Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
150.Hanya Sedikit.


__ADS_3

Cinta langsung terkejut saat Bagaskara menariknya sampai jatuh keatas pangkuannya.


"Kamu tidak papa?",tanya Bagaskara sambil menatap kearah Cinta yang berada diatas pangkuannya dan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja.


Cinta menggeleng sambil menatap kearah Bagaskara yang sudah menatapnya dengan ekspresi berbeda.


Cinta bermaksud bangkit dari pangkuan Bagaskara tapi tangan Bagaskara langsung menahannya membuat tubuh Cinta tertahan jadinya.


"Mas..",Cinta memanggil bermaksud untuk meminta bangkit tapi Bagaskara sepertinya sudah setengah sadar mendengar suara Cinta karena tiba tiba dia mengangkat tangannya dan mulai membelai wajah Cinta dengan lembut membuat Cinta hanya bisa diam merasakan belaian tangan Bagaskara diwajahnya.


Tanpa sadar Cinta membuka sedikit mulutnya karena merasakan belaian tangan Bagaskara membuat tubuhnya langsung berdesir.


Melihat ekspresi Cinta,tanpa peringatan Bagaskara menarik tengkuk Cinta dan langsung memagut bibir mungil Cinta yang setengah terbuka membuat Cinta harus mencengkram kedua pundak Bagaskara sebagai pegangan karena bagaskara menekan dalam ciumannya seolah ingin menghabiskan bibir Cinta saat itu juga.


Cinta memejamkan matanya saat merasakan sensasi semakin berdesir dibagian tubuhnya karena ciuman panas Bagaskara,tanpa sadar erangan lembut keluar dari tenggorokannya.


Mendengar suara merdu yang keluar dari tenggorokan Cinta Bagaskara perlahan melepas pagutan bibirnya dan perlahan berpindah mengecupi leher bagian depan Cinta yang terbuka.


Bagaskara memberikan kecupan kecupan basah dengan lidah dan bibirnya disana meskipun tidak sampai meninggalkan jejak karena meski dia sangat ingin melakukannya dia sadar tidak boleh sampai ada jejak perbuatannya ditubuh Cinta nanti.


"Mas...",panggil Cinta parau saat merasakan Bagaskara sudah berpindah menjelajah kelehernya dan semakin menimbulkan sensasi gelenyar nikmat bahkan tangan Cinta kini sudah berpindah melingkar dileher Bagaskara dan setengah menekan kepala Bagaskara kelehernya.


Bagaskara yang merasakan tangan Cinta menekan bagian belakang lehernya semakin menurunkan bibirnya sampai dibagian belahan depan gaun tidur Cinta yang rendah itu.


Disana Bagaskara menyesap lebih keras sampai terdengar bunyi kicap dari mulut bagaskara dan itu membuat Cinta kembali mengerang pelan.


Mendengar itu Bagaskara menatap Cinta yang wajahnya mulai diliputi kabut gairah.


"Aku ingin menciumnya",ucap Bagaskara parau.


Cinta hanya mengangguk mendengar permintaan Bagaskara karena sekarang otaknya sudah tidak dapat berpikir lagi.


Mendapat persetujuan dari siempunya Bagaskara tidak menyia nyiakan kesempatan itu,dia segera memutar tubuh Cinta agar berhadapan dengannya lalu mulai menciumi leher mulus Cinta terus turun kebawah sampai batas belahan dada yang terbuka sampai disana dengan cekatan tangan Bagaskara menurunkan jubah dan tali baju tidur Cinta hingga bagian buah dada Cinta hampir keluar dari pakaian tidurnya.


Dengan pelan Bagaskara menyesap lagi kulit atas dada itu,membuat Cinta langsung mendesis lagi merasakan sensasi nikmat dengan apa yang dilakukan Bagaskara.


Melihat respon Cinta, Bagaskara semakin berani menarik turun gaun tidur Cinta sampai bagian puncak dua gunung kembar itu akhirnya terlihat.

__ADS_1


Dengan lembut Bagskara mulai membelai kedua puncak itu secara bergantian dengan lidahnya, membuat Cinta semakin terlena.


Cinta mencengkram kuat pundak Bagaskara dan kembali mengerang lirih saat merasa tubuhnya semakin dipenuhi sensasi merinding luar biasa sampai kebagian bawah perutnya.


Apalagi saat Bagaskara mulai menyesap puncak dadanya dengan kuat secara bergantian.


Tanpa sadar Cinta langsung melengkungkan tubuhnya menyuruh Bagaskara agar tidak berhenti melakukan itu.


