
Episode 111 : Ingin berdamai dengan diri sendiri.
***
Di kediaman Gama Yu,
Gama Yu akhirnya mengakhiri adegan malam bergairah nya dengan Rani, Rani masih hamil muda jadi dia tidak boleh terlalu bar bar dalam melakukan kegiatan kesukaan nya itu.
Walau sebenarnya dia masih ingin lagi dan lagi, tetapi kesehatan istrinya jauh lebih penting.
Keduanya juga sudah mandi, dan sprei basah juga sudah digantikan dengan yang baru dan bersih.
Gama sedang memeluk istrinya yang terbaring di dalam pelukannya, sesekali mengecup dahinya, dan memejamkan matanya.
Hanya memeluk istrinya saja seperti ini benar-benar terasa sangat membahagiakan dan menenangkan baginya.
seperti obat kesembuhan setelah bekerja terlalu keras, dan memikirkan banyak hal, sekarang ini pulang ke rumah bagi Gama adalah hal paling ia tunggu-tunggu, karena dia bisa bertemu dan bersama istrinya sepanjang waktu.
***
Keesokan harinya,
__ADS_1
Pernikahan antara John Yu dan Christy Lin akan segera dilaksanakan, semua undangan sudah hadir.
Pernikahan ini bukan lagi merupakan pernikahan sakral, akan tetapi sudah seperti ajang pertunjukan kekayaan, para kalangan elit yang memang begitu senang memamerkan kekayaan mereka.
Dan untuk para pebisnis, kehadiran mereka hanyalah sebuah unjuk kekuasaan dan memperluas kolega yang akan saling menguntungkan.
Berbeda dengan Gama Yu dan Rani, Gama Yu sengaja tidak datang untuk meredakan dendamnya, dia ingin mendengarkan istrinya kali ini.
Mungkin benar kata Rani, tenggelam dan terpenjara dalam masa lalu akan sangat menyakitkan, Gama benar-benar tidak ingin kehilangan kehidupan bahagia nya saat ini.
Kehadiran Rani benar-benar menyadarkan Gama tentang makna berdamai dengan dirinya sendiri.
Walau begitu menyakitkan masalalu nya, akan tetapi ada hal yang harus ia lepaskan dan lupakan untuk mendapatkan kebahagiaan seutuhnya, Gama akan belajar secara perlahan, mengikuti apa kata istrinya.
Sekarang dia akan memiliki seorang anak, Gama akan secara perlahan memperbaiki dirinya, dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik tanpa dendam dan kebencian.
***
"Bi Mendi,"
Gama bangun lebih dulu dari Rani, mungkin karena terlalu lelah dengan kegiatan panas mereka tadi malam membuat Rani begitu malas bangun pagi, dia ingin mengistirahatkan tubuhnya sebentar lagi.
__ADS_1
Dan sekarang Gama sedang memanggil kepala pelayan yang juga dulu melayani ibunya.
"Ada apa Tuan?" seru Bi Mendi tetap hormat.
"Dimana kotak peninggalan Ibuku? aku sepertinya sudah bisa menerimanya sekarang, aku ingin menguburkannya ke makam Ibuku," seru Gama tersenyum begitu lembut.
Hal itu sangat mengejutkan Bi Mendi, tetapi juga sangat membahagiakan baginya, kotak peninggalan Ibu Gama tidak akan pernah berani disentuh oleh Gama sebelum dia balas dendam dan menempuh langkah kekejian itu.
Bin Mendi sebenarnya sangat sedih, bagaimana selama ini Gama hidup dalam kebencian dan dendam yang menggerogoti dirinya, pasti Ibu kandung Gama juga tidak ingin putaran besar dan hidup dalam rasa sakit seperti itu.
Dengan bersemangat Bi Mendi mengambil kotak tua yang selalu ia simpan dengan baik, di dalam itu tersimpan semua kenangan Ibu kandung Gama.
Mungkin kehadiran Rani dan kehamilan istrinya itu sungguh mengubah dan membuat hati Gama semakin damai dan menyadari tidak ada gunanya hidup dalam dendam yang tidak akan menemukan titik terang apapun.
Bi Mendi segera mengambil kotak itu dan memberikannya kepada Gama.
"Ini Tuan," seru Bi Mendi menyodorkan sebuah kotak tua sedikit besar kepada Gama.
Gama menerimanya dengan hati yang merasakan berbagai perasaan, tetapi kesedihan adalah yang lebih dominan.
"Maafkan aku Ibu, tetapi mungkin sudah saatnya aku menerima takdir dan berdamai dengan diriku sendiri, bukan karena aku melupakan ibu, tetapi karena aku benar-benar telah mendapatkan tujuan hidup yang tiba-tiba datang," Gama berbicaralah pilu.
__ADS_1
Dia melihat kotak itu, kotak yang selama ini tidak ingin ia sentuh dan buka karena rasa bersalah masalalu, tetapi dia akan memulai hidup baru dan berdamai dengan masa lalunya, agar nanti kemarahan tidak akan mengendalikan dirinya dan berakhir melukai istrinya lagi.
Sebelum dia memutuskan untuk mengubur kotak itu di makam Ibunya, Gama mencoba membuka kotak itu, untuk mengobati kerinduan nya walau hanya sesaat.