Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
49.pergi ke Butik.


__ADS_3

Gavin menghempaskan tubuhnya dikursinya dengan cuek saat semua mata menatap kearahnya.


Diliriknya kursi disebelahnya masih kosong dimana Aldo batinnya,lalu dia mengeluarkan ponselnya dan langsung mengirim pesan singkat kepada Aldo.


"Dimana lo?"


Tak berapa lama Aldo membalas pesannya.


"Ngapain cari gue mau bikin masalah lagi?"


"Gue cuma tanya dimana lo, bukannya mau cari masalah, kalau lo masih marah karena gue siram tadi dikantin sorry gue emosi tadi".


"Enak aja lo bilang emosi,gara gara lo gue harus keramas pakai air kran di toilet sekolah buat bersihin bekas minuman lo,sampai sekarang aja gue belum kelar membersihkannya".


"Lo masih disana?"


"Iya,emang lo mau bantu gue?".


Setelah membaca pesan terakhir Aldo,Gavin langsung bangkit dari kursinya dan berjalan keluar kelas menuju toilet menemui Aldo.


Didalam toilet Gavin melihat Aldo masih menggosok kepalanya dengan sabun karena tidak ada sampho disana.


"Belun selesai juga lo"tanya Gavin sambil menghampiri Aldo.


"Jangan sok perduli lo,ini semua gara gara lo,rambut indah gue jadi korban emosi lo".


"Jangan cuma nyalahin gue aja, lo juga punya mulut asal njeplak aja,lain kali bukan hanya es jeruk yang gue siram tapi sama jeruk jeruknya"ucap Gavin sambil membantu Aldo mengelap kepalanya dengan tisu diwastafel.


"Tapi guekan nggak salah emang yang gue omongin nggak benar ya,bibir lo jontor karena kebanyakan ciuman".


Gavin langsung menjitak kepala Aldo.


"Apaan sih Vin yang tadi aja belum kelar jangan menambahi cedera dikepala gue"omel Aldo.


"Mulut lo tu ya,kalau lo sudah tau nggak perlu juga harus ngomong keras keras kaya gitu".


Mendengar ucapan Gavin Aldo langsung membalikkan badannya menghadap Gavin.


"Serius lo Vin!,cewek mana yang sudah berhasil menaklukan prince Ice Gavin kita ini?"tanya Aldo dengan penasaran sampai melupakan tentang rambutnya yang masih basah.


"Vin..,siapa ngomong,lo bikin gue penasaran kalau lo sudah jadian sama cewek bahkan sampai ciuman segala".


Tapi Gavin hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Aldo.


"Vin..!!,jawab siapa?"


"Issh,apaan sih lo,gue kesini bukan mau dicecar sama pertanyaan lo yang kaya gitu".


"Lo juga yang suka sekali main rahasia rahasian sama gue,atau jangan jangan lo bener bener punya hubungan rahasia sama bu Dita ya jadi lo nggak mau cerita kegue dan yang bikin jontor bibir lo itu dia makanya lo diam aja nggak mau ngasih tau gue,iyakan?"

__ADS_1


"Sudah selesai ni rambut lo,ayo kembali kekelas,belajar jangan cuma kepo ngurusi urusan orang aja".


ucap Gavin,lalu berjalan meninggalkan Aldo.


"Vin tunggu!!"teriak Aldo berjalan dengan cepat mengejar langkah Gavin.


"Hari minggu nanti datang keacara gue"ucap Gavin sambil berjalan beriringan dengan Aldo.


"Lo mau bikin acara apa,ulang tahun atau peresmian Kafe baru atau apa?".


"Bukan,tapi acara penting gue dan lo harus datang sebagai sahabat gue".


"Masih belum mau terus terang juga lo,dimana acarannya?"


"Gue juga belum tau?"


"Hah lo gimana sih!,lo yang bikin acara tapi lo nggak tau tempatnya"tanya Aldo bingung.


"Bukan gue yang bikin acara tapi Bokap gue".jelas gavin.


"Lo sudah baikan sama Bokap lo?"


"Hemm".


"Kapan?"


"Kalian nggak ributkan saat disana?"tanya Aldo terdengar khawatir, karena setahu dia setiap kali Gavin dan ayahnya bertemu pasti selalu terjadi masalah dan berakhir dengan adu jotos.


