
Anandita bangun dengan tubuh terasa sakit semua.
Diliriknya bantal disebelahnya sudah kosong apakah Gavin sudah bangun sepagi ini,batinnya.
Dengan pelan Anadita turun dari atas ranjang,dia mencoba mencari dimana pakaian tidur yang tadi malam dipakainya tapi ternyata tidak ada,kemana Gavin melempar semua benda benda pribadi miliknya tadi malam,gerutunya dengan sebal karena tidak menemukannya meskipun Anadita sudah mencari sambil berjongkok dibawah meja rias yang ada dikamar tapi semua benda itu tidak dapat ditemukannya.
Anandita bermaksud keluar dari bawah meja untuk langsung kekamar mandi tiba tiba dia terkejut saat mendengar suara Gavin dari belakangnya.
"Kamu ngapain Yank dibawah meja?"
Anadita bermaksud menoleh kesumber suara tapi tiba tiba
"Duk!!,Auw!"kepala Anadita terbentur bawah meja rias dengan keras membuat dia sampai berteriak.
"Minggir!".Anadita memerintahkan Gavin yang berada tepat dibelakangnya untuk menyingkir dari sana.
"Kamu mencari apa dibawah sana?"tanya Gavin setelah Anandita sudah keluar dari bawah meja.
"Mencari pakaian dalam dan baju tidurku tadi malam kemana kamu melemparnya?",tanya Anandita.
"Tu!"Gavin menunjuk tempat sampah yang ada didalam kamar.
Anandita langsung melotot melihat Gavin menunjuk tempat itu dan bergegas memeriksanya.
Ternyata benar baju dan pakaian dalamnya berada disana.
"Kenapa dibuang inikan masih baru,aku baru memakainya dua kali dengan tadi malam".
"Itu sudah nggak bisa dipakai,aku akan membelikan lagi nanti yang baru dan banyak jadi kau bisa selalu memakai baju itu saat didepanku".
Anandita tidak mendengarkan ucapan Gavin tapi memeriksa baju yang baru diambilnya dari tempat sampah dan betapa terkejutnya dia karena seperti kata Gavin baju itu sudah tidak bisa dipakai lagi karena robek jadi dua dibagian dada sampai kebelakang.
Anandita lalu memeriksa pakaian dalamnya tapi ternyata bentuknya tidak jauh beda sama seperti baju miliknya tadi,melihat itu Anandita langsung menatap Gavin dengan kesal.
"Mulai sekarang aku nggak mau menuruti keinginanmu memakai baju kurang bahan seperti ini,buang buang uang lebih baik aku nggak usah pakai baju aja sekalian!"ucap Anandita langsung melempar kembali seluruh barang itu ketempat sampah dan segera bergegas masuk kedalam kamar mandi dengan membanting pintu tepat dihadapan Gavin yang bermaksud mengatakan sesuatu padanya.
*****
Anandita masih memasang tampang cemberut saat mereka sudah tiba disekolah.
__ADS_1
"Yank sudah dong itukan hanya baju,masa kamu masih tetap cemberut".
"Aku nggak ingin membahasnya lagi!"
"Kalau gitu lupakan ya jangan cemberut lagi"rayu Gavin mencoba untuk menyentuh wajah istrinya.
"Jangan sentuh,aku masih sebal kamu selalu menganggap sepele semua hal,mentang mentang punya uang untuk membelinya lagi"gerutu Anadita ingin membuka pintu mobil bermaksud untuk keluar.
"Aku memang cuma punya uang selain itu aku nggak punya apa apa dan selama ini orang orang disekitarku hanya memandangku karena aku punya uang,maaf karena aku nggak bisa menghargai benda benda kecil sepertimu".
Ucapan Gavin seketika membuat Anandita langsung menghentikan niatnya untuk membuka pintu mobil.
"Itu...,aku nggak bermaksud mengatakan itu tentangmu,aku hanya marah dan sebal".
"Tapi kau baru saja mempermasalahkan tetang uang denganku".
"Aku tidak,Vin!!"
"lalu kenapa saat aku mau membelikanmu baju tidur yang baru kamu tidak mau,bukan salahku tadi malam merobek bajumu!"
"Lalu kau mau bilang itu salahku?"tanya Anadita kembali emosi.
