandita segera menghapus air mata Cinta dan menepuk lembut pundak istri kecil ayah mertuanya itu.
"Selamat Bunda,sekarang Bunda sudah resmi menikah dengan ayah aku sangat bahagia",ucap Anandita tulus.
__ADS_1
Cinta hanya mengangguk tidak berani bersuara karena sekarang tenggorokannya seperti tercekat dan dia takut kalau dia bicara maka dia akan menangis lagi nanti.
Tak lama setelah Bagaskara selesai mengucapkan ijab qobul Anandita dan para bridesmaid membawa Cinta keluar dari dalam kamar untuk kepelaminan bersanding dengan Bagaskara.
Bagaskara menatap takjub kearah Cinta, mulai dia keluar dari dalam kamar sampai duduk disampingnya membuat Cinta malu ditatap seperti itu oleh suaminya.
Cinta duduk disamping Bagaskara untuk melaksanakan acara bertukar cincin kawin,setelah selesai bertukar cincin Cinta lalu mencium tangan Bagaskara sementara Bagaskara mengecup lembut dahi Cinta.
Acara dilanjutkan dengan menyambut para tamu undangan yang datang keacara itu.
Meskipun itu pernikahan privat,tapi tamu undangannya cukup banyak,sampai pukul 10 lewat para tamu undangan baru habis.
Cinta mendudukkan tubuhnya dipelaminan untuk mengurangi rasa pegal dikakinya karena dari tadi terus berdiri menyalami para tamu.
"Kamu lelah?",tanya Bagaskara ikut duduk disamping Cinta dipelaminan.
Cinta mengangguk,"Ternyata undangannya banyak",ucap Cinta sambil menghela nafas.
"Aku juga tidak menyangka akan semeriah ini",jawab Bagaskara terdengar merasa bersalah.
Cinta langsung menoleh"Nggak papa mas namanya juga menikah tentu saja banyak orang datang dan melelahkan,tapi aku sangat bahagia kok hari ini, akhirnya kita benar benar resmi menjadi suami istri sesungguhnya tanpa perlu main kucing kucingan didepan orang lagi".
"Mas masih banyak orang",ucap Cinta sambil tertunduk malu dan menarik lepas tangannya dari genggaman Bagaskara.
"Lalu kenapa kalau banyak orang bukankah tadi kamu bilang kita tidak perlu main kucing kucingan lagi didepan orang karena sekarang kita sudah resmi".
"Iya, tapi jangan disini aku malu",jawab Cinta lirih.
Mendengar itu Bagaskara langsung tersenyum smrik dan mendekatkan kepalanya kearah Cinta"Berarti kalau tidak disini boleh dong sayang",bisik Bagaskara pelan.
Mendengar itu Cinta semakin merona membuat Bagaskara semakin gemas ingin segera mencium pipi Cinta yang dari tadi merona karena malu itu.
Meski malu, tapi Cinta mengangguk pelan kepada Bagaskara membuat Bagaskara tidak bisa menahan diri lagi dan langsunh menarik tangan Cinta membawanya pergi dari pelaminan.
"Mas",panggil Cinta masih ragu ragu saat Bagaskara menariknya untuk masuk kedalam.
"Ayo kita masuk aku sudah lelah,bukannya kamu juga",ucap Bagaskara karena melihat Cinta berhenti.
__ADS_1
Mendengar itu Cinta mengangguk dan mengikuti langkah Bagaskara yang masih tetap menggandeng tangannya mesra menuju kamar Bagaskara.
sampai didepan kamar Cinta kembali terdiam saat Bagaskara membuka pintu mengajaknya masuk.
"Mas bajuku masih dikamar tamu",ucap Cinta.
"Aku sudah menyuruh orang untuk memindahkan kesini semua, kamu jangan khawatir",terang Bagaskara.
Mendengar itu tidak ada alasan lagi bagi Cinta untuk tidak mengikuti Bagaskara masuk kedalam kamarnya.
Setelah mereka berada didalam kamar Bagaskara langsung menutup pintu kamar itu dan menguncinya dari dalam.
"Kok dikunci?",tanya Cinta gugup.
"Iya karena aku tidak ingin ada pengganggu masuk nanti",ucap Bagaskara.
Mendengar itu Cinta diam dan semakin gugup jadi dia hanya berdiri diam ditempatnya bingung mau melakukan apa.
"Sini duduk".
Bagaskara menarik Cinta untuk duduk ditepi ranjang disampingnya.
Dengan patuh Cinta duduk disamping Bagaskara.
Dengan pelan Bagaskara meraih dagu Cinta agar menatap kearahnya.
Setelah itu Bagaskara meraih kedua tangan Cinta dan mengecupnya lembut membuat dada Cinta langsung berdesir.
Setelah mengecup tangan Cinta Bagaskara kembali membelai pipi Cinta lembut.
"Kamu sangat cantik hari ini Cinta,terimakasih sudah mau menjadi istriku,maaf telah membuatmu harus lama menungguku sampai aku tersadar bahwa aku membutuhkanmu,aku mungkin bukan suami yang baik dimasa lalu ,tapi ijinkan aku untuk berusaha menjadi suami yang lebih baik dimasa depan Cinta".
Cinta hanya menatap Bagaskara diam saat dia mengatakan semua itu,berbagai macam perasaan berkecamuk dalam hatinya saat ini,terharu bahagia bercampur jadi satu.
Ternyata pria yang terlihat dingin dan kejam dari luar masih punya sisi lembut dan baik didalam hatinya.
"Kenapa kamu diam saja,apa kamu tidak bahagia karena sudah menjadi istriku?",tanya Bagaskara terdengar khawatir karena dari tadi Cinta hanya diam menanggapi semua ucapannya.
__ADS_1
Cinta menggeleng"Aku sangat Bahagia mas,juga sangat terharu aku takut kalau aku menjawabmu aku tidak bisa menahan airmataku karena terlalu terharu dan bahagia sudah menjadi istrimu sekarang".
(Hari ini autor Upkan 2 bab saja ya,yang nunggu MPnya sabar ya semoga besok autor dapat ilham untuk Up bab Unboxing mereka๐๐๐).