Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Kau mau mati dengan cara apa?


__ADS_3

Episode 81 : Kau mau mati dengan cara apa?


***


Di perusahaan Gama,


Saat Christy berusaha semaksimal mungkin untuk meluluhkan hati Gama, Gama terlihat biasa saja, dia malah terdiam dan mendorong Christy menjauh.


"Ga ... Gama? kau sudah setuju akan terus menemani aku asal aku mau bertunangan dengan John, aku setuju dengan pertunangan bodoh ini hanya karena aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu denganmu,"


"Aku tahu aku tidak akan pernah bisa memiliki mu, tetapi aku juga tidak bisa melepaskan mu, kenapa kau mulai berubah? kenapa kau tidak menjadi Gama yang dulu? apakah karena wanita itu? istrimu yang lugu itu? apa karena itu kemarahan mu mulai mereda?"


Christy menangis tersedu-sedu dan berteriak sekencang mungkin, dia merasa Gama telah berubah banyak sekali hanya karena kehadiran wanita yang menjadi istrinya sekarang.


Gama yang mendengar itu menjadi diam, dia menatap Christy dengan tatapan yang sangat mengerikan.


"Christy, sejak awal kau tahu aku hanya memanfaatkan mu, tetapi kau malah menginginkan lebih! pernikahan mu bukan urusanku, bukankah keluarga mu yang menjodohkan mu dengan dia?"


"Kau berbicara seolah kau bisa menolak sejak awal dan melimpahkan kesalahan kepadaku!"


Gama berbicara dengan nada yang sarkastik, dia menyeringai dan sambil berdiri melangkah mendekati Christy.


"Dengar ya wanita jal*ng! aku bisa saja membunuh mu atas apa yang telah kau lakukan pada istriku! tetapi aku menahannya karena banyak pertimbangan, tetapi sekarang kau malah membuat keributan lagi!"


"Aku anggap itu sebagai tindakan bunuh dirimu, dengan cara apa kau ingin mati? ha?" bisikan itu dekat sekali, membuat Christy melangkah mundur.


Ketakutan yang hebat menekannya, dia merasa wibawa lelaki itu terlalu menekan dan kuat, Christy sampai gemetaran dengan hebat dan matanya melebar seolah tidak percaya dengan ancaman mengerikan Gama.


Saat itulah Christy sadar jika Gama telah benar-benar berubah, Gama yang sekarang bukanlah Gama yang dulu, Gama yang dulu tidak akan pernah bisa mencintai seseorang dan hanya akan berfokus kepada dendamnya sendiri.


Christy yang ketakutan setengah mati karena diancam oleh Gama melarikan diri karena takut, tangannya ia kepal karena dia bisa melihat dari sorot mata Gama, sorot matanya berubah


Matanya bukanlah mata penuh dendam dan kesepian lagi, mata itu adalah mata yang penuh harap dengan sedang berbunga-bunga.


"Rani ya! semuanya karena mu! bahkan Gama ku bisa berubah sejauh ini, menjijikkan! apa yang telah aku lakukan jal*ng!" geram Christy merasa Gama yang mau meniduri nya itu telah hilang.


Yang tinggal hanyalah lelaki yang sedang berbunga-bunga.

__ADS_1


Christy tidak akan rela, Gama memang tidak bisa ia miliki akan tetapi itu berlaku untuk semua wanita, jika dia tidak bisa memiliki Gama maka Rani atau wanita manapun tidak bisa.


Saat Christy sudah keluar dan pergi ketakutan Gama menyeringai, dia tidak peduli dengan wanita lain selain istrinya, jika wanita lain mengganggu nya dan mencoba mendekati nya maka akan dia buat merasakan neraka.


Kemampuan bersosialisasi nya memang buruk, dia lebih mementingkan diri sendiri, dan sekarang di zona nyamannya sudah ada Rani, yang dimana dia akan melindungi Rani dan setia pada Rani apapun yang terjadi.


Setelah itu Roni yang merupakan assiten pribadi Gama masuk lagi ke ruangan pribadi Gama untuk melanjutkan pembicaraan rencana mereka yang telah terganggu oleh Christy tadi.


