Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
146. Belanja.


__ADS_3

Cinta mengajak Nisa pergi kesalah satu Mall yang ada dikota itu dengan naik angkutan umum.


sampai diMall Cinta langsung mengajak Nisa untuk pergi ketoko pakaian.


"Cinta tunggu dulu kita belum selesai bicara tadi",ucap Nisa pada Cinta.


"masalah apa bukannya aku sudah memberi taumu bahwa aku sedang mencoba menarik perhatian mas Bagaskara".


"Apa!, kamu manggilnya sudah mas?,sebenarnya sedekat apa sudah hubungan kalian?",tanya Nisa penasaran.


Menjawab pertanyaan seperti itu Cinta langsung menunduk.


"Sebenarnya kami sudah menikah".


"What menikah!,Cinta aku serius bertanya kamu jangan mengajakku bercanda sekarang",ucap Nisa dengan mencekal lengan Cinta karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan Cinta barusan.


"Aku serius Nisa kami sudah menikah".


"Tapi...tapi..bukannya kalian baru bersama selama sebulan lalu kapan kalian nikahnya",tanya Nisa merasa bingung.


"Itu...sebenarnya kami sudah menikah tiga tahun yang lalu".


Mendengar apa yang dikatan Cinta, Nisa merasa semakin bingung.


Melihat itu Cinta segera menjelaskan pada Nisa bagaimana sampai dia dan Bagaskara bisa menikah lalu apa yang terjadi setelahnya,meskipun hanya secara garis besarnya saja.


"Jadi seperti itu",ucap Nisa.


Cinta mengangguk"Tapi mas Bagaskara belum mau mengakuiku sebagai istri meskipun sekarang dia sudah tau aku adalah perempuan yang sudah dinikahinya tiga tahun lalu",ucap Cinta sedih.


Melihat itu Nisa langsung memeluk Cinta memberinya semangat.


"Mungkin Pak Bagaskara takut kamu menyesal kalau kamu tetap bersamanya karena perbedaan usia kalian yang cukup jauh itu".


"Tapi aku tidak mempermasalahkan itu Nisa".


"Lalu apa kamu yakin dengan perasaanmu?",tanya Nisa.


"Awal pertemuan kami lagi aku memang hanya ingin membantunya untuk merawat Cello tapi seiringnya waktu dan seringnya kami bertemu, jujur saja aku mulai terbiasa dengan keberadaannya dan menurutku dia pria yang baik juga penuh tanggung jawab membuat aku merasa kagum serta simpatik padanya".


"Tapi apa kamu mencintainya?",tanya Nisa.


Cinta menghela nafas"Aku tidak tau tapi aku merasa aku ingin bersamanya dan aku merasa sakit saat dia mengatakan ingin berpisah denganku".


"Jadi kamu ingin mencoba bertaruh apakah hubungan kalian ini bisa berhasil nantinya atau tidak".


"Mungkin iya tapi aku benar benar ingin mencoba menjadi istrinya meskipun nanti kami akan berpisah".

__ADS_1


"Apa dia juga tertarik padamu kalau hanya kamu yang mencoba tapi pak Bagas sama sekali tidak tertarik padamu kurasa itu juga akan sia sia.


"Sepertinya iya".


"Maksudmu pak Bagas juga menyukaimu tapi dia tidak ingin mengakuinya.


Cinta mengangguk untuk menjawab apa yang dikatakan Nisa.


"Kalau memang dia sengaja menghindar karena takut perasaannya akan terlihat,kamu memang sebaiknya mengambil inisiatif untuk menggodanya,agar dia sadar tentang perasaannya".


"Iya tapi...",Cinta terdiam.


"Kenapa?",tanya Nisa bingung.


"Itu..Nisa..aku tidak punya pengalaman soal menggoda pria apalagi ini yang sudah matang bagaimana ini".


Mendengar itu Nisa tiba tersenyum smrik kepada Cinta.


"Kamu jangan khawatir serahkan saja semua itu padaku hari ini waktuku khusus menemanimu belanja barang barang yang akan dipakai untuk menggodanya",ucap Nisa.


"Tapi barang barang apa yang bisa membuat dia tertarik padaku Nis".


"Ayo ikut aku".


Nisa menarik tangan Cinta, membawanya masuk kedalam toko pakaian dalam besar di Mall itu.


