Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Aku iri dengan keluarga mu


__ADS_3

Episode 79 : Aku iri dengan keluarga mu.


***


Di mobil Gama,


"Tadi kau bilang apa sama Ibuku, sampai dia senang sekali seperti itu?"


Tanya Rani masih penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Gama dan ibunya saat hendak pulang tadi.


Gama kemudian menyeringai.


"Aku bilang, aku akan memberikan dia cucu segera," begitu tegas dan lugas ucapan itu membuat pipi Rani memerah dan langsung terdiam.


"Ke ... kenapa harus menjanjikan itu?" ketus Rani dengan Nada yang sedikit pelan karena malu.


"Kenapa? kau tidak mau punya anak denganku? tentu saja aku janjikan, melihat ayah dan ibu mertua sangat menginginkan nya dengan berat hati harus aku kabulkan,"


"Aku kan menantu terbaik di dunia," ketus Gama sangat percaya diri dalam membanggakan dirinya.


"Cih, bilang saja kau yang mau kan, malah mengatakan terpaksa lagi, ah!" balas Rani sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi dengan pemikiran suaminya ini.


***


Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Gama,


Mereka berdua masuk kedalam kamar dan saat Rani hendak mandi, Gama langsung menggendong nya dan membaringkan nya di kasur.


"Sayang, kita buat anak dulu baru mandi, kau tidak lupa kan keinginan ibu mertua?" bisik Gama sudah duduk menatap Rani dengan mata yang sangat tajam.


Senyumannya yang menyeringai dan tatapannya yang dalam, sudah membuat Rani panik dan mencoba melarikan diri.


Karena Rani tahu, dia akan super duper kelelahan dan pinggang nya akan encok besok pagi.


"Ta ... tapi besok aku harus berkunjung ke perusahaan Reiner, jika malam ini kau menghabisi aku, maka aku akan susah berjalan," seru Rani dengan matanya yang memelas dan ekspresi yang bagi Gama sangat menggemaskan.


"Heh, kau mengingatkan aku dengan itu lagi, sayang, hal itu malah ingin membuat ku lebih ingin menghabisi mu," bisik Gama sudah melucuti pakaiannya.

__ADS_1


Dan terjadilah hubungan ranjang panas yang menggoyang kan ranjang mereka, membuat udara menjadi panas dan nafas Rani terengah-engah.


Sama seperti malam malam sebelumnya, karena terlalu lelah, Gama harus menggendong Rani ke kamar mandi dan mereka membersihkan diri mereka bersama.


Setelah beberapa saat ...


Rani dan Gama sudah berada di ranjang yang bed cover nya sudah diganti Bi Mendi, baju yang dikenakan Rani juga hanyalah baju kaus milik Gama.


Gama memeluk istrinya dengan nyaman sekali, dia puas dan bahagia, dan hatinya menjadi tenang.


"Sayang," suara lembut dan hangat itu terdengar dekat di telinga Rani


"Hmm?" Rani menjawab dengan pelan karena dia masih lelah dan tubuhnya sudah pegal.


"Hari ini aku senang sekali, kau tahu hari ini aku merasakan apa arti keluarga yang sesungguhnya, apakah aku iri?"


"Sepertinya aku memang iri, aku tidak memiliki keluarga seperti yang kau punya, kau memiliki tempat pengaduan, sedangkan aku tidak memiliki satupun tempat ku untuk mengadu,"


Gama akhirnya berbicara mengenai perasaan nya hari ini, dia senang tetapi juga iri disaat yang bersamaan, keluarga yang dimiliki istrinya adalah sebuah keluarga yang didambakan oleh dia sejak dulu.


Rani yang tadi sudah menutup matanya sekarang membuka matanya, dia merasa hidup menjadi orang kaya tidak seindah yang ia bayangkan.


Rani bersandar di dada suaminya, kemudian memeluknya erat sekali.


