Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
59.Sakit.


__ADS_3

Pagi hari,Gavin sudah rapi dengan seragam sekolahnya ,tapi Anandita masih bergelung dibawah selimut karena merasa hari ini tubuhnya kurang sehat.


"Yank kamu nggak bangun ini sudah siang?",tanya Gavin dengan heran.


"Kayanya hari ini aku ijin nggak masuk aja deh Vin".jawab Anandita.


"kamu kenapa?,sakit?"


"Iya,mungkin asam lambungku naik karena dari tadi malam perutku rasanya nggak enak seperti mau muntah".Terang Anandita .


"Kalau gitu aku antar kedokter ya,aku ijin aja hari ini."


"Jangan hari ini kamu mulai UAS!"cegah Anandita.


"Tapi kalau kamu dirumah sendiri aku semakin khawatir".


"Aku nggak papa,nanti aku bisa kedokter sendiri".


"Nggak boleh,aku antar kamu kedokter nanti sepulang sekolah,jadi sekarang sebaiknya aku menyuruh seseorang kesini menemanimu".


"Kamu mau menyuruh siapa?"tanya Anandita berusaha bangkit untuk duduk dikepala tempat tidur.


"Bagaimana kalau bik Siti yang kuminta datang kesini menemanimu, sampai aku pulang sekolah nanti?".


"Ya,nggak papa itu lebih baik dari pada orang yang belum pernah aku kenal".


"Kalau begitu nanti aku telpon sambil berangkat sekarang istirahatlah",perintah Gavin menyuruh Anadita untuk kembali tidur diranjang.


Anadita hanya mengangguk menjawab perintah Gavin.


Sebelum pergi Gavin memeriksa suhu tubuh Anadita yang memang agak hangat.


"Aku berangkat dulu istirahat saja sampai aku pulang,nanti baru kita pergi kedokter ya".


Kemudian Gavin mengecup dahi Anandita lama,lalu membetulkan selimut yang dipakai Anandita supaya sang istri merasa nyaman.


Anandita hanya mengangguk untuk menjawab pesan Gavin sebelum dia kembali memejamkan matanya untuk beristirahat.


Anandita terbangun karena mendengar suara pintu kamarnya dibuka dari luar,dengan pelan Anandita membuka matanya yang terasa berat karena efek pusing dan mual yang dirasakannya.

__ADS_1


"Neng Dita maaf mengganggu,istirahatnya ini bibik bawakan bubur untuk mengisi perut".


Bik Siti berjalan masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan juga teh hangat untuk Anandita.


Melihat itu Anandita perlahan bangun dan menyandarkan tubuhnya dikepala tempat tidur.


"Makasih bik",jawab Anandita.


"Nggak papa jangan sungkan saya sangat senang waktu tadi Mas Gavin menghubungi saya,dan menyuruh saya untuk datang kesini menemani neng Dita"terang bik Siti sambil meletakkan mangkuk dimeja nakas samping tempat tidur.


Anandita mencoba tersenyum mendengar ucapan perempuan tua itu.


"Sejak kapan neng Dita sakit?"tannyanya.


"Sejak tadi malam saya merasa perut saya tidak nyaman dan kepala saya pusing sekali,mungkin asam lambung saya naik,karena biasanya begitu kalau saya terlalu lelah".


"Neng Dita yakin itu karena asam lambung bukan karena yang lain?"


Anandita mengangguk sambil menyendok bubur kedalam mulutnya tapi baru dua suap dia menyuap bubur itu,tiba tiba dia merasa perutnya kembali mual,Anandita langsung bangun dan bergegas kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Bik Siti yang melihat itu mengikuti Anandita kekamar mandi dan membantunya mengurut tengkuk Anandita supaya merasa lebih baik.


"Neng Dita yakin itu asam lambung bukan gejala yang lain?"tanya bik Siti.


Anandita mengangguk lemah.


"Saya sering mengalami ini,tapi biasanya tidak sampai separah ini",terang Anandita.


"Tapi gejala yang neng Anandita alami sama kaya gejala orang lagi hamil muda",ucap bik Siti yang membuat Anandita langsung terkejut bahkan sampai tersedak karena bik Siti mengatakannya saat Anandita sedang meminum teh hangatnya,supaya mulutnya tidak terlalu pahit akibat muntah tadi.