"Nggak parah".


"Maksud lo?"


"Ya,nggak separah sebelumnya hanya satu kali tamparan dipipi".


jawab Gavin dengan santai lalu masuk kekelas dan berjalan dikursinya.


"Nanti gue kasih tau alamatnya kalau sudah pasti dimana tempatnya",ucap Gavin pada Aldo yang juga duduk dikursinya.


****


Pulang sekolah.


Anandita sudah bersiap untuk pulang, tiba tiba ada yang mengetuk kantornya.


"Tok...tok.."


"Sebentar!"ucapnya lalu berjalan kepintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kantornya.


Saat sampai didepan pintu Anandita terkejut melihat seorang wanita usia diatas 30 tahun yang belum pernah ditemuinya berdiri didepan pintunya dengan memakai pakaian kantor formal.

__ADS_1


"Mbak Dita",sapanya dengan melihat tag name didada Ananndita.


"IYa,siapa ya?"tanya Anandita karena merasa belum pernah bertemu.


"Kenalkan saya Santy sekretaris pak Bagaskara",ucapnya dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Anandita.


Anandita menerima uluran tangan itu dengan sopan.


"Saya kesini diperintahkan oleh pak Bagaskara untuk menemani Mbak Dita fitting gaun pernikahan"jelasnya yang membuat Anandita terkejut.


"Fitting gaun apakah om Bagas..eh ayah Bagas ingin mengadakan resepsi besar besaran sehingga aku perlu fitting baju pengantin".


"Sepertinya tidak hanya pernikahan biasa yang mengundang kerabat dekat saja,tapi meskipun begitu Mbak Dita tetap harus memakai baju kebaya saat acara Ijab Qobul"terang santi membuat Anandita jadi paham.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar".


Anandita masuk kekantornya untuk membereskan semuanya dan mengambil tasnya lalu keluar lagi menemui Sekretaris Santy.


"Ayo!"Anandita berjalan keluar kantor dengan sekretaris Santy berjalan disampingnya.


"Apakah Gavin juga harus fitting baju pengantin?"tanya Anandita dengan melangkah menuju area parkiran.


" Sepertinya tidak mbak Dita saya hanya disuruh menjemput anda oleh pak Bagaskara tadi begitu perintah beliau,Itu mobilnya Mbak Dita"Santy mengajak Anandita kemobil yang dikatakannya.


Anandita masuk kedalam mobil diikuti Santy yang duduk dikursi kemudi.


"Kita akan langsung berangkat sekarang karena saya tadi sudah membuat janji temu sekitar satu jam lagi dengan pemilik butiknya".terang Santy.


"Iya"Anandita hanya menjawab singkat pertanyaan Shanty.


Sebelum mobil melaju Anandita menyempatkan mengirim pesan singkat untuk Gavin.


"Aku hari ini pulang dijemput Sekretaris ayah untuk Fitting gaun pengantin ",tulis Anandita.


Nggak berapa lama Gavin langsung membalas pesannya.


"Iya,pilihlah baju yang paling bagus supaya kau terlihat cantik saat hari H nanti",balas Gavin yang membuat Anandita tersenyum simpul membaca pesan itu.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit,mobil yang dikemudikan Santy masuk keArea sebuah Butik besar yang khusus menjual gaun pernikahan untuk artis atau orang orang terkenal saja.


"Kita akan membeli gaun pernikahannya disini?"tanya Anadita masih belum mau keluar dari mobil.


"Iya,tuan Bagaskara adalah teman pemilik butik ini,jadi karena itu dia meminta saya mengajak anda kesin..,mari".sekretaris Santy mengajak Anadita untuk turun dari mobil dan langsung masuk.


Anandita merasa sedikit gugup saat akan masuk kedalam Butik besar itu,tidak pernah terbayangkan olehnya suatu saat akan memakai gaun pernikahan buatan perancang terkenal ini.


Saat sampai didalam Anandita begitu terpesona dengan semua Gaun yang ada didalam butik.


"indahnya!"ucapnya sambil melihat kesekeliling butik dengan kagum.

__ADS_1


__ADS_2