
Anandita masuk kekelas Gavin, karena memang hari ini jadwal jam pertama dia ngajar disana.
"Pagi semua!"sapanya seperti biasa.
"Pagi bu!!!"jawab mereka serempak.
"Kita lanjutkan materi yang kemaren"ucap Anadita sambil menjelaskan materi lanjutan tentang pelajaran Biologi yang kemaren dia berikan.
Selama dua jam mengajar dikelas Gavin Anandita berusaha untuk tidak melirik ketempat duduk Gavin,meskipun dia tau selama dua jam itu mata Gavin tidak pernah lepas menatap kearahnya.
"Nah untuk tugas tambahan sebelum kalian mengikuti UAS sebentar lagi, silahkan kalian buat Makalah tentang Materi yang kita bahas ini".ucap Anandita yang membuat seluruh kelas menjadi riuh,dengan suara suara mereka.
"Kalau ada yang belum jelas kalian bisa menghubungi ibu nanti,selamat siang semua".ucap Anadita lalu mengakhiri sesi mengajarnya hari ini.
"Siang bu!!"jawab mereka serentak,sebelum Anandita keluar dari kelas.
Anandita langsung berjalan keluar kelas tanpa menengok sama sekali kearah Gavin.
Tapi baru saja dia meninggalkan kelas Gavin, tiba tiba pesan masuk keponselnya.
"Yank".
Anandita tersenyum melihat pesan yang dikirim Gavin padanya.
"Hemm".
"Kangen",Anandita langsung terkejut membaca pesan yang baru saja di terimanya itu'Dasar Gavin'gumam Anadita sambil berjalan menuju kearah kantornya.
"Kok nggak dibalas?"
"Kan tadi baru ketemu?"
"Tapikan cuma liat doang nggak bisa sentuh kamu".
"Blus"seketika wajah Anandita memerah membaca pesan yang baru saja dikirim Gavin,Anadita langsung memasukkan ponselnya karena tidak tau harus membalas apa saat membaca pesan Gavin.
Baru saja Anandita memasukan ponselnya kedalam saku celana kerjanya,tiba tiba ponselnya bergetar, Anandita langsung mengeluarkan kembali ponsel itu untuk memeriksa siapa yang mengirim pesan padanya.
"Yank ketemuan yok"Anandita terkejut membaca pesan itu,apa sebenarnya yang ada dipikiran Gavin itu.
"Dimana?"Anandita membalas pesan Gavin karena dia tau kalau tidak dibalas Gavin pasti akan terus mengiriminya pesan.
"Dijalan tikus belakang toilet,ingatkan".
Seketika Anandita ingat tempat sepi saat pertama kali dia baru datang kesekolah ini.
__ADS_1
"Kapan?"
"Sekarang,ni aku sudah disini",jawab Gavin sambil mengirimkan gambar fotonya yang sedang berdiri disana.
'Astaga anak ini kapan dia keluar dari kelas rasanya tadi waktu dia masih dalam kelas Gavin masih ada dikelas belum keluar',gerutu Anandita.
"Iya aku kesana sekarang".Jawab Anandita lalu bergegas berjalan menuju tempat yang dimaksud Gavin.
Sampai disana dilihatnya Gavin sedang berdiri sambil memainkan ponselnya.
"Vin!"panggilnya pelan.
Mendengar suara Anandita Gavin langsung menengok kesumber suara.
"Yank!"jawabnya dengan berjalan kearah Anandita dan langsung menarik tubuh Anandita kedalam pelukannya.
"Vin ngapain sih kamu malah ngajak aku ketemu disini,bukannya belajar",gerutu Anandita,berusaha mendorong tubuh Gavin menjauh.
"Bentar aja,nanti aku juga balik kekelas lagi".
"Ya..udah, sekarang udah ketemu balik kekelas sana".
"Belom bentar lagi Yank masih kangen." jawab Gavin sambil menelusupkan kepalanya keceruk leher Anandita.
"Vin..jangan kaya gini,nanti kalau ada yang lihat gimana?".
"Tapi bisa aja,ada yang nggak sengaja lewat"jawab Anandita sambil mengedarkan pandangannya dengan khawatir.
"Nggak ada!,percaya deh sama aku".ucap Gavin dengan membelai wajah Anadita.
"Tapi.."
"Sttt,jangan ngomong lagi nanti bisa ada yang dengar suaramu".ucap Gavin sambil menempelkan jari telunjuknya kebibir Anandita yang langsung membuat Anandita diam.
