
Bagaskara masuk kedalam rumah yang terlihat sunyi karena hari memang sudah cukup malam saat dia pulang.
Waktu masih dikantor tadi dia sudah menghubungi Cinta mengatakan kalau dia harus lembur malam ini karena pekerjaannya yang menumpuk akibat minggu kemarin dia banyak tidak pergi kekantor.
Sebenarnya ada rasa tidak tega pasa Cinta karena larut malam seperti ini dia baru pulang dari kantor'Sepertinya dia harus menambah pegawai lagi agar pekerjaannya berkurang dan dia punya waktu lebih banyak dengan Cinta nanti',batin Bagaskara sambil melangkah masuk kedalam kamar mereka.
Didalam kamar tampak Cinta yang sudah terlelap dibalik selimut.
Karena tidak tega membangunkan Cinta Bagaskara langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai dia langsung naik keatas tempat tidur dan ikut masuk kedalam selimut bersama Cinta.
Ditariknya tubuh Cinta untuk masuk kedalam pelukannya.
Merasa ada tangan yang meraihnya tubuhnya Cinta terbangun.
"Emm,mas sudah pulang?",tanya Cinta sambil mengerjapkan matanya menoleh kearah Bagaskara.
"Iya aku baru pulang maaf kemalaman sayang",ucap Bagaskara dengan mengecup dahi Cinta.
"Hemm",gumam Cinta dengan menyelusupkan tubuhnya masuk kedalam pelukan Bagaskara.
Bagaskara menarik tubuh Cinta merapat kearahnya dan terkejut saat melihat baju tidur yang dipakai Cinta.
"Sayang..",panggil Bagaskara.
"Hemm,"Cinta hanya menggumam menjawab panggilan itu.
"Apa tamu bulananmu sudah selesai?",tanya Bagaskara sambil mulai membelai tubuh Cinta yang hanya berbalut lingeri transparan yang dipakainya dibalik selimut tadi.
"Sudah",jawab Cinta.
"Kapan?",tanya Bagaskara lagi.
"Kemarin",jawab Cinta.
Mendengar itu Bagaskara langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh Cinta dan melihat bagaimana penampilan Cinta yang tidur dengan memakai linggeri sexy itu.
Cinta diam saja melihat Bagaskara menatapnya sampai menelan ludah karena terpesona dengan penampilannya sekarang.
"Ka..kalau begitu berarti aku sudah boleh mulai bercocok tanam lagi dong sayang diladang milikmu",ucap Bagaskara tanpa berkedip menatap sang istri dan tanpa sadar tangannya sudah menyusuri tubuh Cinta yang berbalut linggeri itu.
Cinta hanya mengangguk mendengar permintaan Bagaskara.
__ADS_1
Tapi tiba tiba Bagaskara menghentikan gerakan tangannya dan menatap kearah Cinta intens.
"Tapi aku lupa untuk membeli pengaman sayang,aku akan menyuruh Willy saja membelikannya dulu sebelum kita mulai melakukannya malam ini".
"Nggak usah mas",ucap Cinta.
Bagaskara langsung terkejut mendengar itu.
"Maksudnya kita nggak usah melakukannya malam ini,kenapa sayang padahal kamu sudah sangat menggoda dengan baju ini,apa kamu nggak kasihan sayang aku sudah menahan seminggu lalu malam ini setelah kamu menggodaku seperti ini malah kamu bilang nggak usah,tega banget sih kamu sayang",ucap Bagaskara dengan wajah muram.
Mendengar semua yang diucapkan Bagaskara barusan Cinta jadi gemas.
"Maksudku nggak usah pakai pengaman mas",ucap Cinta.
Bagaskara diam sebentar mendengar itu.
"Kamu yakin sayang bagaimana kalau kamu nanti hamil?",tanya Bagaskara.
"Mas harus tanggung jawab",jawab Cinta santai.
Bagaskara kembali diam,membuat Cinta kembali menutup tubuhnya dengan selimut dan langsung membalikkan tubuh membelakangi Bagaskara membuat Bagaskara terkejut dengan reaksi Cinta tersebut.
"Ini sudah malam mas sebaiknya sekarang kita tidur".
"Tapi kita belum mulai sayang jangan tidur dulu",ucap Bagaskara dengan berusaha melepas selimut dari tubuh Cinta.
