Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
116.Terbongkar.


__ADS_3

Anandita hanya bisa menatap Gavin dengan diam tidak tau bagaimana lagi untuk mengelak perkataan Gavin dihadapan bu Margaret yang juga tampak bingung dan terkejut mendengar ucapan Gavin barusan.


"I..itu bu Margaret....",Anandita tidak bisa meneruskan ucapannya lagi karena tiba tiba pak Darius datang menghampiri mereka dengan terburu buru,dengan cepat Anandita mendorong Gavin menjauh darinya.


"Kalian semua disini!",ucapnya dengan nafas terengah engah.


"I..iya pak Darius ada apa",Anandita semakin gugup mendengar itu.


"Gavin kamu juga kenapa disini cepat kamu harus naik kepodium pak Bagaskara menyuruhku mencarimu dari tadi",pak Darius langsung menarik tubuh Gavin tanpa sempat Gavin melawan.


Setelah melihat Gavin menjauh bersama pak Darius Anandita sedikit menarik nafas lega tapi masih ada bu Margaret,jadi dengan terpaksa dia harus menjelaskannya sekarang.


"Saya akan jujur pada bu Margaret",ucap Anandita kemudian.


"Semua yang saya pikirkan tidak benarkan bu Dita?,"tanya bu Margaret sedikit gugup dan bingung.


"Itu benar saya memang sekarang sedang hamil anak Gavin,tapi tidak seperti yang ibu bayangkan kami sudah menikah sebelumnya dan untuk alasan kenapa saya menikah dengan Gavin secepat ini,maaf saya tidak bisa mengatakannya karena ini masalah pribadi kami,saya harap ibu tidak menyebarkan ini dulu saya masih khawatir dengan pikiran orang tentang Gavin".


"Kenapa?".


"Hah,maaf saya tidak bisa mengatakan alasannya sudah saya katakan barusankan".


"Kenapa harus dengan Gavin buDita,saya tidak rela!".


Anandita terkejut mendengar ucapan bu Margaret.


"Maksud bu Margaret apa,saya tidak mengerti".


"Kenapa ibu Dita harus menikah dengan Gavin,bukan dengan yang lain,saya merasa tidak rela Gavin yang tampan,imut, pintar,tajir sudah menikah padahal saya berharap...".


"Jangan bilang ibu juga menyukai suami saya karena saya tidak akan diam saja kali ini!".


Kali ini bu Margaret yang bingung melihat Anandita tiba tiba marah padanya.


"Saya memang menyukai Gavin tapi bukan...".


"Bu Margaret saya peringatkan saya tidak akan diam saja kalau ibu berani mengganggu suami saya!".Ucap Anadita lalu pergi meninggalkan bu Margaret yang masih bingung.

__ADS_1


"Aku belum selesai bicara kenapa dia sudah marah marah,aku hanya mau bilang kalau aku menyukai Gavin karena dia murid kesayanganku dan aku berharap dia akan terus kuliah bukan menikah secepat ini",gumam buMargaret ikut pergi juga dari tempat itu.


****


Anandita kembali ketempat duduk yang disiapkan untuk para dewan guru, tapi dia tidak kembali duduk disamping bu Margaret,karena dia masih kesal mendengar apa yang dikatakan bu Margaret tadi tentang Gavin.


Anandita duduk diam sambil menatap layar ponselnya tidak menggubris apa yang ada disekitarnya,bahkan dia tidak sadar sekarang yang berdiri dipodium adalah Gavin yang sedang mengucapkan ucapan trimakasihnya didepan semua yang hadir sampai dia mendengar namanya disebutkan Gavin dari atas podium baru dia menoleh kearah Gavin yang sedang menatap kearahnya dengan senyum lebar.


"Saya juga ingin mengucapkan terimakasih saya yang tidak terhingga kepada wanita istimewa dalam hidup saya saat ini dan selamanya,yaitu bu Anandita yang sudah sabar menemani saya sampai ketitik ini".


Anandita menoleh keorang orang disampingnya yang menatap kearahnya membuat wajahnya seketika merah karena malu dan terkejut bahwa Gavin mengakuinya didepan semua orang sebagai orang terpenting setelah ayahnya sekarang .


Meskipun tidak secara langsung mengumumkan bahwa mereka sudah menikah tapi Gavin mengisyaratkan hal itu saat mengatakannya.