"itu nggak mungkin!"kata Anandita menatap bik Siti.


"Itu bisa saja neng Dita,karena itu sebaiknya nanti sore neng Dita Ajak mas Gavin kedokter kandungan untuk memeriksakannya".


Mendengar itu Anandita meletakkan gelas berisi teh manis ditangannya,lalu kembali merebahkan tubuhnya diranjang dengan diam,dia mencoba memejamkan mata tidak ingin terpengaruh dengan apa yang diucapkan bik Siti barusan padanya.


"Neng Dita masih pusing sekali?"


"Iya,bik sepertinya aku akan tidur saja sampai Gavin pulang"jawab Anandita lemah.

__ADS_1


"Kalau memang parah saya telponkan Bapak saja ya,untuk membawa neng Dita periksa sekarang takutnya menunggu Mas Gvain terlalu lama",saran bik Siti.


Mendengar itu Anandita langsung menolak tegas saran bik Siti.


"Jangan saya nggak papa,hanya pusing karena terlalu banyak muntah saja,biar saya tunggu Gavin saja bik".


Bik Siti tidak ingin memaksa Anandita untuk pergi kerumah sakit,jadi dia memutuskan keluar kamar agar Anadita bisa beristirahat.


Setelah bik Siti keluar dari kamar bukannya langsung tidur seperti ucapannya pada bik Siti tadi,tapi Anadita malah mengambil ponselnya yang berada diatas nakas tempat tidur dan mulai menscrol google mencari' ciri ciri awal tanda kehamilan'.


Setelah membaca artikel di Google,bukannya tambah baik perasaan Anandita semakin kacau,dan bingung karena ternyata biasanya orang saat hamil muda juga mempunyai gejala seperti apa yang dialaminya sekarang.


Kemudian Anandita mengingat ingat apakah bulan ini tamu bulanannya sudah datang atau belum.


Anandita segera memeriksa kalender diponselnya dengan gugup dia melihat tanggal berapa sekarang,seharusnya dua hari yang lalu tamu bulananya sudah datang tapi kenapa sampai hari ini dia belum datang,Anandita semakin gugup dia bermaksud kembali memeriksa Google,untuk memastikan ciri ciri yang dialaminya apakah benar benar tanda awal kehamilan atau masih ada tanda yang lain saat tiba tiba dia mendengar suara Gavin bicara.


"Kamu ngapain Yank?"


Mendengar suara Gavin yang sudah berada didalam kamar Anadita langsung terkejut.


Gavin menghampiri Anandita yang bersandar dikepala tempat tidur dan langsung menyentuhkan tangannya kedahi Anandita,Anandita mencoba menepis tangan Gavin pelan.


"Aku nggak papa,cuma masih lemas,karena baru muntah tadi,kenapa kamu sudah pulang?"tanya Anandita sambil melihat jam diponselnya yang baru menunjukan pukul 11.30 siang biasanya sekolah pulang pukul 14.30.


"Hari ini UAS kau lupa?, karena itu aku pulang cepat",terang Gavin.


"Iya aku lupa,kupikir kau bolos,maaf".


"Sudahlah,sepertinya kau belum membaik kita kedokter sekarang ya?"ajak Gavin.


Mendengar kata dokter, membuat Anandita jadi gugup bagaimana kalau apa yang dikatakan bik Siti benar.


"Aku tidak papa kau belikan saja aku obat diapotek depan nanti juga sembuh".Ucap Anandita.


Gavin yang sedang mengganti baju sekolahnya langsung menoleh kearah Anandita.


"Nggak Yank kau harus dibawa kedokter supaya tau kau sakit apa".


"Aku nggak papa Vin biasanya juga kalau aku sakit dulu paling cuma minum obat lalu istirahat besoknya juga sudah baikan".

__ADS_1


"Itu dulu sebelum kau jadi istriku tapi sekarang,kau tidak boleh lagi seperti itu,kita akan kedokter sekarang".Tegas Gavin yang membuat Anandita terpaksa menurut.


__ADS_2