"Besok saja mas nunggu mas beli pengaman baru kita melakukannya",jawab Cinta dengan semakin erat membungkus tubuhnya dalam selimut membuat Bagasakara kesulitan menariknya.
"Sayang jangan begini katanya nggak papa kalau nggak pakai pengaman",rayu Bagaskara lagi.
Mendengar itu Cinta semakin sebal lalu melepas selimut yang membungkus tubuhnya dan langsung bangun duduk menghadap Bagaskara yang menatap Cinta tanpa berkedip sedikit pun.
"Sayang...",panggil Bagaskara.
"Jangan manggil manggil lagi,mas itu menyebalkan tau,aku sudah susah payah menyiapkan ini semua untuk menyambut mas pulang tadi tapi tiba tiba mas bilang akan pulang terlambat ,aku mencoba menunggu mas sampai ketiduran karena terlalu lama saat mas datang kupikir mas akan langsung memuji dan merayuku karena aku sudah memakai baju seperti ini dan kita bisa menikmati malam pernikahan kita yang tertunda beberapa hari yang lalu tapi malah mas meributkan hal yang tidak penting denganku,kenapa sih mas sama sekali nggak peka",omel Cinta sambil menghapus air matanya yang mengalir dipipi.
Bagaskara hanya diam mendengar semua yang dikatakan Cinta dia bisa melihat ekspresi sangat kecewa diwajah istrinya itu saat ini dan dia merasa sangat bersalah, andai dia tau Cinta sengaja menyiapkan semua ini untuknya pasti dia akan menunda pekerjaannya dan memilih pulang cepat.
Bagaskara mencoba meraih tubuh Cinta untuk memeluknya tapi Cinta langsung menepis tangan Bagaskara karena merasa sangat kesal.
"Sayang maaf,aku tidak bermaksud...".
__ADS_1
"Jangan menghiburku mas,mas membuatku kecewa".
"Maaf sayang,aku benar benar minta maaf,aku salah kali ini kalau tai kamu sengaja melakukan ini untuk menyambutku aku pasti akan pulang cepat mulai besok aku akan berusaha memperbaiki kesalahanku ini aku akan belajar mengerti dirimu maaf sayang jangan menangis lagi ya...".
"Mas cuma bicara tanpa mencoba membuktikan apa yang sudah mas katakan",omel Cinta.
Bagaskara terpaksa menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu karena bingung menghadapi Cinta yang sudah mode ngambek seperti itu.
"Sayang bagaimana cara aku bisa membuktikan bahwa aku serius dengan apa yang aku katakan tadi",ucap Bagaskara bingung.
"Jangan menyentuhku!",jawab Cinta ketus.
"Maksudnya?".
"Malam ini kita batal bercocok tanam jadi puasa diperpanjang" jawab Cinta.
Bagaskara ingin protes mendengar itu tapi khawatir Cinta semakin ngambek padanya.
"Baiklah,asal kamu tidak marah lagi sayang,aku tunda buka puasanya sampai besok",ucap Bagaskara dengan tidak bersemangat.
Cinta sedikit kecewa mendengar jawaban Bagaskara tapi biarlah sekali kali suaminya itu perlu diberi pelajaran agar mengerti bahwa dia serius saat bicara.
"Ya sudah sekarang aku mau tidur ngantuk",ucap Cinta kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang diikuti Bagaskara yang ikut merebahkan tubuhnya disamping Cinta lagi.
Cinta sengaja tidur dengan posisi membelakangi Bagaskara tanpa menutup seluruh tubuhnya dengan selimut supaya Bagaskara dapat melihat punggungnya yang terbuka dengan balutan linggeri sexy itu.
Melihat pemandangan indah didepannya Bagaskara berkali kali harus menelan ludahnya yang terasa kelat ingin menyentuh tubuh Cinta tapi dia khawatir Cinta akan menolaknya.
"Sayang...",panggil Bagaskara lirih.
"Tidur mas sudah malam aku ngantuk",jawab Cinta pelan.
"Boleh nggak cuma peluk kamu malam ini sayang?",tanya Bagaskara pelan.
"Boleh",jawab Cinta.
Bagaskara langsung bersemangat mendengar itu,"Serius sayang boleh?",tanyanya seolah tidak percaya.
"Iya tapi cuma peluk tidak boleh sampai bercocok tanam" jawab Cinta.
"Baiklah sayang",ucap Bagaskara kembali tidak bersemangat.
__ADS_1