
Episode 33 : Kau hanya milikku!
***
Selama meeting, Rani sudah begitu bosan, dia menunggu beberapa jam sampai Gama selesai meeting.
Akan tetapi ada satu yang menjadi kekhawatiran nya sekarang, bibirnya sangat merah dan sedikit bengkak karena gigitan tipis suaminya tadi saat berciuman.
"Si mesum itu entah apa mau nya, tiba-tiba kasar, tiba-tiba mencium, tiba-tiba menyuruh aku menunggu, memang dia aneh, kecuali kekayaan dan ketampanan yang dimilikinya, sisanya bernilai minus!" gerutu Rani sampai akhirnya assisten Gama, Pak Roni datang menjemput Rani untuk sama sama menghantarkan Ardhan Reiner kembali.
"Nona, Pak Gama memanggil anda," seru Pak Roni sopan kepada Rani.
Rani yang masih malu karena saat lalu ketahuan ciuman oleh Pak Roni hanya bisa tersenyum kaku dan menunduk, mengikuti langkah Pak Roni menuju lokasi Gama.
Akan tetapi saat ia hendak sampai, Rani sedikit terkejut saat melihat banyak sekali orang-orang berjas di sekitarnya, "Ah, mungkin mereka peserta meeting tadi," gumam Rani sampai akhirnya ia sampai di dekat Gama.
Gama langsung menggenggam tangan istrinya dan tersenyum seolah dia penuh cinta.
__ADS_1
"Tuan Ardhan, perkenalkan ini istriku, Rani!" seru Gama tersenyum seolah tidak tahu apa-apa.
Rani yang mendengar nama itu tentu saja terkejut, karena sejak tadi dia menunduk dia memang tidak terlalu memperhatikan siapa yang ada di sisi suaminya tadi.
Ardhan yang melihat wanita yang jelas-jelas ingin ia kejar berada di hadapannya dan merupakan sudah menjadi milik orang lain juga terkejut, ada rasa sakit di hatinya dimana sedang ia sembunyikan sekarang ini.
"Pa ... Pak Ardhan?" ucap Rani pelan dan segera menatap kearah Gama dengan tatapan penuh kecewa dan marah, dia ingin melepaskan genggaman tangan Gama akan tetapi Gama malah menahan tangannya dengan genggaman yang lebih kuat lagi.
"Nona Rani," balas Ardhan tersenyum dan menyodorkan tangannya untuk menyalami Rani
"Tidak ku sangka kita bertemu lagi secepat ini," seru Ardhan tersenyum walau sebenarnya dia kecewa sekali mengetahui jika Rani sudah menikah apalagi dengan Gama.
Rani menyalami tangan Ardhan dengan perasaan malu dan juga khawatir jikalau karena ini dia tidak akan diterima di perusahaan nya.
Saat Rani menyalami tangan Ardhan dan mata Ardhan yang seolah tidak bisa lepas dari wajah istrinya membuat Gama berang dan marah sekali akan tetapi ia sembunyikan.
Mereka akhirnya mengantarkan Ardhan sampai lobby dan para bawahan Ardhan segera membawa nya kembali.
__ADS_1
Saat semuanya sudah pergi, Gama langsung menarik lengan Rani sampai ke lift pribadinya yang tidak bisa di masuki oleh orang lain.
Dia langsung mendorong Rani ke dinding lift dan menekan lengannya kuat sekali, "Kenapa kau melihat nya seperti itu? apa kau suka padanya?" tanya Gama dengan tekanan yang membuat siapapun yang mendengarnya akan langsung takut.
Gama berdiri dekat sekali di hadapan Rani dan membuat Rani sedikit sesak dan terdesak.
"Tuan," Rani yang tadi menunduk sekarang melihat kearah Gama dengan matanya yang sudah kemarahan karena menangis, sebab lengannya sakit sekali saat di cengkeram suaminya ini.
"Tuan sengaja kan menyuruh aku kesini dan menunggu agar Tuan memperkenalkan aku dengan Ardhan, Tuan tahu jika hari ini aku melamar pekerjaan di perusahaan Ardhan,"
"Anda memang benar, aku melamar pekerjaan di perusahaan nya, aku ingin mendapatkan uang banyak dan membayar mu atas semua uang yang kau berikan kepada keluarga ku agar aku tidak memiliki hutang apapun kepada mu!"
"Aku ingin bisa berpisah darimu dengan bangga dan ...." belum selesai Rani menyelesaikan ucapan menekan namun pilu nya, Gama segera mencengkeram kedua pipi Rani dan membisik dekat sekali.
"Dengar ya Rani, aku tidak peduli apa yang kau rasakan dan pikirkan, akan tetapi kau sudah menjadi milik ku, sampai mati pun milik ku! jika kata berpisah sekali lagi keluar dari mulut mu maka kau akan mendengar kematian sanak saudara mu, dan jika kau berani mendekati Ardhan atau John, aku akan mengikat mu dan tidak akan membiarkan mu keluar! apa kau paham!"
Ancaman itu sungguh mengerikan sekali, seolah Rani memang sungguh tidak memiliki kebebasan lagi, lelaki mengerikan ini merenggut semuanya dalam waktu singkat.
__ADS_1
Rasa takut langsung menyerang Rani saat mendengar bisikan penuh ancaman itu, dia terdiam dan terisak di hadapan suaminya yang mengerikan ini.
***