
Episode 74 : Ardhan Reiner
***
Di kediaman Ardhan Reiner,
Ardhan akhirnya bisa mencapai keinginan nya yaitu ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Rani.
Di kediamannya yang begitu luas, dia sedang berdiri di balkon kamarnya, dia sedang memegang sebuah foto dulu.
Foto yang selalu ia lihat jika dia sedang gundah.
Ardhan menatap langit gelap yang penuh bintang, ingatannya yang mengerikan tentang masa kecilnya selalu ia lihat setiap hari saat masih sadar seperti ini juga saat ia bermimpi.
"Jika saja aku bisa mengembalikan waktu, bisakah semuanya berubah?
"Seorang wanita mengingat aku padamu, senyumannya sama dengan senyuman mu, aku ingin dekat dengannya seperti aku ingin dekat dengan mu,"
Ucapan Ardhan yang begitu pilu, masa lalu dan kehidupan misterius dan kelamnya tidak bisa terpisah dari dirinya lagi.
Tidak sehari pun dia bisa tidur dengan nyenyak, senyuman dan tawa seseorang selalu ia dengar dan mimpikan, membuat hatinya merasakan sakit setiap hari nya.
Matanya yang menderita dan air matanya yang menetes di pipinya, Ardhan yang selama ini hidup tanpa tujuan, hidup seperti mati.
Tetapi semuanya berubah saat pertemuan tiba-tiba dengan Rani, seolah Ardhan yang menutup diri dan tidak bisa bahagia itu menemukan seseorang yang hilang, walau pasti yang ada di ingatan dan orang yang ia mimpikan bukanlah Rani.
Orang yang diingat dan tak bisa dilepaskan dari hidupnya telah lama mati, karena itulah Ardhan ingin mengembalikan waktu jika ia bisa.
Ardhan menatap langit malam sampai akhirnya ia memutuskan untuk menghabiskan waktunya bekerja seperti biasa, sampai ia lelah dan minum obat tidur agar dia bisa tidur beberapa jam sebelum dia bekerja lagi.
Sungguh hidup yang tidak memiliki warna dan tujuan, julukan lelaki yang memiliki banyak misteri kehidupan memang tidak bisa lepas darinya, karena itulah memang dirinya.
***
Disaat yang sama,
Leonardo sedang menghubungi putrinya, yaitu Christy.
"Bagaimana hubungan mu dengan Nak John?"
Leonardo sedang membuka pembicaraan mengenai apa yang akan ia katakan selanjutnya.
Christy Yang sekarang ini sedang ada di hotel bersama seorang lelaki bayaran yang fisiknya mirip dengan Gama, Christy hanya menggunakan sebuah selimut tipis putih sembari menatap langit malam dari kaca hotel.
__ADS_1
Ya, karena kesepian yang ia rasakan Christy sampai membayar Seorang pria bayaran untuk menemaninya, dan tentunya dia memilihkan lelaki dengan fisik yang mirip dengan Gama.
"Baik Ayah," jawab Christy ketus tidak suka dengan pembaca yang merujuk kepada John ini.
Mendengar itu Leonardo tentunya bahagia, akhirnya dia bisa berbesan dengan sahabatnya sendiri.
"Baguslah kalau begitu, Minggu depan Ayah akan kesana, kita akan membicarakan mengenai tanggal pernikahan kalian,"
Ucapan Leonardo ini sontak membuat Christy syok.
"Pe ... pernikahan? maksud Ayah? kenapa secepat itu?" teriak Christy tidak bisa menutupi kepanikan nya.
"Kenapa kau meninggikan suara mu? tentu saja menikah lah, lagian John adalah lelaki yang tepat untuk mu, jadi tunggu saja Ayah disana ya,"
Balas Leonardo setelahnya mematikan panggilan nya.
Mendengar tanggal pernikahan antara dirinya dan John akan segera di bicarakan membuat Christy jadi panik.
Dia berjalan mondar-mandir dengan wajah yang panik, "Tidak boleh, aku tidak mau menikah dengan John!"