Anandita tidak tau bagaimana dia harus bersikap,dia hanya bisa menundukkan wajah karena merasa malu saat ini.


Untung saja pembawa acara langsung melanjutkan acara selanjutnya setelah Gavin turun dari podium,jadi perhatian yang hadir langsung teralihkan dari Anandita membuat Anandita lega.


*****


Saat Anandita berjalan meninggalkan Aula bermaksud untuk menemui Gavin di area parkiran, tiba tiba bu Margaret kembali datang menghampirinya.


"Bu Dita bisa kita bicara sebentar",pintanya dengan mengejar langkah Anandita yang semakin cepat berjalan karena tidak ingin berbicara dengan bu Margaret lagi.


"Bu Dita tunggu!!".


Mendengar suara bu Margaret lagi, Anandita sekarang setengah berlari menuju kearah mobil Gavin,tanpa mau menoleh kebelakang sama sekali.


Karena bermaksud menghindari bu Margaret saat sampai disamping mobil Gavin,nafas Anandita sampai terengah engah membuat Gavin terkejut dibuatnya.


"Ada apa Yank?",tanya Gavin dengan khawatir .


"Itu...itu..ada bu Margaret mengejar aku",ucap Anandita menunjuk kearah bu Margaret yang masih berjalan kearah mereka dengan langkah cepat.


Gavin yang melihat itu bermaksud untuk menghampiri bu Margaret dan bertanya apa yang terjadi,tapi Anandita langsung menariknya untuk masuk kedalam mobil dan meninggalkan bu Margaret yang semakin dekat.


"Ayo masuk!,"perintah Anandita pada Gavin.

__ADS_1


"Tapi Yank ada apa ini sebenarnya?",tanya Gavin bingung.


"Jangan bertanya lagi masuk sekarang!,"perintah Anandita lagi.


Melihat Anandita mulai marah, masih dengan ekspresi bingung Gavin pun menuruti keinginan Anandita untuk segera masuk kedalam mobil.


Setelah didalam mobil Gavin masih melihat kearah bu Margaret yang akan menghampiri mobil mereka dia bermaksud menunggu bu Margaret karena bagaimanapun dia adalah gurunya.


"Ayo jalan!",perintah Anandita pada Gavin.


"Tunggu Yank kasihan bu Margaret sepertinya ada hal penting yang ingin dikatakan pada kamu".


"Nggak ada,ayo jalan aku mau pulang!".


"Yank pliss, bagaimanapun bu Margaret adalah guruku tidak pantas rasanya kalau aku pergi begitu saja,jadi coba kita dengarkan apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh bu Margaret sepertinya sangat penting kalau kamu nggak mau menemuinya biar aku saja yang bicara,kamu tunggu aja dimobil".


Mendengar itu Anandita langsung menoleh kearah Gavin dengan pandangan tajam.


"No,biar aku saja yang menemui bu Margaret kamu diam saja disini,jangan ikut keluar paham!".


Ucap Anandita yang langsung turun dengan tatapan tajam kearah Gavin.


Melihat ekspresi marah Anandita Gavin memilih menurut dengan tidak keluar dari mobil dan memperhatikan Anandita yang menghampiri bu Margaret dari kaca spion mobil.


****


Setelah keluar dari mobil Anandita langsung menghampiri bu Margaret yang berjalan kearahnya.


"Bu Dita kita harus bicara karena sepertinya ibu sudah salah paham dengan saya".


"Apa maksud ibu,saya salah paham,saya rasa ibu yang kurang jelas dengan ucapan saya tadi".


"Bukan begitu saya mengerti,bahwa kalian sudah menikah dan sekarang ibu mengandung anak Gavin,tapi jujur saja saya merasa tidak percaya dan belum ikhlas bahwa Gavin sekarang sudah menikah padahal saya berharap..".


"Maaf sepertinya mulai sekarang ibu harus berhenti berharap pada Gavin".


"Tapi kenapa bu Dita,dia masih terlalu muda masa depannya masih panjang apakah ibu tega menghentikan cita citanya hanya sampai disini,cuma tamat SMA,tidak akan kuliah lagi nantinya saya benar benar tidak rela bu".

__ADS_1


__ADS_2