***


Sedangkan di kantor John Yu,


John menyeringai, dia telah mendapatkan beberapa bukti kedekatan Gama dan Christy juga kedekatan dan bagaimana Christy menghabiskan malam dengan lelaki lain.


"Gama! ku akui kau memang hebat karena menjebak aku sampai merebut wanita yang sangat aku cintai! tetapi waktu akan berbalik!"


"Rani tidak akan mau kembali kepadamu jika dia melihat ini! aku akan merebut wanita ku apapun yang terjadi, bahkan jika aku kehilangan segalanya!"


Geram John yang belum bisa melepaskan cintanya itu, dia tidak rela karena Rani terlalu baik dan tulus hanya untuk laki-laki tidak setia seperti Gama.


Perang saudara antara mereka benar-benar semakin memanas, bukan saja karena dendam pribadi Gama yang tidak akan pernah sembuh, sekarang semuanya di perparah dengan adanya wanita diantara mereka.


***


Rani sudah melakukan semua yang diinginkan suaminya, jangan dekat-dekat dengan Ardhan ataupun lelaki yang lain


Gama adalah suaminya, jadi Rani memang menurut dan meng-iyakan permintaan suaminya itu, menurut Rani berjaga-jaga memang tidak ada salahnya.


Saat Rani hendak memegang gagang pintu keluar ruangan pribadi Ardhan Reiner ....


"Brak!"


Ada sesuatu yang terjatuh di belakang nya dan setelah ia menoleh ke belakang, Rani melihat jika Ardhan Reiner yang tadi kelihatan bugar telah jatuh pingsan di dalam ruangannya.


"Pak Ardhan ...."


Rani langsung panik, dia berlari dan menelepon ambulan segera, dia benar-benar panik dan bingung harus melakukan apa di situasi seperti ini.

__ADS_1


Rani mencoba merasakan denyut nadi Ardhan dan memeriksa suhu tubuhnya.


Setelah beberapa saat petugas kesehatan datang menjemput Ardhan Reiner ....


Ardhan Reiner yang kelihatan pucat sekali Sepertinya juga tengah bermimpi buruk, keringat di dahinya banyak sekali dan dia menangis dalam tidurnya.


"Maafkan aku ...."


"Aku tidak bisa kembali mencari mu ...."


"Aku sudah tidak bisa hidup lagi ...."


Suara-suara tidak jelas yang terdengar parau dan lemah, tidak tahu apa yang sedang ada dalam mimpinya, akan tetapi sepertinya itu sangat mengerikan karena wajahnya menjadi semakin pucat dan bahkan tubuhnya gemetaran dengan hebat.


Setelah melihat keadaan Ardhan Reiner para petugas kedokteran memberikan pertolongan pertama dan membawa Ardhan ke rumah sakit.


Rani hanya membantu sebisanya, bahkan ikut mengantarkan Ardhan ke mobil ambulans dimana assiten pribadi Ardhan sekarang sudah ada di dalam mobil itu menemani Ardhan.


Ardhan dan para petugas medis itu langsung menuju rumah sakit, satu perusahaan jadi heboh karena Ardhan pingsan, merek berkerumun disana menyaksikan atasan mereka di bawa ke rumah sakit.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Gama sedang menelepon istrinya, waktu makan siang sudah tiba, saatnya Gama mengambil waktu istrinya ini dan menghabiskan waktu bersamanya


"Halo?"


"Sayang, aku sudah ada di depan nih, cepat keluar dan masuk mobil ...." dengan ketus dan tidak suka istrinya bekerja dengan yang lain, Gama langsung mematikan panggilan itu.


Rani yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat sikap suaminya yang berubah setiap waktu.


Rani dengan tas selempang nya berlari kearah mobil suaminya dan segera masuk kedalam, dan ....


Segera Gama menarik tangan istrinya, dan mengecup bibirnya lekat sekali.


Sekarang ini Gama menjemput Rani sendirian, jadi hanya mereka yang ada di mobil itu.


Gama mencium Rani sambil menggigit lehernya sampai kemerahan, seolah dia sengaja melakukan hal itu.

__ADS_1


***


__ADS_2