
Bagaskara menggulingkan tubuhnya kesisi Cinta setelah mereka selesai bercinta.
Dikecupnya lembut dahi sang istri yang basah oleh keringat akibat pergumulan mereka barusan.
"Terimakasih sayang",ucap bagaskara.
Cinta hanya mengangguk sambil tersenyum lemah.
"Kamu tidak papa,apa aku terlalu kasar tadi?",tanya Bagasakara khawatir.
Cinta kembali menggeleng,"Nggak mas aku hanya...".
"Serius nggak papa sayang?',tanya Bagaskara.
"I..iya aku hanya merasa sedikit lelah sebentar lagi juga pulih".
"Baiklah 10 menit setelah itu aku mau nambah lagi",ucap Bagaskara.
"Hah!,nambah apa maksudnya mas?",tanya Cinta.
"Tentu saja bercocok tanamnya sayang",jawab Bagaskara dengan mengungkung kembali tubuh Cinta, tapi Cinta segera mendorong tubuh Bagaskara untuk menyingkir.
"Nanti aja mas aku mau mandi dulu gerah",ucap Cinta.
"Kalau begitu kita mandi berdua sayang",ajak Bagaskara lalu bangkit dan mengangkat tubuh Cinta membawanya kekamar mandi sebelum cinta sempat protes.
Dikamar mandi kembali Bagaskara melancarkan aksinya berkedok memandikan Cinta sekalian meminta tambah jatah bercocok tanam kepada Cinta.
Akhirnya mandi mereka baru selesai setelah hampir 2 jam lamanya mereka mandi madu.
Kaki Cinta sampai terasa kram karena harus berdiri sambil menopang tubuhnya yang sedang kerjai Bagaskara dari belakang.
"Sudah mas",pinta Cinta saat Bagaskara selesai melakukan pelepasan mereka.
Melihat Cinta yang terlihat sudah kelelahan terpaksa Bagaskara menghentikan sesi permainan dikamar mandi mereka.
"Baiklah ayo kubantu kamu membersihkan diri sayang".
Cinta mengangguk karena memang sekarang tenaganya sudah habis untuk mengimbangi permainan Bagaskara barusan.
Setelah selesai mandi Bagaskara mengangkat tubuh Cinta kembali kekamar.
"Mau kubantu memakai baju?",tawar Bagaskara.
Cinta menggeleng,"Nanti saja aku sekarang kelaparan mas,ingin makan tapi tidak punya tenaga untuk keluar".
Mendengar itu Bagaskara merasa tidak tega.
"Kusuruh bik Siti memgantarkan makanan kesini ya sayang?".
Tapi Cinta menggeleng.
"Kenapa?".
"Mas saja yang ambilkan karena mas yang sudah buat aku kelelahan sampai aku nggak bisa berjalan keluar kamar",pinta Cinta.
Mendengar itu Bagaskara tidak protes, tapi berjalan keluar untuk mengambilkan makanan untuk Cinta.
Dimeja makan tampak bik Siti yang baru selesai menyiapkan makan malam untuk mereka.
__ADS_1
"Nyonya muda mana Pak?',tanya bik Siti karena melihat Bagaskara keluar sendiri dari dalam kamar.
"Cinta didalam kamar dia sedang tidak enak badan jadi aku yang akan membawakan makan malamnya kesana".
"Tadi siang baik baik saja,apa nyonya muda sudah akan jadi calon ibu?",tanya bik Siti terlihat senang karena anggota keluarga dirumah ini akan bertambah.
"Belum masih dalam proses pembuatan sekarang",jawab Bagaskara.
Kalau begitu bapak harus lebih sering membuatnya agar tuan kecil cepat jadi",
Bagaskara menatap bik Siti.
"Bukan tuan kecil, tapi nona kecil yang akan lahir selanjutnya",jawab Bagaskara lalu berlalu meninggalkan bik Siti yang terdiam sendiri.
"Ini makannya sayang".
Bagaskara menyerahkan nampan berisi sepiring nasi yang sudah diisi lauk pauk kepada Cinta.
"Mas sudah makan?",tanya Cinta sambil menerima piring itu.
Bagaskara menggeleng.
"Kamu makanlah dulu aku nanti saja",jawab Bagaskara.
"Ayo makan berdua",ajak Cinta,dengan menyodorkan sendok berisi makanan kemulut Bagaskara.
"Kamu saja sayang katanya tadi kelaparan".
"Aaa..buka mulutnya mas",perintah Cinta.
Dengan terpaksa Bagaskara menerima suapan dari Cinta.
