Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
50.Fitting Baju.


__ADS_3

Anandita masuk bersama sekretaris Santy kedalam Butik itu disana sudah ada seorang pegawai wanita yang menyambut mereka dan mempersilahkan mereka untuk duduk.


Dan tak lama seorang wanita seumuran Bagaskara keluar dari dalam Butik menemui Anandita dengan tersenyum ramah.


"Selamat siang bu Ajeng"sapa sekretaris Santy pada wanita itu.


Anandita masih terkagum kagum rasa tidak percaya karena akan bertemu dengan perancang baju pernikahan terkenal sekelas Ajeng Maharani yang namanya sudah sangat mendunia.


"Apakah ini calon menantu Bagas?"tanyanya dengan mengulurkan tangannya untuk menyalami Anandita.


"Iya,saya Anandita"jawabnya menerima jabatan tangan hangat dari wanita hebat itu.


"Wah..pantes saja sibandel Gavin ngebet pengen nikah ternyata calon istrinya secantik ini,dia pasti takut kamu akan di gaet yang lain makanya buru buru"selorohnya pada Anandita yang ditanggapi Anadita dengan tersenyum malu.


"Lalu mana Gavinnya kenapa hanya kamu saja yang datang kesini?"tanyanya pada Anandita.


"Itu.."Anadita menatap sekretaris Santy karena tidak tau harus menjawab apa.


"Maaf bu Ajeng pak Bagaskara hanya meminta saya membawa mbak Anandita saja hari ini,untuk urusan mas Gavin,pak Bagaskara bilang akan membicarakanya dengan anda".


"Dasar kebiasaan,kenapa dia suka sekali memperumit masalah,sepertinya dia juga harus menikah supaya otaknya normal"gerutu Ajeng.


Ajeng mengajak Anandita untuk mencoba beberapa baju yang telah direkomendasikannya yang kira kira sesuai dengan Anandita.


"Wah sepertinya apapun yang kau pakai sangat cantik,aku jadi tidak sabar untuk menyaksikan acara pernikahan kalian akhir minggu ini"pujinya pada Anandita yang membuat Anandita jadi malu.


"Jadi kau suka yang mana?"tanya Ajeng pada Anandita.


"Menurutku semuanya sangat cantik aku agak bingung"jawab Anandita jujur.


"Benar juga,bagaimana kalau kau datang lagi hari jumat nanti kemari,aku akan menyiapkan gaun yang khusus kubuat hanya untukmu,dan pasti kau suka".


"Semua gaun rancangan anda saya sangat suka,jadi saya rasa yang manapun tidak masalah".


"Jangan!,kau harus memakai baju spesial hari sabtu nanti,dan aku akan membuatkannya khusus untukmu,anggap saja sebagai hadiah pernikahanku untukmu".


"Benarkah saya sangat berterimakasih pada anda,karena mamakai baju rancangqn anda adalah impian saya sejak dulu".ucap Anandita dengan menggengam tangan Ajeng Maharani.


"Aku juga senang dan turut berbahagia untuk kalian",jawabnya dengan suara parau,karena terharu dengan antusias Anandita.Saat hari hampir malam Anandita baru diantar pulang oleh sekretaris Santy.


"Hufff"


Anandita menghela nafas lega setelah keluar dari butik milik Ajeng Maharani.


"Mbak Dita mau kemana lagi?"tanya Santy.

__ADS_1


"Nggak ada saya mau pulang aja,nggak papakan".


"Iya,kalau begitu saya akan mengantarkan Mbak pulang sekarang".


"Eh,kalau boleh tanya nanti acaranya besar besaran nggak sih Mbak?"tanya Anandita pada Shanty.


"Setahu saya hanya acara sederhana saja,hanya keluarga dekat dari pak Bagaskara dan juga beberapa teman dekat beliau saja yang hadir, karena Mbak tau sekarang Mas Gavinnya masih sekolah,jadi pak Bagas tidak ingin berita ini terlalu tersebar takut ada rumor jelek".


Mendengar penjelasan sekretaris Santy Anandita hanya diam tidak menanggapinya.


"Nanti hari jumat saya jemput Mbak lagi kita ketempat bu Ajeng sekalian Mbak saya antar untuk persiapan pernikahan dan juga sebaiknya mbak bawa baju ganti karena setelah itu pak Bagas minta mbak untuk tinggal dirumah besar sampai besok malamnya setelah acara selesai".


