Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Ternyata Rani sudah hamil.


__ADS_3

Episode 101 : Ternyata Rani sudah hamil.


***


Gama segera menggendong istrinya, mereka memasuki kapal yatc mereka yang sudah disediakan Roni, assiten pribadi Gama.


Sejak tadi Gama hanya diam saja, matanya begitu dalam dan ada kesedihan yang tergambar di raut wajahnya, entah apa yang dipikirkan oleh atasannya ini, akan tetapi tangannya yang kokoh menggenggamnya istrinya dan wajahnya yang sendu itu seolah sama dengan ombak yang beriak-riak ditengah malam.


Seolah ada teriakan di hati lelaki gagah itu.


Gama memperhatikan luka di tangan istrinya, berdarah karena tadi ia tarik dengan kuat sampai ia terjatuh, setiap kali melihat luka itu akan ada tusukan di dadanya, rasanya perih dan ia tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan nya.


"Srak!"


Dia merobek kemeja putih yang ia kenakan, dia mengikatnya dengan pelan kearah luka istrinya agar tidak lagi mengeluarkan darah.


Lalu setelah itu ia menutupi tubuh istrinya agar tidak terkena angin malam yang dingin.


"Aku bilang akan melindungi mu, tetapi aku malah melukai mu!"


"Apakah aku memang begitu mengerikan? apakah aku selamanya tidak akan pernah sembuh dan akan melukai mu tanpa sengaja?"


"Untuk pertama kalinya, aku takut pada diriku sendiri, aku takut jika nanti aku akan melukai mu tanpa kendaliku! mungkin Marian dan ayahku benar, aku hanyalah seorang monster!"


Gama sedang berada di titik terendah nya, dia tidak akan tahu akan ada saat dimana dia takut pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Awalnya dia tidak peduli, tetapi melihat seseorang yang ia sayangi terluka karena dirinya membuat Gama merasa telah gagal melindungi Rani.


***


"Ron,"


Gama akhirnya membuka pembicaraan, saat mereka sudah hendak menyebrang ke tepi pantai dan kembali.


"Iya Pak?"


"Telepon Ares dan katakan kita akan menuju rumah sakitnya, agar media yang nantinya akan mengganggu agar pergi dari sana," Gama memerintahkan assiten pribadi nya ini.


Agar saat di rumah sakit milik sahabatnya itu, dia tidak akan lagi bertemu wartawan.


"Baik Pak," sahut Roni segera menyanggupi perintah atasannya ini.


Hanya dalam beberapa saat, akhirnya mereka sampai di pesisir pantai, Roni sengaja mengatur agar mereka menepi di sudut pantai yang berlawanan arah dari saat datangnya mereka, agar para wartawan tidak melihat Gama dan Rani.


Gama dengan lembut menggendong istrinya itu, memastikan agar dekapannya tidak terlalu kuat untuk melukainya, Roni bisa melihat jika atasannya ini sungguh tulus akan tetapi disaat yang sama juga ketakutan.


***


Hanya dalam beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah sakit dimana Ares sudah menunggu,


Dengan cepat Rani dirawat secara intensif, dan saat hasil pemeriksaan keluar, Ares yang merupakan sahabat Gama itu keluar dari ruangan pemeriksaan.

__ADS_1


Dia duduk di sisi Gama yang sedang duduk di kursi luar ruangan, menunggu dengan sabar hasil pemeriksaan istrinya.


"Bagaimana Res? apakah istriku baik-baik saja?" tanya Gama masih dengan tangan yang ia kepal kuat, matanya yang tajam namun sayu.


"Dia baik-baik saja, akan tetapi beberapa tulang punggung nya retak, akan segera sembuh selama beberapa minggu perawatan,"


"Luka tangannya juga hanya butuh beberapa hari sampai menutup,"


"Dan jangan khawatir, entah mengapa bayi di perutnya baik-baik saja, tapi kedepannya tolong lebih hati-hati menjaga nya, kali ini hanya keberuntungan yang menyelamatkan bayi kalian, jika sekali lagi dia terkena benturan maka mungkin ceritanya akan lain,"


Ares menjelaskan dengan santai, dia tidak tahu jika baik Gama maupun Rani tidak tahu jika Rani ternyata sedang mengandung.


Saat mendengar itu mata Gama membelalak, tubuhnya bergetar hebat dan dia segera mencengkeram bahu Ares.


"Apa yang kau bilang barusan? istriku, istriku ha ... hamil? apakah kau tidak salah?"


Wajah yang begitu syok namun memerah karena luapan emosi, dia menuntut Ares menjawab pertanyaan nya dengan cepat.


"Iya, dia sedang hamil muda, usianya masih dua minggu, jadi harus ekstra hati-hati menjaganya, memangnya kau tidak tahu?" balas Ares melepaskan cengkeraman tangan Gama yang kelihatan syok sekali.


Gama segera melepaskan cengkeramannya, baru kali ini dia merasakan kebahagiaan dan kegagalan disaat yang bersamaan, dia merasa dia telah gagal menjadi suami dan ayah, jika saja dia mendorong nya terlalu kuat maka dia akan membunuh anaknya sendiri.


Tanpa mengatakan apapun, Gama melangkah ke dalam ruangan istrinya, dia mendekat dan melihat wajah pucatnya itu.


Gama mengusap rambutnya, dia masih ingat betapa heroiknya Rani saat membela nya di hadapan Marian.

__ADS_1


Gama segera duduk di sisi Rani, dia mengecup dahinya, "Maafkan aku, maafkan aku karena menjadi suami mu, aku sangat menyukai mu jadi kau mengalami banyak kesusahan, walau aku tahu kau menderita karena ku tetap saja aku tidak bisa melepaskan mu!"


Gama yang sebenarnya juga sudah lelah itu, membisik di telinga istrinya, menumpahkan betapa perih hatinya, dia yang ingin melindungi istrinya dari semua orang pada akhirnya dirinya sendiri lah yang melukai istrinya.


__ADS_2