"Mas...",desis Cinta sambil menekankan kepala Bagaskara semakin kebawah dadanya.


Melihat Cinta sudah semakin bergairah Bagaskara segera melepas isapannya pada dada Cinta lalu mengangkat kepalanya menghentikan apa yang sudah dilakukannya barusan.


Cinta setengah ingin protes tapi Bagaskara segera menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.


"Sudah cukup',ucapnya dengan nafas terengah engah menatap Cinta dan membantu Cinta merapikan kembali pakaiannya.


"Sudah malam sekarang tidurlah",ucap Bagaskara sambil membelai wajah Cinta yang terlihat kecewa.


Cinta menatap Bagaskara sambil mengatur nafasnya untuk kembali normal lagi.


Setelah merasa sudah tenang perlahan Cinta turun dari atas pangkuan Bagaskara.


Bagaskara tidak menyahut hanya menatap Cinta sampai dia benar benar menghilang keluar dari dalam kamarnya.


Setelah itu baru dia menghembuskan nafasnya dengan keras.


Bagaskara menengadah bersandar dikursi kerjanya sambil memejamkan matanya berusaha berpikir tentang apa yang baru saja dilakukannya pada Cinta tadi.


"Dia benar benar membuatku gila",gumam Bagaskara.


***


Sementara itu setelah kembali kekamar dan menutup pintunya Cinta langsung terduduk lemas diatas ranjangnya.


"Oh Tuhan ini gila",gumam Cinta dengan memegang dadanya yang dari tadi masih saja berdebar debar karena sensasi akibat berciuman dengan Bagaskara tadi belum juga hilang.


Cinta menatap wajahnya dicermin yang ada didalam kamar itu,lalu perlahan Cinta membuka bagian atas baju tidurnya untuk memeriksa sisa perbuatan Bagaskara tadi.

__ADS_1


Meskipun tidak banyak tapi Bagaskara meninggalkan tandanya disana tepatnya dibagian atas dadanya,seolah sengaja agar tanda yang dibuatnya tidak bisa dilihat oleh orang lain.


"Ternyata begitu rasanya berciuman",gumam Cinta sambil tersenyum sendiri.


Setelah selesai memeriksa Cinta segera berbaring diatas ranjang disebelah Cello.


Cinta bermaksud tidur tapi bayangan Bagaskara berputar putar terus didepan matanya membuatnya hanya berguling guling diatas rqnjqng singgle itu sampai bosan.


Karena tidak bisa juga memejamkan matanya Cinta mengambil ponselnya lagi dan segera mengirim pesan kepada Bagaskara.


"Mas...".


"Hemm",Bagaskara langsung membalas pesan Cinta, membuat Cinta langsung senyum senyum sendiri.


"Mas belum tidur?",tulis Cinta.


"Belum mungkin sebentar lagi masih ada yang harus kukerjakan,kenapa?".


"Nggak,cuma mau memastikan aja,kenapa aku baru berpisah sama mas tapi sekarang sudah merasa rindu".


Setelah pesan itu terkirim lama Bagaskara tidak membalas sampai Cinta mulai merasa ngantuk tapi Bagaskara masih tidak juga membalas pesannya membuat Cinta sebal lalu meletakkan ponselnya diatas nakas dan bermaksud tidur saat tiba tiba ponselnya berbunyi tanda ada pesan baru masuk keponselnya.


"Kamu sudah tidur?",tulis Bagaskara.


"Hampir,kenapa mas?".


"tidurlah sudah malam,aku juga sudah akan istirahat sekarang".


Meskipun Bagaskara tidak menanggapi pertannyaan awalnya tapi nada dipesannya terdengar lembut membuat Cinta merasa bahagia membacanya.


"hemmm,selamat malam mas",balas Cinta.


"Selamat malam Cinta",balas Bagaskara membuat Cinta langsung tersenyum seolah Bagaskara memanggilnya mesra padahal hanya memanggil namanya saja.


'Ilove you mas Bagas',gumam Cinta pada ponselnya sebelum meletakkannya diatas nakas dan mulai memejamkan matanya yang terasa sudah sangat berat.


Bersambung😁😁😁.

__ADS_1


Sampai disini Aja dulu anget angetnya,jangan kebanyakan takut opa kita nggak bisa menahan diri lagi nanti😁😁.


Setelah membaca jangan bosan bosan untuk meninggalkan like,komen dan syukur syukur hadiah supaya autor semakin semangat untuk up dan inspirasi autor semakin banyak jadi nulis babnya juga bertambah🤗🤗.


__ADS_2