Sekretaris Santy memberi tau Anandita sebelum turun dari mobilnya.


"Iya,terimakasih Mbak Santy saya akan ingat pesan mbak",jawab Anandita dengan berjalan keluar dari mobil.


Sampai dirumah dilihatnya rumah sepi kemana Gavin,batin Anandita,apa mungkin dia sudah keKafe,pikirnya.


Anandita langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai sambil merebahkan tubuhnya yang lelah mencoba banyak baju dibutik tadi,Anandita mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Gavin.


"Tut..tut"


"Halo Yank ada apa"jawab Gavin setelah panggilan kedua.


"Aku langsung keKafe,setelah pulang sekolah karena kemaren aku nggak datang jadi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan".


"Oo ya udah kalau gitu aku istirahat aja sekarang sambil ninggu kami pulang nanti".


"Iya,kamu capek ya tadi fitting bajunya?"


"Iya,ternyata benar katamu Vin aku bakalan sibuk sampai hari H nanti".


"Nggak papa aja,aku semakin nggak sabar ngeliat kamu pakai baju pengantin nanti".


"Kan udah pernah,waktu kita nikah kemaren".


"Itu belum 100 persen,kalau hari minggu nanti aku yakin kamu pasti sangat cantik".


"Apaan sih,kan aku memang udah cantik dari sananya", jawab Anandita dengan wajah memerah,untung saja mereka sedang tidak melakukan panggilan video,jadi Gavin tidak bisa melihat ekspresinya saat ini.


"Karena itu aku akan menahan sampai malam pernikahan kita nanti untuk mengulang yang kemaren".


"Gavin kamu ngomong apaan sih,aku capek nanti lagi ya".

__ADS_1


"Jangan bilang kamu malu saat aku bicara masalah itu Yank?".


"Nggak..siapa yang malu,dasar kegeeran!,Udah aku tutup sekarang telponnya ya?"


"Jangan dulu Yank!"


"Apa lagi,sih Mas Gavin!!"


"Kiss by dulu sini".


"Hah,gimana caranya?"


"Coba aja dulu".


"Vin!!"


"Kalau nggak mau Kiss by pokoknya jangan dimatikan".


"Dasar mesum,nih muaaah,udahkan bay".


Anandita langsung mematikan ponselnya sebelum Gavin minta yang aneh aneh lagi padanya.


Anandita merebahkan tubuhnya diatas ranjang besar mereka,biasanya kalau ada Gavin ranjang itu terasa penuh karena Gavin yang nggak mau diam tapi sekarang saat dia hanya tidur sendiri diatasnya, ranjang itu terasa sangat lebar dan suasana rumah terasa sangat sunyi.


Bukannya tidur Anandita malah hanya membolak balikkan tubuhnya diatas ranjang sampai di merasa bosan dan akhirnya turun dari atas ranjang dan keluar kamar.


"Lebih baik aku nonton fim saja siapa tau bisa ngantuk",monolognya, lalu berpindah keruang tamu dan mencari film yang ingin ditontonnya cukup lama Anandita menonton film, dia tidak tau kapan akhirnya bisa tertidur.


Anandita terbangun karena merasa ada sesuatu yang merayap dalam bajunya karena terkejut dengan gerak reflek ditendangnya dengan keras sesuatu yang dirasa merayap diatas tubuhnya itu.


"Bruk!!"


"Aduh!!"


Seketika Anandita membuka matanya saat mendengar suara jatuh dan mengaduh.


"Gavin kamu ngapain dibawah ranjang!"tanyanya dengan terkejut.


"Kamu yang baru saja menendangku dengan keras untung saja bukan aset berhargaku yang kena kalau iya,kau akan rugi seumur hidup"gerutu Gavin sambil bangkit dari lantai.


"Maaf aku tadi bermimpi ada hewan yang merayap ditubuhku, karena itu aku langsung menendangnya kamu juga kenapa sudah pulang nggak bangunin aku malah..."Anandita baru sadar,bukankah dia tadi tidur di sofa kenapa sekarang bisa pindah keatas ranjang".


"Kau memindahkan aku kesini,Vin"tanya Anandita.


"Hem..,aku hanya ingin tidur sambil meluk kamu malam ini tapi malah kamu tendang".gerutu Gavin.

__ADS_1


"Maaf dan makasih udah mindahin aku kesini"ucap Anandita lalu memeluk Gavin agar tidak marah lagi.


__ADS_2