"Lagi?",tawar Bagaskara.
Cinta menggeleng,"Aku sudah kenyang bagaimana dengan mas?".
"Kalau makan nasi sudah sih,tapi makanan yang lain itu belum ,aku merasa lapar terus sayang karena terlalu lama puasa",jawab Bagaskara.
Mendengar itu Cinta langsung menolak.
"Cukup mas hari ini aku nggak sangup lagi",ucap Cinta.
"Baiklah berarti besok boleh lagi kan sayang",pinta Bagaskara.
"Iya besok kalau mas tidak membuatku marah lagi".
Bagaskara menarik Cinta untuk masuk kedalam pelukanya,"Aku usahakan deh sayang".
"Kok cuma diusahakan sih mas".
Bagaskara menatap Cinta.
"Sayang maaf bukannya aku mau membuatmu marah atau kesal terus tapi aku memang sedang berusaha untuk mencoba memahami dirimu jadi aku mohon kamu sedikit bersabar menghadapi sifatku yang egois ini karena aku sudah terlalu lama bersikap seperti ini".
Cinta mendengarkan penjelasan Bagaskara dia mengerti pasti akan sulit bagi Bagaskara menjembatani perbedaan sikap mereka berdua secepatnya,meski kadang Cinta masih sangat kesal dengan sikap Bagaskara yang tidak peka tapi dia sebenarnya mengerti Bagaskara bukannya tidak berusaha tapi sedang berusaha.
"Aku mengerti kok mas mungkin ini memang sulit untuk mas,tapi aku juga bersyukur mas sudah mau mencoba pelan pelan memahami diriku juga keinginanku".
"Aku ingin kamu bicara kalau kamu ingin sesuatu dariku sayang".
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku ingin bertanya sama mas,apa mas juga ingin kita segera punya anak?",tanya Cinta.
Bagaskara langsung mengangguk,"Aku mau gadis kecil yang cantik kaya kamu sayang".
"Memang bisa langsung request seperti itu",ucap Cinta cemberut.
"Tentu saja boleh sayang kamu mau coba sekarang"goda Bagaskara.
"Mas!!",hardik Cinta.
Bagaskara tertawa karena Cinta sewot mendengar ucapannya.
"Kebiasaan",gerutu Cinta.
"Tapi kamu suka kan sayang?".
"Apaan sih mas,"gerutu Cinta.
"Ya udah malam ini kita istirahat tapi besok harus disambung lagi bercocok tanamnya sampai kita berhasil punya baby cewek,jangan sampai Willy mendahului kita".
"Emang om Willy juga mau punya anak?".
"Iya,tapi kita harus mendahului dia".
"tapi besok aku harus kuliah mas ijinku sudah habis".
"Kenapa nggak bilang sih sayang?".
"Mas yang nggak tanya tadi tau tau langsung menyerangku saat aku baru bangun tidur".
"Yah kenapa harus besok sayang ijin aja ya,aku aja besok ijin nggak kekampus karena masih pengen dekat kamu".
"Nggak bisa mas nanti kalau aku nggak lulus mata kuliah ini gimana?".
"Masalah itu biar aku yang ngurus,sama dosennya",ucap Bagaskara.
"Kayanya tetap nggak bisa deh mas karena dosennya killer banget,bahkan sekali nggak ikut jam kuliahnya langsung diblacklist".
Mendengar itu Bagaskara mengerutkan kening dan tiba tiba mengambil ponsel miliknya.
"Mas mau ngapain?",tanya Cinta heran.
"Mau menghubungi pihak kurikulum kampus, mau tanya besok siapa nama dosen yang akan memberikan materi kuliah di jurusanmu".
Mendengar itu Cinta diam, dia membiarkan Bagaskara menghubungi pihak kampus dan menanyakan tentang dosen yang akan mengajar di jurusannya besok.
Setelah menghubungi pihak kampus, tidak sampai lima menit Bagaskara menatap kearah Cinta yang pura pura tidak tau.
"Sayang...",panggil Bagaskara pada Cinta yang pura pura sibuk dengan ponselnya saat Bagaskara menelpon tadi.
"Hemmm",jawab Cinta.
"Kamu sengaja kan",ucap Bagaskara geram dengan mengambil ponsel milik Cinta dari tangannya.
Cinta menggeleng,"Nggak mas,emang apa kata pihak kurikulum?",tanya Cinta.
"Besok dosen yang mengajar kelasmu ternyata aku".
"Kan memang iya,mas nggak ingat?".
__ADS_1
Bagaskara menatap sang istri gemas karena berhasil dikerjai lagi.