"Aku harus mencari cara! aku hanya ingin Gama bukan lelaki lain!" geramnya akan melakukan apa saja demi menggagalkan rencananya pernikahan antara dirinya dengan John.
***
Gama yang masih kepikiran itu memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya, dia kembali ke kamarnya, dia menemukan Rani sudah menyelimuti dirinya.
Walau sebenarnya Rani juga tidak bisa tidur sekarang ini karena bingung dengan dirinya sendiri hari ini kenapa bisa begitu terpesona dengan suami yang harusnya ia benci itu.
Rani mendengar Gama sudah memasuki kamar mereka, Rani langsung terperanjat dan pura-pura tidur sekarang ini.
Gama melipat tangannya di dada, berdiri tegak di dekat Rani pura-pura tidur.
"Wanita ini, saat aku seharian ini hanya memikirkan nya dan membuat kepalaku hampir pecah, beraninya dia langsung tidur! apakah hanya aku yang sibuk memikirkan dia dan dia tidak?"
Gama kesal sendiri, melihat Rani, setelah beberapa saat akhirnya dia membuka selimut dan memasuki ranjang.
Dia menarik tubuh istrinya, dan saat itulah Gama menyadari jika Rani belum tidur, hanya pura-pura tidur karena kedipan mata yang terasa sangat janggal.
"Srek!"
Gama langsung menggenggam tangan Rani dan menariknya sampai keatas kepalanya.
Gama menatap wajah Rani yang masih mencoba berpura-pura tidur itu.
__ADS_1
"Kau pembohong yang buruk, kenapa pura-pura tidur sih? bangunlah sebelum aku menghabisi mu!" ketus Gama tentunya langsung membuat Rani syok dan langsung membuka matanya.
Rani tersenyum kaku dan matanya berkedip-kedip, kelihatan sekali Rani tidak ingin terkena amukan lelaki ini.
Melihat wajah yang begitu cantik dan senyuman kaku yang menggoda, sorot mata yang dalam, semakin besar rasa kekesalan Gama.
Dia yakin Ardhan memiliki sebuah rasa kepada istrinya makanya sampai meminta istrinya menjadi perwakilan kerjasamanya mereka.
Gama tidak ingin membagikan kecantikan istrinya kepada siapapun apalagi Ardhan Reiner
"Kau milikku, jika dia berani menyentuh mu akan ku potong tangannya!"
Ucap Gama tiba-tiba membuat Rani terkejut.
"Me ... memotong tangan? tangan siapa? kita sedang membicarakan siapa ini?" Rani kebingungan kenapa ucapan suaminya ini sangat mengerikan sampai memotong tangan segala.
"Membicarakan siapa? kau penasaran dia siapa? jadi kau mau mencari tahu?"
Gama langsung memicing dan matanya semakin tajam, kecemburuan tak berdasar nya bahkan sudah dimulai sebelum Rani melakukan hubungan bisnis dengan Ardhan Reiner.
"Dia ini kenapa si? sensitif sekali, melebihi sensitif nya anak gadis yang sedang datang bulan!" ketus Rani dalam hatinya, bingung dengan segala sikap tak terprediksi suaminya.
"Sayang, mulai detik ini kau wajib mencintai aku! cintai hanya aku sampai saat ada lelaki yang menginginkan mu maka yang kau pikirkan hanya aku seorang!"
Seru Gama lagi membuat Rani bingung dan tercengang dengan permintaan ngadi ngadi suaminya ini.
"Memangnya ada ya seseorang memerintahkan orang lain untuk mencintai nya, seolah cinta bisa dimunculkan dalam sekejap! dasar aneh!" ketus Rani tidak menganggap serius ucapan suaminya.
Rani tidak sadar jika sikap suaminya hanyalah sikap antispasi yang membuat Gama tidak bisa tenang, bagaimana pun hal ini juga baru pertama kalinya dirasakan oleh Gama.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana
__ADS_1