Dia tidak menjawab apapun, Rani tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya tetapi selagi Gama memperlakukan dia dengan baik dan menerima keluarga nya maka Rani akan belajar mencintai dan menerima suaminya ini apa adanya.


Rani akan berusaha menjadi tempat sandaran bagi suaminya, makanya dia diam saja dan hanya memeluk suaminya.


***


Disaat yang sama di kediaman John Yu,


Deffan Yu dan Leonardo sedang berbincang banyak hal, mereka memang sahabat jadi banyak hal yang ingin mereka bicarakan berdua.


Sedangkan Ibu Christy dan Ibu John Yu juga sedang berbincang-bincang, dan disini lah John dan Christy duduk bersama tanpa memiliki ketertarikan sama sekali.


Tanggal pernikahan mereka sudah di tetapkan, dan hari itu John akan mengejutkan semua orang dengan penyelidikan nya, John sudah merencanakan pembatalan pernikahan nya.

__ADS_1


Juga bagiamana caranya menjatuhkan Gama dan merebut wanita yang ia cintai yaitu Rani.


"Besok aku harus pergi menemui Gama, aku tidak mau menikah dengan lelaki ini, Gama pasti akan membantuku dalam hal ini, dia tidak boleh meninggalkan aku!"


Christy berbicara sendiri, dia tidak senang dengan rencana pernikahan antara dirinya dan John yang sudah ditetapkan itu.


Dia harus melakukan apa saja agar dia tdiak menikah dengannya.


Disaat yang sama John Yu juga sedang memikirkan bagaimana caranya membawa Rani kabur, dia tahu akan sangat sulit karena Gama.


"Apakah jika aku menyerah menjadi pewaris dia akan menyerahkan Rani? aku tidak butuh kekayaan ini, aku hanya butuh Rani!" gumam John meneguk wine di gelasnya.


Berpikir keras sekali apa yang harus ia lakukan setelah menggagalkan rencana pernikahan mereka.


***


Malam akhirnya berlalu, semua yang terjadi malam itu telah menjadi masa lalu.


Disini Rani sedang memilihkan pakaian yang cocok untuknya melakukan kunjungan, Rani ingin berpenampilan rapih dan cerdas agar perusahaan suaminya tidak malu karena dirinya.


Rani bertekad untuk melakukan yang terbaik hari ini.


Sedangkan Gama hanya berlipat tangan dengan wajah yang muram dan kesal sekali melihat istrinya memilihkan baju yang hendak ia kenakan hari ini.


"Wanita ini benar-benar akan bertemu lelaki bajingan itu! aku menjadi sangat kesal!" geramnya menarik tangan Rani dan mendorong nya sampai terjerembab ke dinding lemari pakaian.


"Ada apa?" tanya Rani bingung, melihat suaminya yang masih mengenakan piyama tidur terbuka dan sedang menatapnya dengan sangat intens.


"Sayang, apakah kau sudah mencintai ku?" pertanyaan yang sangat tiba-tiba dan to the point.


"Umm, be ... berikan aku waktu, memangnya ada apa ini? lagian mencintai kan tidak mudah?" jawab Rani jujur, baginya mencintai itu sulit dan membutuhkan waktu.


"Cih! awas ya jika kau selingkuh dariku, kau harus segera mengangkat panggilan dariku saat aku menelepon mu, kau juga harus memberitahu aku setiap jam apa yang sedang kau lakukan dan sedang bersama siapa? kau mengerti?" tegas Gama dengan wajah yang sangat khawatir.


"Kenapa dia begitu khawatir ya? apakah dia takut Pak Ardhan menyukai aku? tapi kan tidak mungkin, ah sebaiknya aku menghibur dia saja agar dia tenang dan tidak merepotkan aku nanti," gumam Rani bertanya-tanya dengan kekhwatiran suaminya ini.


"Kau adalah suamiku, tenang saja aku tidak akan bersama lelaki lain dan menyukai lelaki lain," balas Rani malu malu dan sedikit menunduk.

__ADS_1


***


__ADS_2