"Tentu saja untuk belanja barang barang yang akan dipakai menggoda suami matangmu itu".


"Emang barang apa yang harus kita beli disini".


Nisa membisikkan sesuatu ketelinga Cinta dan membuat Cinta langsung terbelalak terkejut.


"Nisa kamu gila aku rasa tidak harus sampai seperti itu,itu...itu..terlalu cepat".


"Apanya yang cepat kamu pikir menggoda suami itu hanya supaya dia menatap kearah kita,lalu bilang kamu cantik pakai baju itu aku suka,nggak Cinta kalau kamu memutuskan untuk menerima pernikahanmu kamu harus mau menyerahkan semua yang kamu miliki untuknya".


Cinta terdiam mendengar itu,dan sedikit khawatir apakah dia siap jika benar Bagaskara nanti akan meminta haknya sebagai suami sedangkan dia bilang dia sudah setuju melanjutkan pernikahan ini.


"Apa aku punya waktu sebentar untuk berpikir Nisa?",tanya Cinta gugup.


Nisa langsung menggeleng"Ayo kubantu kamu memilih pakaian dinas malammu disini",ucap Nisa dengan menarik tangan Cinta.


Dengan perasaan sangat gugup Cinta mengikuti Nisa pergi kebagian baju tidur.


Cinta menatap deretan baju tidur yang tergantung disana,ada jenis linggeri baju kurang bahan lalu piyama seksi,dan masih banyak jenis lainnya lagi.


"Nisa aku nggak mau beli lingerie,itu terlalu berlebihan aku takut Mas Bagaskara malah marah nanti.

__ADS_1


"Baik tahap pertama jangan beli lingerie tapi juga jangan beli daster lebar itu meskipun sangat nyaman".


"Lalu ?",tanya Cinta.


"itu",Nisa menunjuk piyama pendek dengan tali spageti warna hitam pada Cinta.


"Itu...",cinta langsung menelan ludahnya sendiri karena gugup.


Nisa langsung mengangguk"Itu dibagian luarnya ada piyama tipisnya jadi tidak terlalu kentara tapi tetap terlihat menggoda".


Mendengar itu Cinta setuju.


Karena selama ini dia kalau tidur hanya memakai celana longgar dan kaos longgar pasti sangat tidak menarik dimata bagaskara,kalau dia ingin Bagaskara tergoda dia memang harus merubah penampilannya,agar sedikit menarik meskipun itu hanya didalam rumah karena interaksi mereka juga banyak didalam rumah selama sebulan ini.


Cinta membeli beberapa stel piyama model seperti itu dengan warna berbeda beda.


"Bagian penutupnya juga, agar saat nanti kalian akan melakukannya Pak Bagaskara semakin tergoda padamu".


Cinta melotot saat melihat Nisa juga memasukkan beberapa stel pakaian dalam seksi kedalam keranjang belanjaannya.


"Nis ini berlebihan kurasa",ucap Cinta.


Nisa menggeleng.


"Percayalah kamu akan memerlukannya".


Karena Nisa bersikeras agar Cinta juga membelinya akhirnya Cinta pasrah dan membawa semua benda itu kekasir untuk membayar.


Setelah selesai membeli baju tidur Nisa mengajak Cinta ketoko parfum.


"Untuk apa kita kesini?",tanya Cinta bingung lagi.


"untuk beli parfum supaya saat dia berada didekatmu aroma harum dari parfum yang kamu pakai bisa membuatnya tertarik padamu".


"Baiklah",ucap Cinta pasrah.


Setelah belanja hampir setengah hari akhirnya mereka selesai juga.


Cinta meluruskan kakinya yang terasa mau lepas karena dari tadi diajak berputar putar oleh Nisa.


"Setelah beristirahat sebentar aku akan langsung pulang naik angkot sebentar lagi ",ucap Cinta.


"Kenapa kamu harus repot berdesak desakkan naik angkot,kamu nggak ingin mencoba menghubungi pak Bagas untuk minta dijemput pulang sekarang".


"Kamu gila aku tidak akan berani melakukan itu,dan pasti mas Bagas juga tidak akan mau melakukannya".


"Coba saja,kita lihat apakah pak Bagas akan menjemputmu atau tidak",ucap Nisa.

__ADS_1


__ADS_2