Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Hatinya bergemuruh


__ADS_3

***


Dengan cepat Gama sudah bersiap-siap, tapi sampai saat ini dia belum juga menemukan Rani.


Hatinya yang bergemuruh mendorong nya untuk menanyakan keberadaan rani kepada Bi Mendi selaku pengurus rumah.


“Bi Mendi, Rani ada dimana ya? Mengapa aku sama sekali tidak melihatnya sedari tadi?” tanya Gama yang saat ini sudah berada di meja makan untuk menyantap makanan paginya dan pergi ke kantor, sama seperti rutinitasnya setiap hari.


“Nyonya Rani sudah pergi dari pagi sekali Tuan,” jawab Mendi dengan sopan dan menundukkan kepalanya seperti sedang memberikan hormat.


“Pergi kemana? Apakah dia memberitahukan Bibi kemana dia pergi?” tanya Gama dengan nada yang terdengar sarkastik, terlihat sekali jika dia sudah tidak senang, apalagi ekspresinya itu, sudah menampilkan ekspresi kemarahan.

__ADS_1


“Mohon maaf Tuan, tapi tadi Nyonya Rani pergi tanpa mengatakan sepatah katapun,” jawab Bi Mendi dengan gaya yang sama, sopan dan hormat. Namun, dia sudah merasa ketakutan, dia bisa merasakan jika Tuan nya ini sedang berada dalam mood yang tidak bagus.


“Ho? Ingin kabur dariku ya? Gadis itu memang tidak tahu diri!” decak Gama langsung pergi meninggalkan meja makan yang sudah di penuhi makanan itu, selera makan nya sudah hilang, sekarang yang ada di pikiran Gama hanyalah Rani dan bagaimana caranya agar Rani berada di dekatnya dan tidak menentang.


***


Di kantor Gama,


Roni, assiten pribadi Gama saat ini sedang berada di ruangan pribadi atasannya itu, ada hal penting yang berhubungan dengan pekerjaan yang harus ia sampaikan pada atasannya ini. Roni yang sudah berada dekat dengan atasannya dalam waktu yang lama membuat Roni menyadari jika Gama saat ini sedang gundah dan memikirkan sesuatu hal.


“Mohon maaf Bos mengganggu waktunya, tapi besok kita akan mengadakan meeting dengan perusahaan Reiner, jika kerjasama kita berhasil maka kita akan memiliki akses sepenuhnya ke dunia hiburan di negara ini,” sahut Roni dengan gaya nya serius seperti biasa, tidak suka berbasa-basi dan mengatakan semuanya secara langsung dan jelas.

__ADS_1


“Perusahaan Reiner ya, Hmmm, bagus sekali Roni, dengan kita memiliki akses ke dunia hiburan, aku akan menghancurkan dan menekan perusahaan si tua bangka yang sangat mencintai anak nya itu!” decak Gama tersenyum sinis, laporan yang sejak tadi ia baca sudah ia letakkan. Saat ini dia sudah terfokus dengan informasi yang di sampaikan oleh Roni padanya.


Bagaimana tidak, perusahaan ayah kandung Gama banyak bergerak di dunia hiburan, jika Gama memiliki akses sepenuhnya ke dunia itu maka rencana selanjutnya adalah memanipulasi kepercayaan orang-orang yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Yu dan membuat mereka bekerja sama dengan perusahaan Gama, dan akhirnya secara perlahan semuanya akan berada di bawah kendali Gama. Tentu saja hal itu akan perlahan menghancurkan perusahaan Yu.


“Hanya sebentar, kita tunggu sebentar, seperti seorang predator kita harus mengamati mangsa kita secara perlahan, diam dan tidak menimbulkan suara, dan saat waktunya sudah tepat. Booommm! Si mangsa akan hancur dan mati!” tegas Gama tersenyum pahit di hadapan assisten nya itu.


Gama yang memang memiliki tujuan utama untuk menghancurkan perusahaan Yu akhirnya memiliki kesempatan, hal itu tentu saja membuat Gama senang.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2