Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Aku suami mu!


__ADS_3

Episode 88 : Aku suami mu!


***


Setelah malam itu Gama sama sekali tidak tidur, matanya sudah kemerahan karena sepanjang malam yang ia lakukan hanyalah menjaga Rani agar tidak menangis dalam tidurnya.


Rani yang tidak mengingat apapun merasa tubuhnya terasa sesak sekali, dia membuka mata dan yang pertama kali ia lihat adalah dada bidang suaminya.


Gama memeluknya sepanjang malam, menepuk pundaknya dan mengusapnya lembut.


Saat Gama menyadari Rani sudah sedikit bergerak-gerak di dalam pelukannya membuat Gama segera memegang bahu Rani dan menarik Rani sampai wajah mereka saling bersitatap.


Saat Rani melihat wajah Gama yang kelihatan kusam karena tidak tidur semalaman membuat Rani melebarkan matanya, "Apakah dia menjagaku semalaman? kenapa dia kelihatan lelah sekali?" gumam Rani sedikit terkejut.


Baru kali ini dia melihat seorang lelaki yang benar-benar melindunginya sampai di tahap ini.


Gama segera menempelkan tangannya di dahi Rani, lalu ia segera bisa menghela nafas panjang setelah menyadari jika suhu tubuh Rani sudah kembali normal.


"Ah syukur lah!" serunya pelan sembari memejamkan matanya sejenak.


Namun setelah itu, Gama segera bangkit dan duduk menatap tajam kearah Rani.

__ADS_1


Tangannya ia kepal dan matanya yang tajam itu membuat Rani terkejut dan sedikit memundurkan diri.


"Sayang! apa kau mau membuat aku terkena serangan jantung? kenapa kau tiba-tiba sakit dan bermimpi buruk sepanjang malam? ha? apa kau suka melihat aku ketakutan seperti tadi malam?" Gama yang kesal dan kepribadian nya yang aneh itu benar-benar tidak berubah sama sekali.


Rani tersenyum kaku dan duduk mengikuti suaminya.


"Aku kan tidak bisa mengontrol tubuhku, tadi malam juga hanya demam biasa, tidak perlu khawatir," balas Rani masih memperhatikan wajah lelah suaminya ini.


"Demam biasa kau bilang? itu bukan demam biasa, mulai hari ini kau harus rajin berolahraga, menjaga kesehatan tubuh mu, aku tidak bisa melihat mu seperti tadi malam, apa kau mengerti?" ketus Gama masih memasang wajah sangar dan tatapan tajam.


"Mengerti, akan aku lakukan," balas Rani entah kenapa hatinya semakin hangat.


"Haahhh!" Gama menghela nafasnya panjang, dia memejamkan matanya sejenak, dia sudah bisa lega dan beristirahat sekarang, pekerja akan ia lakukan nanti saja.


Tubuhnya benar-benar membutuhkan istirahat saat ini.


Saat melihat wajah suaminya yang kelihatan lelah namun tetap super tampan, membuat Rani berdebar namun juga merasa bersalah, jika saja dia tidak sakit maka mungkin suaminya tidak akan selelah ini.


Rani meraih wajah suaminya, mengusap pipinya dan memeluknya erat sekali.


Entah kenapa tubuhnya bergerak sendiri, "Terimakasih, kau menjagaku semalaman, istirahat lah aku akan menjagamu, kita gantian," ucap Rani sedang bertumpu pada lutut nya agar bisa mendekap erat suaminya ini.

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Gama berdetak terlalu cepat sekarang, ini adalah pertamakali nya Rani memeluknya tanpa paksaan, benar benar pelukan hangat yang mendebarkan dan membuatnya gila.


Tubuh hangat istrinya membuat nya akhir memejamkan matanya, dia suka sekali dipeluk dan disayang, apalagi oleh istrinya sendiri.


Dia segera membalas pelukan Rani erat sekali, lalu ia menjatuhkan tubuh mereka ke ranjang, wajahnya ia benamkan di buah dada istrinya, memejamkan matanya sembari mendekap erat tubuh istrinya.


"Sayang, tidak usah berterimakasih, aku suami mu dan aku wajib melakukan itu, aku hanya ingin satu hal saja darimu, jangan pernah meninggalkan aku apalagi berkhianat, aku begitu nyaman dan suka dengan kehidupan ku sekarang, jangan tinggalkan aku ya ...." suaranya yang pelan itu ternyata membawanya ke alam mimpi, dia terlelap dalam pelukan istrinya.


Pipi Rani memerah saat mendengar ucapan suaminya, lagi-lagi dia mengerti bagaimana ketakutan Gama yang begitu hebat jika dia pergi atau berkhianat.


Mungkin masa lalu nya yang kelam telah membentuk karakter overprotektif dan arogannya, akan tetapi sikap manis dan perhatian nya juga seimbang membuat pesona Gama benar-benar tiada tanding.


"Bagaimana mungkin aku meninggalkan suamiku sendiri," ketus Rani mengusap rambut suaminya, membiarkan Gama tertidur dalam pelukannya.


***


Author : Jangan bosan bosan ya guys sama ke uwu an pasangan romantis sejagat raya ini, membuat jomblo seperti author merasa iri dengki kepada mereka 😭


Mulai Minggu depan crazy up lagi loh, jadi mohon ditungguin. 🥰

__ADS_1


__ADS_2