"Kiss aja sebentar yank,nanti aku bakal balik kekelas"ucap Gavin sambil mendekatkan wajahnya kewajah Anadita ,yang membuat Anadita hanya diam dengan apa yang dilakukan Gavin,karena dia tau menolak juga percuma kalau Gavin memintanya.
Gavin memagut bibir Anandita lembut dan dalam membuat Anadita langsung ikut terbuai dengan permainan gavin, Anandita memegang erat ujung baju sekolah Gavin saat Gavin menarik tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka,tapi tiba mereka dikejutkan dengan suara benda jatuh.
"Bruk!!!"
Mendengar itu Anandita langsung mendorong,tubuh Gavin menjauh dan tidak sadar sempat menggigit bibir Gavin sampai berdarah karena terlalu terkejut.
"Isssh!!desis Gavin sambil menyentuh bagian bibirnya yang berdarah.
Tapi Anandita sudah tidak melihatnya lagi, karena terlalu gugup, jadi dia langsung pergi meninggalkan Gavin sendirian disana.
__ADS_1
Anandita berjalan cepat menuju kantornya tanpa menengok lagi kearah Gavin takut kalau kalau ada yang melihatnya.
Saat sampai didalam ruang kantornya baru Anadita bisa menarik nafas lega.
"Hufff"Anadita menghela nafas sambil menjatuhkan tubuhnya kekursi kerjanya.
"Dasar Gavin!,makinya dalam hati bisa bisanya dia melakukan hal itu saat disekolah untung saja tadi tidak ada yang melihat,gumamnya sambil menelungkupkan kepalanya keatas meja,untuk menghilangkan gugup.
Saat Anandita sedang sibuk memeriksa tugas murid diruangannya tiba tiba pintu ruangannya diketuk dari luar.
"Tok..tok"
"Masuk!"jawabnya tanpa mengalihkan tatapannya dari depan laptop miliknya.
"Bu Dita sudah makan?"tanya Bu Margareta sambil menongolkan kepalanya didepan pintu ruangan Anandita.
"Belum,kenapa bu?"
"Kita kekantin bareng yuk saya lapar tadi pagi nggak sempat sarapan,mau kan?".
Mendengar kata makanan tiba tiba Anadita ingat bahwa dari tadi pagi dia belum makan apapun,bahkan dari tadi malam karena dia dan Gavin terlalu lelah setelah berbagai macam hal yang mereka alami dan dilanjutkan dengan sesi percintaan panas mereka tadi malam yang membuat mereka kelelahan dan langsung tertidur.
Tadi pagi juga karena kelakuan Gavin yang membuat mereka hampir kesiangan sampai kesekolah jadi dia tidak ingat makan,sekarang baru dia merasa lapar sekali.
"Ya,kebetulan saya juga belum makan dari tadi pagi"ucap Anadita sambil bangkit dari kursinya dan berjalan keluar bersama bu Margareta menuju kantin.
Tapi ternyata saat mereka datang kantin sudah mulai penuh karena,sudah masuk jam istirahat.
"Yah..sepertinya kita agak terlambat bu Dita,semua kursi sudah penuh diisi oleh para murid"gerutu bu Margareta.
"Kita kembali nanti saja setelah jam istirahat selesai"Ajak Anadita bermaksud untuk keluar dari dalam kantin yang penuh itu.
"Tapi setelah ini jadwal mengajar saya full sampai waktu pulang nanti".jawab bu Margareta sambil mengedarkan pandangannya mencari celah kursi kosong.
Saat mereka sibuk mencari tiba tiba Aldo melambai kearah mereka berdua.
"Bu...duduk dimeja kami aja!".
Anandita dan bu Margareta langsung melihat kearah sumber suara itu.
"Ayo bu kita duduk sama mereka aja dari pada nggak dapat kursi".Ajak bu Margareta sambil berjalan kearah meja tempat duduk Gavin dan Aldo.
Melihat mereka berdua menghampiri mejanya Aldo berpindah duduk disamping Gavin yang hanya diam tidak bereaksi sama sekali melihat mereka berdua menghampiri mejanya .
"Silahkan bu"ucap Aldo ramah mempersilahkan Anandita dan bu Margareta untuk duduk.
__ADS_1
Anadita duduk dihadapan Gavin dengan perasaan canggung,dia sama sekali tidak berani melirik wajah Gavin yang berada tepat berseberangan duduk dengannya.