"Apa...kau...!"Anandita menatap Gavin dengan marah.
"Itu salahmu kenapa kau sangat menggoda saat terangsang membuat aku tidak tahan untuk menunggu sampai berhasil melepas pakaianmu".
Mendengar apa yang diucapkan Gavin Anandita langsung membuka pintu mobil dan menutupnya dengan keras saat keluar membuat Gavin jadi semakin bingung pada Anandita.
*****
Dikelas.
Anadita masuk kekelas XII IPA2 dengan wajah datar seperti biasa.
"Selamat pagi semua!"sapa Anandita tanpa menatap atu melirik kearah kursi Gavin.
"Pagi bu!!!"jawab mereka serentak.
"Kita lanjutkan pelajaran hari ini dengan bab terakhir di semester gqnjil ini sebelum minggu depan kita mulai UASnya,tqpi sebelumnya silahkan kalian kumpulkan tugas yang ibu berikan minggu kemarin sekarang juga!"
__ADS_1
Para murid mulai mengumpulkan tugas mereka satu persatu.
"Sudah semua!"tanya Anandita sambil menatap seluruh murid dikelas itu termasuk Gavin dengan tatapan sama.
"Vin mana tugas kita?"tanya Aldo dengan gugup.
"Sebentar,sepertinya ketinggalan dirumah tadi"jawab Gavin.
"Apa!!,oh tidak bagaimana ini, lo aja yang bilang sama bini lo ya sana gue nggak berani".
"Dasar lo".
"Jadi apakah ada yang masih belum ngumpul tugas yang saya berikan,kalau ada swgwra dikumpulkan karena saya sudah memberi waktu cukup lama untuk mengerjakannya".
Mendengar itu Gavin langsung berdiri,membuat Anandita terkejut tidak menyangka bahwa ternyata yang belum mengumpul tugasnya hanya Gavin membuat Anadita semakin marah.
"Saya belun bisa mengumpul hari ini bu Dita"
"Kenapa?,apakah kamu belum mengerjakannya atau lupa tidak membawa tugasmu".
"Saya lupa,tugas saya tertinggal diatas meja nakas samping tempat tidur saya".
oh tuhan ternyata kertas itu,jadi tadi pagi Gavin masuk kamar ternyata untuk mengambil tugasnya sebelum mereka bertengkar tentang linggery.
"Ehem,jadi karena kamu lupa membawa tugasnya, yang berarti kamu sudah mengerjakan tugas itu jadi aku minta kamu maju kedepan untuk melakukan presentasi,tentang makalah yang kau buat".
Semua murid dikelas itu langsung menatap kearah Gavin,mereka tidak percaya dengan apa yang diperintahkan buDita pada Gavin yabg menyuruh melakukan presentasi swcara langsung.
Aldo menatap Gavin gugup,tapi Gavin tampak tenang saja mendengar perintah dari Anandita,dengan tenang dia berjalan kedepan kelas dan mulai menulis garis besar tentang isi makalah yang dia buat, setelah itu dia mulai menjelaskan rincian isi makalahnya secara lengkap membuat semua murid yang berada dikelas itu terdiam tidak ada yang bicara,mereka tidak menyangka bahwa Gavin yang terkenal bandel nakal ,dan tidak perduli dengan orang lain,ternyata punya otak cerdas.
"beri tepuk tangan yang meriah untuk presentasi yang sangat bagus dari Gavin"ucap Anandita dengan bertepuk tangan yang langsung diikuti oleh seluruh murid yang ada dikelas itu.
Tanpa mengatakan apa apa Gavin langsung kembali kekursinya.
"Wah Vin setelah ini lo pasti akan semakin terkenal,hilang sudah imej negatif tentang lo,istri lo memang luar biasa,sengaja membuat makalah kita tertinggal dan lalu membuat lo mempresentasikan hasil tulisan lo, agar semua orang tidak menyepelekan lo lagi".
Gavin hanya diam tidak menjawab Aldo,dia sedang sibuk mengirim pesan keponsel Anandita.
"Kamu sengaja melakukan itu untuk membalasku kan Yank,setelah pulang sekolah nanti kamu harus ikut aku membeli Lingery baru ketoko,mulai sekarang kau harus memakai itu setiab hari karena sengaja mengerjaiku."
__ADS_1