
Anandita membuka matanya,dirabanya tempat tidur disebelahnya sudah kosong,dimana Gavin sepagi ini sudah bangun.
Anandita langsung mencari baju yang tadi malam dilempar Gavin dengan sembarangan saat mereka mau tidur.
Kebiasaan Gavin selalu suka melempar bajuku kesembarang tempat ,gerutu Anandita.
Setelah hanya berhasil menemukan kaos milik Gavin Anandita langsung bangun dengan hanya mengenakan atasan milik Gavin itu dan langsung berjalan kekamar mandi menyelesaikan panggilan alam dulu sebelum keluar kamar mencari Gavin.
Saat keluar dilihatnya Gavin sedang berdiri diteras Bungalow yang menghadap langsung kelaut.
Gavin sedang melakukan panggilan di ponselnya dengan posisi membelakangi Anandita.
Melihat itu Anandita berjalan pelan dan langsung memeluk pinggang Gavin dari belakang.
"Pagi,Vin!"sapa Anandita dengan menempelkan wajahnya kepunggung Gavin yang telanjang.
Mendengar itu Gavin langsung menyudahi panggilannya diponsel.
"Kamu sudah bangun Yank?"tanya Gavin dengan memutar tubuh Anandita untuk menghadap kearahnya.
"Hemm"Anandita menganggukan kepalanya.
"Sudah selesai nelponnya?"tanya Anandita.
"Iya,itu tadi dari Mas Heru yang menanyakan kapan kita pulang."
"Mas Heru, emang ada masalah?"tanya Anandita.
"Nggak penting banget sih tapi aku kan sudah cukup lama nggak keKafe jadi wajar dia bertanya",terang Gavin.
Anandita hanya mengangguk, tanda paham.
"Kapan kita akan pulang,lusa juga sekolah sudah dimulai meskipun belum efektif?".
"Bagaimana kalau besok kita kembali",ucap Gavin.
"Baiklah berarti hari ini terakhir kita menghabiskan waktu disini?"tanya Anandita dengan menatap hamparan pantai didepannya.
"Ya,karena itu aku ingin mengajakmu naik kapal hari ini"ucap Gavin dengan memeluk pinggang Anandita.
"Kamu serius Vin?"Anandita langsung Antusias mendengar ucapan Gavin.
Gavin hanya menganggukan kepala untuk menjawabnya.
"Jadi mandi dan bersiaplah Yank",perintah Gavin.
"Kita akan berangkat sekarang?"tanya Anandita karena sekarang hari masih cukup pagi.
"Iya,jadi ayo kita mandi",Gavin menarik Anandita masuk kedalam bungalow menyuruhnya untuk mandi.
Setelah Anandita selesai Gavin gantian mandi, setelah mereka selesai bersiap Gavin mengajak Anandita untuk kepelabuhan penyewaan kapal yang diperuntukkan untuk para wisatawan.
__ADS_1
Sampai dipelabuhan Anandita terkagum kagum dengan kapal layar yang ada disana.
"Wah bagus sekali,apakah kita akan naik kapal yang seperti itu?"tanya Anandita pada Gavin.
"Iya tapi yang akan kita naiki yang itu Yank"Gavin menunjuk sebuah kapal boats mewah, seperti yang sering Anandita lihat diinternet maupun drama drama di televisi.
Anandita langsung kagum melihat kapal jenis boats yang ditunjuk Gavin.
"Kamu serius kita akan naik itu?"Anandita menunjuk kapal yang dikatakan gavin dengan tidak percaya.
"Iya,hari ini aku akan mengajakmu berenang dan berkeliling daerah sekitar pulau ini".
"Itu luar biasa,Vin!!"Anandita memeluk Gavin bahagia.
"Ayo!"Gavin menggandeng tangan Anandita menuju kapal Boats yang akan mereka naiki.
Sampai diatas Boats Anandita terkagum kagum dengan kemewahan interior dalam Boats itu.
"Ayo kita keatas Gavin mengajak Anandita kebagian belakang kapal yang terdapat tempat untuk bersantai.
"Ini...!"Anandita terkejut karena ternyata Tavin menyiapkan menu sarapan romantis diatas Dek untuk mereka berdua.
"Maaf aku belum bisa mengajakmu untuk makan malam romantis seperti yang kamu mau Yank,tapi semoga ini bisa sedikit menggantikannya".Ucap Gavin dengan membantu Anandita duduk.
"Ini sudah lebih dari cukup makasih banyak,untuk semuanya,Vin"jawab Anandita dengan terharu.
