
Anandita sudah siap untuk pergi,dia hanya membawa sedikit barang karena hanya akan pergi selama beberapa hari saja dari Apartemen.
"Vin ayo kita berangkat sekarang",ajak Anandita karena dari tadi Gavin repot menyiapkan barang barang yang akan dibawakannya untuk Anandita.
"Sebentar Yank aku sedang berpikir apakah makanan ini cukup untuk kamu selama dua hari disana",jawab Gavin dengan memasukkan berbagai makanan yang ada didalam kulkas mereka.
Melihat itu Anandita mengerutkan keningnya.
"Vin aku tidak perlu membawa semua ini,aku bisa membelinya diluar atau pesan online".
"Tapi bagaimana kalau kalian nanti malam malam lapar dan tukang pesan antar sudah tidur?",jawab Gavin khawatir.
"Terserah kamu saja aku akan menunggu dibawah".
Setelah mengatakan itu Anandita langsung keluar dari dalam Apartemen menunggu Gavin dibawah.
Lama Anandita menunggu sampai dia bosan dan bermaksud naik lagi keatas untuk menjemput Gavin,baru Gavin berjalan dengan membawa satu box besar berisi barang barang yang akan dibawa Anandita kerumahnya.
Anandita menatap box besar yqng dibawa Gavin,tidak mungkin semuanya makanankan kalau iya bisa jadi balon dia selama dua hari disuruh menghabiskan makanan sebanyak itu.
"Apa itu Vin?",tanya Anandita dengan menunjuk box besar berwarna putih yang dibawa Gavin dan diletakkannya dibagasi mobil.
"Itu barang barang yang biasa aku pakai saat tidur",jawab Gavin.
"Barang milikmu untuk apa kamu bawa,akan kamu laundrykan nanti?".
"Bukan Yank itu masih bersih,tapi sengaja aku bawa kesana agar kamu bisa tidur,kalau malam".
"Maksudnya?".
"Bukankah kamu bilang nggak bisa tidur kalau nggak ada aku jadi aku sengaja membawakan bantal dan juga selimut kita dari Apartemen agar kamu merasa kita tetap dekat".
Mendengar itu Anandita Diam saja,dan memilih masuk kedalam mobil mengajak Gavin untuk segera berangkat kerumahnya.
"Yang selama kamu nggak dirumah aku akan pergi kekafe mungkin aku akan tidur disana".
"Iya",jawab Anandita singkat.
"Cuma itu Yank?"
Anandita langsung menoleh kearah Gavin "Iya,aku nggak masalah kamu menginap diKafe selama beberapa hari ini".
Mendengar jawaban Anadita seperti itu Gavin langsung cemberut dan langsung menghidupkan mobilnya menuju rumah Anandita.
Anandita melihat wajah Gavin berubah tapi dia sengaja bersikap cuek,agar Gavin tidak lebih merengek lagi padanya.
****
Setelah berkendara selama satu jam mereka akhirnya sampai di rumah lama Anandita.
Anandita langsung turun setelah Gavin menghentikan mobil mereka dipinggir jalan depan rumah sederhana itu.
"Wah lama banget aku nggak kesini,kangen rasanya dengan tempat ini",ucap Anandita.
__ADS_1
lalu berjalan masuk ke halaman rumahnya itu,
saat Anandita bermaksud membuka kunci rumah tiba tiba ada seorang ibu yang menegurnya ramah.
"Mbak Dita?".
Mendengar namanya dipanggil Anandita langsung menoleh kesumber suara.
"Eh bu Rt apa khabar?",jawab Anandita langsung berjalan menghampiri wanita bertubuh tambun yang berusia sekitar 40 tahunan itu.
"Lama nggak kelihatan dari mana saja mbak Dita?".
"Saya ikut dirumah suami saya",jawab Anandita.
"Mbak Dita sudah menikah!,kapan kenapa nggak bilang bilang?".
"Iya,saya menikah beberapa bulan yang lalu,itu suami saya".
Anandita menunjuk kearah Gavin yang sedang menurunkan barang barang dari mobil.
Wanita yang dipanggil bu Rt langsung menatap kearah Gavin.
"Itu suami mbak Dita?".
Anandita mengangguk,"Iya,kenapa bu?",tanya Anandita takut bu Rt bilang Gavin masih sangat muda.
"Ganteng banget,kaya artis",ucapnya dengan tersipu menatap Gavin yang menghampiri mereka.
