Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
46.Bantu aku Membersihkannya.


__ADS_3

Anandita membuka matanya yang masih terasa berat,digesernya tubuh Gavin yang menempel seperti kukang ketubuh polosnya.


"Emm"gumam Gavin karena merasa Anandita menyingkirkan tangannya yang berada diatas dada Anandita.


"Aku mau bangun,Vin.."ucap Anandita pelan.


"Nanti Yank,masih pagi..".jawab Gavin lalu kembali menarik tubuh Anadita untuk dipeluknya.


"Tapi hari ini,aku ada jam ngajar pagi,memangnya kamu nggak sekolah?"


"Nggak Yank, kita bolos aja ya hari ini,aku males pengen peluk kamu aja seharian".


"Nggak...Ah..ayo bangun kemaren kamu sudah bolos, hari ini kamu harus sekolah,aku nggak mau punya suami pemalas!"ucap Anandita lalu melepaskan tubuhnya dari pelukan Gavin dan bermaksud langsung bangun dari ranjang, tapi saat Anandita bermaksud turun tiba tiba dia merasa sangat sakit dibagian inti tubuhnya.


"Isssh..!!"Desisnya sambil mencoba menurunkan kakinya pelan dari ranjang.


Mendengar desisan Anandita Gavin langsung membuka matanya yang tadi masih terpejam.


"Kenapa?,sakit?"


Anandita hanya mengangguk mendengar pertanyaan Gavin.


"Ayo kubantu kekamar mandi!"


Gavin segera bangun dari ranjang dan langsung mengangkat tubuh Anandita menuju kamar mandi.


"Vin.. udah turunkan,aku bisa mandi sendiri!".


"Nggak papa,Yank aku bantu kamu mandi sekalian aku juga mau mandi"jawab Gavin sambil menyalakan kran air hangat dari shower.


"Vin... aku gosok sendiri aja badanku,aku masih bisa,kok!"


"Kenapa sih Yank,aku cuma bantu gosok sedikit supaya cepat selesai",ucap Gavin,sambil mengosokkan sabun ketubuh Anandita dan berhenti lama dibagian dada Anadita,disana dia sengaja tidak hanya menggosok tapi juga meremas lembut dada Anandita.


"I..iya..tapi tanganmu jangan meremas disitu"ucap Anadita sambil berusaha menyingkirkan tangan Gavin yang meremas dadanya.


"Nggak..,aku cuma memeriksa bagian mana aja yang sakit,ini sakit nggak Yank"ucap Gavin sambil memilin lembut dipuncak dada Anadita yang mulai mengeras.


"Sedikit..jawab Anadita pelan.


"Kalau disini Yank..!"tanya Gavin sambil membelai bagian inti tubuh Anandita.


"I..itu.Issh sakit..Vin..!"Anandita mendesis saat tangan Gavin berusaha masuk kedalam inti miliknya.


Melihat Anadita tampak kesakitan Gavin menghentikan niatnya untuk menyentuh bagian itu.

__ADS_1


"Sekarang gantian Yank",perintah Gavin setelah seluruh tubuh Anandita rata disabuninya.


"Kau kan bisa sendiri"


Protes Anandita, mencoba menarik lepas tangannya yang dipaksa untuk menggosok tubuh Gavin.


"Tapi bagian ini susah Yank,kamu bantu gosokkan supaya benar benar bersih"ucap Gavin sambil mengarahkan tangan Anadita kebenda pusakanya.


"Vin..aku.."Anandita mencoba menarik tangannya tapi Gavin menahannya,untuk tetap menyentuh bagian itu.


"Kalau kamu nggak mau bantu aku menggosok sampai bersih sekarang,hari ini aku nggak sekolah!".Ancam Gavin,


Yang membuat Anadita dengan terpaksa menuruti keinginan Gavin untuk membantunya menggosok benda itu.


"Begini..?"tanya Anandita sambil menggerakkan tangannya maju mundur sesuai intruksi Gavin.


"Ya..Yank.., lebih cepat Yank!!,dia sudah hampir bersih sebentar lagi..."desis Gavin,menyuruh Anadita untuk mempercepat gerakan tangannya dibenda pusakanya.


Gavin menarik tubuh Anandita dan langsung memagut bibirnya dengan rakus,saat benda pusaka miliknya akan segera memuntahkan isinya.


Setelah seluruh isinya berhasil keluar, Gavin baru melepaskan pagutan bibirnya pada Anandita sampai Anandita hampir kehabisan nafas karena ciuman panjang Gavin.