"Sebentar aku punya sesuatu untukmu".
Gavin mengeluarkan sebuah kotak beludru warna merah dari kantong celananya.
"Bukalah aku membelikannya waktu dikota J kemaren".
Anandita membuka kotak beludru pemberian Gavin,didalamnya terdapat kalung dengan liontin berbentuk bintang kecil dengan hiasan berlian disekeliling liontinnya.
"Suka?"tanya Gavin dengan menatap Anandita.
Anandita mengangguk kearah Gavin.
"Bagus sekali aku suka,makasih banyak,Vin"jawab Anandita dengan mata berkaca kaca karena terharu.
"Aku bantu memasangkannya".
Gavin mengambil kalung itu dari tangan Anandita lalu memasangkannya dileher Anandita.
Anandita menyentuh kalung yang melingkar dilehernya dengan tangannya,dia tidak menyangka akan mendapat kejutan spesial seperti ini tadi.
"Sudah,ayo kita makan sarapannya nanti kita akan berenang ditengah pulau".
"Iya".
Mereka menikmati sarapan mereka dengan melihat pemandangan indah sepanjang pantai itu.
__ADS_1
Perahu Boats yang mereka sewa membawa mereka menuju ketengah pulau tempat biasa orang menyelam untuk melihat terumbu karang disana.
"Tempat ini indah sekali"ucap Anandita dengan terkagum kagum.
"Ayo kita bersiap untuk berenang".
Gavin membantu Anandita memasang perlengkapan selamnya setelah itu baru memasang miliknya sendiri.
"Kamu pernah datang kesini?"tanya Anandita karena merasa Gavin sangat familiar dengan tempat itu.
"Aku sering menyelam disini dengan Aldo,dulu".Terang Gavin.
"Oh,kupikir".
"Apa yang kamu pikirkan?"tanya Gavin.
"Tidak ada,aku hanya merasa kamu seperti familiar dengan tempat ini".
Gavin hanya diam tidak membahas lagi masalah itu,taoi langsung membantu Anandita untuk turun kelaut.
Seperti kata Gavin pemandangan didalam laut itu benar benar indah banyak beraneka macam ikan dan terumbu karang yang indah membuat dia seolah berada didunia dongeng.
Lama mereka menyelam,setelah merasa lelah mereka berdua naik lagi keatas kapal.
Mereka mengganti kostum menyelam dengan baju santai sambil duduk saling bersandar diatas Dek perahu menikmati pemandangan laut luas yang terhampar didepan mereka.
"Bagaimana,bagus bukan pemandangan dibawah sana?"tanya Gavin.
"Iya,aku seperti tidak percaya dengan apa yang aku lihat tadi".
"Ayo kita pergi lagi kesini lain kali",ajak Gavin.
"Kamu akan mengajakku kesini lagi nanti?" tanya Anandita dengan menatap kearah Gavin.
"Iya,aku bukan hanya akan mengajakmu kesini tapi aku akan mengajakmu kemana aku akan pergi,karena sepertinya aku tidak bisa jauh darimu Yank",Ucap Gavin dengan mencium tangan Anandita yang dari tadi berada digenggamannya.
"Makasih,sudah menjadikan aku orang yang sangat berarti dihidupmu"jawab Anandita dengan perasaan terharu karena merasa begitu besar perhatian Gavin padanya selama ini.
Anandita merasa sangat beruntung bisa dipertemukan tuhan dengan Gavin, meskipun diawali dengan kesalahpahaman dulu.
"Ilove you"ucap Gavin dengan membelai wajah Anandita.
"Ilove you too,kamu adalah kesalahan terindah dalam hidupku"ucap Anandita.
Anandita lalu mengecup bibir Gavin dengan mesra.
Dengan sama mesranya Gavin membalas kecupan Anandita,tapi sebuah kecupan tidak akan cukup untuk Gavin ditariknya tengkuk Anandita untuk memperdalam pagutan bibir mereka setelah hampir kehabisan nafas mereka berdua baru saling melepaskan pagutannya.
Mereka saling bertatapan dalam diam dengan nafas yang masih terengah engah.
Gavin membelai wajah Anandita tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah itu.
__ADS_1
"Yank aku ingin kamu sekarang..",ucap Gavin parau.
Anandita mengangguk mendengar permintaan Gavin,mendapat persetujuan dari Anandita Gavin tidak membuang waktu,dia langsung mencumbu tubuh Anandita dengan penuh gairah disana.