Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Wanita bodoh


__ADS_3

Episode 60 : Wanita bodoh


***


Setelah kejadian itu akhirnya Gama bisa menenangkan dirinya, disaat para pelayan membereskan ruangan yang sudah pecah belah dan berantakan sekali, saat ini Rani sedang diceramahi oleh suaminya sendiri.


Gama tidak ingin siapapun menyentuh tangan istrinya, apalagi yang ada luka goresan adalah bahu Rani.


"Dasar bodoh! kenapa kau tidak pergi saat aku menyuruhmu pergi?"


"Bagaimana jika aku tidak sadar memukul mu atau mendorong mu?"


"Kenapa kau nekat sekali?"


"Lihat kan kau jadi terluka!"


Gama merepet sambil mengusap luka kecil Rani, dia mengusap nya begitu lembut berbeda dari ucapan pedas nya yang setajam pisau.


Rani melihat tangan Gama yang masih terluka hanya dibasuh sedikit saja tanpa diperhatikan, malahan lebih memerhatikan lukanya yang tidak seberapa.

__ADS_1


"Tangan mu lebih banyak lukanya, balut lukamu dulu," ucap Rani yang hanya diam saja, entah kenapa hanya ingin menangis saja melihat Gama yang terluka tetapi lebih mementingkan luka kecilnya.


"Curang! jika begini bagaimana mungkin aku bisa membencinya lagi? kenapa dia bisa sangat baik dan sangat jahat diwaktu yang bersamaan? aku harus bagaimana?"


Rani menjadi ragu lagi, lelaki ini memiliki banyak sekali lapisan dalam dirinya, seolah yang dilihat semua orang hanyalah lapisan luar yang mengerikan, tetapi sebenarnya di dalam, Gama sama saja dengan manusia biasa malah mungkin terlalu peduli dan terlalu lembut.


Dua sisi yang bertabrakan tetapi yang diketahui dan diandalkan oleh Gama hanyalah sisi kejamnya, demi melindungi dirinya sendiri.


Hanya kepada Rani lah sisi lembutnya ia perlihatkan walau sebenarnya ia pun tidak sengaja memperlihatkan itu.


"Bagi lelaki, luka adalah kebanggaan, tetapi bagi wanita luka adalah cacat! untung saja aku sudah menikahi mu, jadi kau tidak perlu mempedulikan itu lagi!"


"Sudah selesai, lain kali lebih hati-hati, jangan mengganggu sesuatu yang seharusnya tidak diganggu, bersiap-siap lah kita akan pergi setelah aku membalut luka ku!" ketus Gama sudah memastikan jika luka kecil yang ada di bahu Rani sudah dibalut dengan benar.


Haruskah aku bertahan lebih lama?


Kau sangat jauh dan dekat disaat yang bersamaan.


Rani melihat pundak bidang suaminya, melangkah menjauh untuk membalut lukanya sendiri, seolah tidak ingin memperlihatkan sisi lemahnya kepada sang istri dan Rani langsung tahu akan hal itu, karena itu dia tidak mengatakan apapun lagi.

__ADS_1


***


Setelah beberapa saat,


Gama sudah selesai membalut lukanya, membersihkan dirinya dan memakaikan jas hitam, dia nampak sangat gagah dan tampan sekali, tetapi ekspresi wajahnya yang tidak bisa tergambarkan itu, mungkin karena hari ini adalah hari peringatan kematian ibunya.


"Sungguh, aku mengakui ini, seumur hidup dia adalah lelaki tertampan yang aku lihat, hanya saja dia memiliki banyak kepribadian mengerikan, menakutkan!"


Rani terpesona akan ketampanan suaminya, tetapi disaat yang bersamaan juga menyayangkan kepribadian yang mengerikan dari suaminya ini.


Gama mendekat kearah Rani yang sedang diam terpaku tak sadar sedang memperhatikan wajah suaminya.


"Sayang, aku tahu aku tampan, tetapi tidak perlu melihat ku sejelas itu! ayo pergi ...." seru lelaki super tampan yang menjadi suaminya itu.


Gama meraih tangan Rani dan menggenggam nya lagi.


Rani melihat tangan yang dibalut itu, entah kenapa pipinya memerah, dia mengikuti langkah lelaki gagah yang seolah sedang menuntun nya.


"Kenapa aku merasa seolah udara semakin panas ya? ada apa denganku?"

__ADS_1


Rani merasa wajahnya semakin panas, bukan hanya wajahnya saja bahkan suhu udara menjadi semakin panas saat suaminya menggenggam tangannya erat sekali.


***


__ADS_2