"U..udahkan..Vin..?"tanya Anadita dengan nafas terengah engah.


"Ya..udah untuk sekarang".ucap Gavin lalu membilas tubuh mereka berdua sampai bersih.


"Aku bisa jalan sendiri!"protes Anandita.


"Nggak papa Yank bonus untuk servis pagi ini".Jawab Gavin dengan santai.


Anandita tidak membahasnya lagi karena hari mulai siang,jadi dia segera bersiap siap untuk berangkat.


"Sudah selesai?"tanya Gavin saat melihat Anandita sudah membawa tasnya siap untuk berangkat.


"Iya,kita berangkat sekarang"Jawab Anandita.


Gavin langsung menggandeng tangan Anandita keluar dari Apartemen sampai masuk kedalam mobil,baru dia melepaskannya.


Tapi saat mereka sudah berada didalam mobil Gavin kembali menautkan jari mereka,sambil sesekali mencium punggung tangan Anandita membuat Anandita jadi sedikit malu dengan perlakuan mesra Gavin sepanjang jalan padanya.


"Yank makasih ya"ucap Gavin sambil mencium punggung tangan Anandita.


"Untuk Apa?"tanya Anandita bingung karena merasa tidak memberi gavin apapun.


"Untuk menjadikanku yang pertama buatmu"ucap Gavin sambil menatap wajah Anadita mesra.

__ADS_1


Membuat pipi Anandita langsung bersemu merah mendengarnya.


Anandita hanya menundukkan wajahnya karena malu mendengar apa yang diucapkan Gavin.


"Yank.."Panggil Gavin dengan mesra.


"Hem"jawab Anandita sambil mendongakkan wajahnya.


"Ilove you"ucap Gavin yang semakin membuat wajah Anandita bersemu merah karena ucapan mesranya.


"I..itu..,"Anandita tidak tau bagaimana cara mengatakan apa yang ada dalam hatinya,Gavin bisa dengan mudahnya mengucapkan kata kata manis seperti itu,tapi kenapa saat dia ingin membalasnya lidahnya terasa sangat kaku,akhirnya apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan niat hatinya.


"Vin aku malu kalau kamu ngomong seperti itu"ucap Anandita pelan sambil kembali menundukkan wajahnya.


"Kenapa?,aku hanya bilang makasih sama Ilove you kamu nggak suka?"


"Isssh,...tau..ah,lepasin tanganku kita udah mau sampai sekolah"ucap Anandita sambil berusaha menarik tangannya yang dari tadi berada dalam genggaman Gavin.


"Nggak papa,Yank kan Nggak ada yang lihat kita kaya gini"jawabnya sambil mengangkat tangan Anandita untuk kembali diciumnya.


"Vin,udah jangan cium tanganku!".


"Habisnya mau cium yang lain juga nggak bisa,karena lagi nyetir coba kamu tadi mau kita hari ini bolos"Gerutu Gavin sambil melepaskan tangan Anandita karena harus memarkir mobilnya yang sudah sampai disekolah sekarang.


"Kan nanti pulang sekolah masih bisa lagi"


"Nggak akan bisa,kau lupa apa yang dibilang ayah kemaren".


Anandita menggelengkan kepalanya"Ayah menyuruh kita menikah lagi akhir minggu ini itukan masih empat hari lagi Vin,emang kenapa?"


"Itu tandanya aku harus puasa selama empat hari ini nggak ***** ***** kamu tau"jawab Gavin dengan wajah cemberut.


"Kenapa?"tanya Anandita dengan bingung karena tiba tiba mood Gavin berubah jelek saat itu juga.


"Kita bukan hanya menikah seperti yang kita lakukan dua bulan lalu"jelas Gavin.


"Tapi kita tidak mengadakan resepsi besar besaran bukan?"tanya Anandita tiba tiba khawatir kalau itu benar terjadi,berarti nanti semua orang akan tau bahwa mereka sudah menikah dan....,Isssh dia benar benar gugup membayangkannya.


"Aku nggak tau ,karena kau tau ayah kemaren sangat marah , bisa saja dia melakukan itu untuk menghukum kita,kenapa?"


"Aku tidak bisa membayangkan kalau semua orang tau tentang kita"tanya Anandita jujur.


"Biarkan saja".jawab Gavin.


"Bagaimana sekolahmu dan yang lainnya?"tanya Anandita khawatir.

__ADS_1


"Nggak papa,mungkin sudah saatnya semua orang tau hubungan kita,toh kita juga sudah melakukan hal itu,jadi nggak papa kalau mereka tau".


__ADS_2