Mendengar itu Anandita hanya tersenyum pada bu Rt.
"Ada apa Yank?",tanya Gavin dengan mendekat kearah Anandita dan menatap wanita yang berada didepan Anandita itu.
Anandita menggeleng.
"Mas ini kenalkan,bu Rt disini",ucap Anandita pada Gavin.
Bukannya menatap kearah bu Rt tapi Gavin malah menatap kearah Anandita yang tiba tiba memanggilnya mas itu.
"Mas...ini bu Rt disini",ulang Anandita dengan menekankan ucapannya.
Mendengar Anadita mengatakannya lagi Gavin menoleh kearah wanita yang dipanggil bu Rt oleh Anandita.
"Saya Gavin",ucapnya dengan mengulurkan tangan sopan.
"Saya bu Rt disini,Mas Gavin",jawabnya menyambut uluran tangan Gavin dengan antusias.
Gavin hanya mengangguk lalu menoleh lagi kearah Anandita.
"Kalian akan pindah kesini?",tanya bu Rt karena melihat barang yang dibawa Gavin cukup banyak.
"Untuk sementara",jawab Anadita cepat sambil tersenyum kearah bu Rt.
"Mas Gavin kerja dimana memangnya?",tanya bu Rt dengan menatap mobil milik Gavin yang terparkir dipinggir jalan itu.
__ADS_1
Anandita dan Gavin berpandangan sebentar sebelum menjawab.
"DiKafe,"jawab Anandita.
"Wah diKafe pasti gajihnya banyak karena bisa beli mobil sebagus itu",ucap bu Rt dengan terkagum kagum dengan mobil Gavin.
"I..itu mobil milik bos Kafe buRt",jawab Anandita dengan mencubit Gavin agar jangan bicara.
"Ooo,saya pikir mobil milik Mas Gavin sama mbak Dita karena sepertinya nggak mungkinkan Mas Gavin masih muda begini sudah bisa membeli mobil sebagus itu".
Mendengar itu Anandita ingin menjawab ucapan bu Rt,tapi segera dicegah Gavin.
"Bu Rt maaf kami harus bersih bersih rumah karena lama nggak didiami jadi kami masuk dulu permisi".
Anandita menarik Gavin masuk kedalam rumah dan langsung menutup pintunya.
"Kenapa sih kamu nggak bolehin aku menjawab ucapan bu Rt tadi Vin?",tanya Anandita.
"Nggak papa Yank toh kita juga cuma sebentar disini",jawab Gavin dengan menjatuhkan tubuhnya disofa ruang tamu.
"Tapi dia tadi menghina kamu dan aku nggak suka",ucap Anandita dengan ikut duduk disamping Gavin.
"Biarkan saja kita akan lelah kalau terus menjelaskan siapa diri kita pada orang yang nggak mengenal kita,oke mommy",jawab Gavin dengan merebahkan tubuhnya dipangkuan Anandita.
Mendengar ucapan Gavin Anandita menghela nafas"ya,sepertinya memang harus seperti itu".
Anandita memandang sekeliling rumah itu tiba tiba dia mengerutkan keningnya.
"Ada apa Yank?",tanya Gavin karena melihat ekspresi Anandita.
"Siapa yang mengganti barang barang dirumah ini?",tanya Anandita dengan menatap kearah Gavin.
"Aku,Yank",jawab Gavin santai.
"Kapan,vin?".
"Kemarin".
Anandita bermaksud bertannya lagi ,tapi Gavin langsung menjelaskannya.
"Maaf tidak memberi taumu soal ini,aku hanya ingin saat kamu tinggal disini kamu merasa nyaman".
"Tapi aku hanya akan tinggal disini sebentar,seharusnya kamu nggak perlu serepot ini mempersiapkan semuanya",ucap Anandita merasa bersalah pada Gavin.
"Kenapa,kalau kamu suka tinggal disini kita bisa tinggal disini saja mulai sekarang".
Anandita menatap Gavin"Kamu sengaja supaya aku mengijinkan kamu ikut tinggal disinikan?".
"Mungkin",ucap Gavin dengan memeluk tubuh tubuh Anandita.
"Lepas!,aku nggak akan mengijinkan semudah itu".
"Ayolah Yank,boleh ya malam nanti aku pulang kesini,aku nggak suka tidur di Kafe Yank nggak ada yang dipeluk",rayu Gavin.
__ADS_1
Anandita langsung menggeleng,"minta Beni atau Mas Heru nemani kamu nanti malam".