Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Malam Panas (Bag 1)


__ADS_3

Episode 38 : Malam panas


***


Di kediaman Gama Yu,


Mereka makan malam dan memakan masakan Bi Mendi, tidak jadi makan di restoran seperti yang direncanakan oleh Gama, padahal baru kali itu Gama mengajak Rani makan di restoran dengan niatan yang memang tulus.


Saat makan keduanya tetap diam, hanya alat makan mereka yang saling beradu satu sama lain.


Akan tetapi saat keduanya melangkah kedalam kamar pribadi mereka, Gama langsung menyergap Rani dan mendorongnya sampai terjerembab mentok di dinding, tangannya ia tarik keatas kepala rani dan tubuhnya ia dekapkan ke tubuh Rani, bibirnya langsung menangkap bibir Rani dan tidak membiarkan Rani bisa memperoses apa yang tengah terjadi.

__ADS_1


Ciuman panas yang terjadi semakin terasa sesak, gigitan tipis dan nafas yang begitu berat, sepertinya ada luapana emsoi dalam ciuman panas itu.


Tangan kokoh Gama mengangkat tubuh Rani seolah tubuh istrinya itu bukan apa-apa, Rani mencoba menutupi tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya tetapi tangan itu pun segera di tangkap oleh Gama dan dia tekan keatas kepala Rani, Gama segera naik keatas tubuh istrinya, dengan nafas yang sangat berat dia menatap wajah Rani yang terlihat menutup mulutnya agar tidak bersuara sedikitpun.


“Sayang, lihat aku!” perintah Gama membuat Rani terperanjat dan segera menghadapkan wajahnya dan menatap Gama yang ada di atas tubuhnya saat ini.


“A … ada apa Tuan?” jawab Rani gemetaran namun dia lebih takut lagi jika dia tidak menjawab suaminya ini.


“Aku memang tidak mencintai mu, akan tetapi aku tertarik kepadamu, aku terus memikirkan mu dan aku ingin selalu berada di dekatmu,” lanjutnya lagi dengan lihai dan berpengalaman sudah membuka bra Rani dan sekarang memperlihatkan kedua buah dada Rani yang merupakan sesuai dengan selera Gama.


Matanya langsung seolah terkunci di buah dada Rani membuat Rani malu dan tetap mencoba menutupi tubuh bagian atasnya dengan kedua tangan mungilnya.

__ADS_1


Tangan Rani di genggam oleh Gama, jemarinya di esapnya lagi sembari menatap nakal kearah Rani, “Jika sekali lagi aku melihatmu dengan lelaki lain, entah itu dengan John, Ardhan atau siapapun, aku akan mematahkan kakimu, mengikatmu di ranjang dan membuat mu menjadi pemuas nafs*ku, jadi jaga matamu, jaga perilaku mu dan menurut lah hanya padaku, kau paham?” ancaman Gama ini terasa begitu mengerikan.


Ucapan ini membuat Rani mengerti jika lelaki ini sepertinya sangat membenci jika dikhianati dan di duakan, juga diam nya tadi bukan berarti dia tidak marah, akan tetapi seolah ia tahan agar bisa menyampaikannya lebih intens.


Rani tertegun mendengar ucapan itu, dia tidak bisa membayangkan dirinya hidup hanya untuk menjadi pemuas nafsu suaminya dan kakinya di patahkan, masih banyak yang harus ia lakukan, bayangan mengenai ucapan mengerikan Gama telah melayang di kepala Rani sampai mulutnya menjadi bisu dan tubuhnya menjadi tegang.


Tangan Gama kemudian mulai menjamah bagian perut dan naik ke dada Rani, dia meremasnya tidak kuat akan tetapi ia atur agar Rani merasa kenikmatan, dan dia segera mendekatkan wajahnya sedekat mungkin ke hadapan wajah Rani, “Jawab aku sayang, apa kau mau jadi hanya sekedar pemuas nafs* ku? Jawaban mu akan menentukan hidupmu,” geram Gama sembari menggigit pelan daun telinga Rani membuat Rani berguncang tak karuan, dia meringis dan air matanya secara tidak sadar mengalir.


Rani akhirnya sadar jika dia telah berada dalam sarang monster dan dia tidak akan bisa keluar dari sarang mengerikan ini, dengan mata pilu dan getaran bibirnya dia mengangguk, air matanya tak terasa mengalir melewati pelipisnya.


***

__ADS_1


__ADS_2