Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Aku ingin hidup bersamamu.


__ADS_3

Episode 103 : Aku ingin hidup bersamamu.


***


Sudah tiga hari berlalu sejak Rani berada di rumah sakit, Rani belum bisa bergerak bebas karena tulang punggung nya yang retak membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.


"Ibu, dimana suamiku?" sudah tiga hari dia mencari-cari Gama, Gama seperti hilang ditelan bumi dan tak bisa ia lihat dimanapun.


"Dia selalu datang saat kau tertidur, sudahlah jangan khawatir kan dia dulu, kau harus fokus pada kesembuhan mu dan bayimu," seru Sheryl pada putrinya ini.


Saat mendengar itu, Rani sedikit memicingkan mata, dia ingin tahu kenapa suaminya menghindari nya dan hanya datang saat dia sedang tertidur.


Malam ini dia akan mencaritahunya sendiri, dia akan berjaga semalaman dan menunggu suaminya.


***


Setelah itu malam pun tiba, Rani berpura-pura jika dia sedang terlelap dan benar saja Gama datang dengan langkah yang sangat pelan, dia duduk di sisi istrinya sebentar dan mengusap rambutnya lembut sekali.


Setelah itu dia mengecup dahinya, tanpa kata-kata dia naik keatas ranjang, membuka selimut Rani dan tidur di ranjang pasien memeluk Rani lembut sekali.


Setiap malam dia akan melakukan ini, karena merasa bersalah dia menghukum dirinya sendiri.


Ya, Gama menghukum dirinya sendiri karena telah melukai istrinya sendiri, dia menghukum dirinya dengan cara menahan diri untuk tidak berbincang dan memeluk istrinya ini seharian.


Dia juga ingin menjauh dari Rani sebentar sampai ia sembuh, setelah kejadian itu Gama hanya bisa mengalahkan diri sendiri.

__ADS_1


"Sayang, aku merindukan mu setiap waktu, haruskah aku melanjutkan menghukum diriku sendiri? aku sepertinya tidak tahan jika hukumannya adalah menjauh darimu, apa yang harus aku lakukan?" bisik Gama dengan sikap manja nya yang selalu bersandar di pundak istrinya.


Rani yang mendengar itu langsung tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya ini.


Rani menghela nafasnya dalam-dalam, dia kira ada apa, ternyata lelaki ini mungkin sudah terbiasa menghukum dirinya sendiri dengan berbagai cara jika dia merasa telah melakukan kesalahan.


Entah kehidupan apa yang sudah dilalui nya akan tetapi, sebagai istri yang sedang hamil muda, sikap Gama tetap tidak bisa dibenarkan.


Saat Rani memutuskan membuka matanya, hal yang pertama ia lihat adalah perban di telapak tangan suaminya dan beberapa luka lebam di lengannya.


Rani memejamkan matanya sejenak, dia yakin pasti Gama telah melukai dirinya sendiri lagi saat ia sakit.


Rani mencengkeram tangan Gama kuat sekali, memberikan Gama terperanjat dan duduk, lalu ia melihat ke sisi istrinya yang sudah terdiam dan terisak menangis.


"Sa ... sayang, kau masih bangun? apakah kau bermimpi buruk? kenapa tiba-tiba menangis?" seru Gama mencoba menyentuh bahu istrinya.


"Kau itu manusia bukan mesin, suatu hari kau pasti akan terluka parah, saat itu apa yang harus aku lakukan!"


"Kau egois, memikirkan dirimu sendiri, kau membuatku bergantung padamu dan membutuhkan mu, tetapi kau tidak pernah menjaga dirimu,"


Rani berbicara seperti sedang ngerap, dia menangis dan sekarang menghadap kearah suaminya.


Rani bisa melihat wajah pucat suaminya, hatinya seolah dihujam lagi.


Seberapa menderita kah suaminya ini dahulu sampai ia tumbuh menjadi seperti ini?

__ADS_1


Kenapa wajahnya begitu menderita? semakin Rani mengenal suaminya, semakin sakit hatinya bersamanya.


Rani yang masih terbaring, dan Gama yang sudah duduk, mata mereka saling menatap dan saling bersatu, tangan Rani mencoba meraih wajah suaminya, dia mengusap pipinya.


"Aku akan menunggu mu, aku akan tetap di sisimu sampai kau bisa memberitahukan kepadaku sebenarnya apa yang terjadi padamu,"


"Ingat kata-kata mu? jika kau menderita maka aku juga akan menderita, jika kau kesakitan maka aku lebih merasa kesakitan, kita ini suami istri, dimana dua orang menjadi satu,"


"Saat kau terpuruk, kau hanya perlu memeluk aku, menangis di pundak ku, jangan melukai dan menghukum dirimu sendiri, aku tidak ingin kau tetap terkurung dengan masa lalu mu,"


"Lihatlah aku dan mari kita hidup bersama tanpa luka dimasa depan, tidakkah kau ingin hidup bersama ku?"


Rani berbicara sembari terisak, dia tidak bisa melakukan hal lain, selain menyentuh hati suaminya ini, dia tidak tahu cara menyembuhkan trauma dan penyakit psikologis nya.


Akan tetapi sebagai seorang istri yang mengenal suaminya dengan baik, yang mengetahui jika hati lelaki ini sebenarnya begitu rapuh, dia akan melakukan segalanya, apapun itu akan ia lakukan untuk menyembuhkan suaminya.


Saat mendengar itu, sama seperti saat Rani membelanya di keramaian, Gama tidak bisa menyembunyikan rasa terharu dan air matanya yang terus saja mengalir.


Dia mengangguk seperti anak kecil, dia menyentuh tangan istrinya yang menyentuh wajahnya, dia memejamkan matanya dan menjawab Rani.


"Aku juga ingin hidup bersamamu, aku ingin hidup bahagia dan tenang bersama mu, tolong jangan tinggalkan aku seperti yang lain," Gama memeluk istrinya, bersandar di pundaknya dan menumpahkan semua rasa sakitnya.


Rani yang awalnya tidak mengerti mengapa semesta mempertemukan mereka berdua akhirnya mengerti, mungkin cinta sejati itu benar benar ada.


Dan dia akan melakukan semua yang bisa ia lakukan untuk memberikan kebahagiaan kepada lelaki yang selama hidupnya hanya hidup dalam dendam dan kebencian, trauma dan rasa sakit.

__ADS_1


Rani seperti cahaya yang akhirnya datang kepada hati Gama yang gelap.


__ADS_2