Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Kejadian masa lalu (I)


__ADS_3

Episode 114 : Kejadian masa lalu (I)


***


Kejadian masa lalu Laura dan Marian,


***


Video itu berhenti saat dia menangis tersedu-sedu mendapati suaminya menikah lagi karena tidak memercayai nya.


Hari berikutnya, Laura membuat video singkat lagi.


"Marian benar-benar menjebak ku, selama ini ternyata dia hanya berpura-pura berteman denganku, tadi dia mengancam ku, katanya aku harus pergi dari rumah ini sebelum dia melakukan hal mengerikan, tetapi aku tidak bisa pergi, jika aku pergi bagaimana dengan anakku? kami akan di buang dari lingkungan masyarakat, karena mereka pasti mengira anak yang aku kandung bukan anak Deffan,"


Wajah Laura semakin hari semakin pucat kelihatan di video itu.


Video itu akhirnya berakhir lagi, lanjut ke video berikutnya.


"Aku hamil tua, kelihatannya Marian juga sudah hamil, menyedihkan sekali, aku ingin melarikan diri, kenapa aku harus menikah dengan lelaki yang bahkan tidak bisa mempercayai aku? aaaaa!" Video hari itu berisi teriakan dan kepedihan Laura.


Bagaimana dia hidup begitu menderita, ingin melarikan diri tetapi tidak bisa demi anak di kandungannya.


Video berikutnya, wajah Laura semakin pucat, dia menggendong bayi, "Ini putraku, namanya Gama, aku menamainya Gama agar dia kuat dan berani, tidakkah dia tampan sekali?" seru Laura lagi-lagi berkahir dengan terisak-isak.


"Lelaki itu tetap saja menuduhku berselingkuh dan menuduh anak ini sebagai anak hasil perselingkuhan ku, jelas-jelas ini adalah anaknya, apa yang harus aku lakukan! aku tidak tahu lagi harus apa!"


Laura berteriak lagi, sepertinya dia memang sudah terkena tekanan mental berada di kediaman itu bersama Marian yang benar-benar memiliki hati busuk dan mengerikan.

__ADS_1


***


Video berikutnya seperti nya sudah berselang beberapa tahun, wajah Laura semakin pucat dan kurus.


"Kalian ingat? ini Gama, putraku, dia sudah lima tahun, dia tampan sekali kan? Deffan juga sudah mulai mempercayai ku, dia mulai bersikap baik padaku dan Gama, tetapi aku takut pada Marian, dia seperti monster yang seakan-akan akan melenyapkan aku begitu saja!"


Walau wajahnya semakin pucat, tetapi sudah ada senyuman di wajahnya, entah apa saat itu yang membuat Deffan sedikit berubah tetapi Laura senang sekali.


Video itu berakhir lagi, lalu lanjut ke video terkahir.


Wajah ini adalah wajah yang sangat di ingat oleh Gama, saat itu usia Gama sudah berusia 6 atau 7 tahun, hati Gama langsung nyeri melihat wajah ibunya yang benar-benar kurus dan pucat sekali.


"Marian, aku ingin dia dihukum suatu hari nanti, demi kekayaan dan ketamakan, ternyata selama ini dia memberikan aku racun setiap hari, Merry adalah perawat yang ia bayar untuk memberikan aku obat yang berisikan racun kadar rendah yang akan menumpuk di tubuhku, aku baru tahu tadi tetapi semuanya sudah terlambat, Deffan juga sepertinya sudah tidak memperdulikan aku karena aku semakin jelek dan penyakitan, aku tidak berguna,"


"Jika aku mati muda bagaimana dengan putraku? apakah Marian akan mencelakainya? aku lemah sekali tidak bisa melindungi diriku dan anakku!"


"Sebenarnya anakku salah apa? dia membutuhkan kasih sayang dari ayahnya, aku sakit dan tidak bisa bermain dengannya, dia hanya butuh perhatian dan kasih sayang sedikit saja, tetapi kenapa dia harus dimarahi dan di bentak?"


Laura menangis tersedu-sedu, menceritakan kisah hidupnya yang begitu memilukan sampai akhir.


Cerita ini hanyalah penggalan dari banyak sekali kejadian yang memilukan, yang ia ceritakan hanyalah cerita yang sempat ia rekam saja, dan itu hanyalah secuil dari banyaknya penderitaan nya.


***


Saat video kisah hidup ibunya berakhir, ingatan samar-samar itu akhirnya muncul di kepala Gama Yu,


Kenakalan nya dahulu karena cemburu kepada John dan Marian yang selalu bersama ayahnya, sedangkan dia hanya bersama Bi Mendi dan ibunya yang sakit-sakitan.

__ADS_1


Ingatan itu semuanya akhirnya jelas, hari itu masih diingat jelas oleh Gama, hari Kamis sore, hujan rintik-rintik.


Dia sedang menangis, kecemburuan anak kecil yang sangat menginginkan kasih sayang ayahnya.


Laura yang sudah pucat dan kurus sekali itu datang mendekat kearah Gama.


"Ada apa Nak? ceritakan semua pada Ibu," suara lemah Laura menyentuh pundak kecil putranya.


Gama yang memang masih kecil dan tak mengerti apapun langsung menghempaskan tangan ibunya.


"Jangan sentuh aku! ini semua karena mu, karena mu aku sering di marahi, dipukul dan dibentak, aku di ejek, aku di bully, karena ibuku seorang yang sakit-sakitan!"


"Jangan sentuh aku, dan menjauh lah!"


Gama berteriak begitu hebat, menangis dan melarikan diri ke hujan deras itu.


Gama masih ingat sekali wajah ibunya saat itu, wajah yang tak bisa menjawab apapun, begitu menyakitkan dan menyedihkan.


Ternyata itulah penyesalan terbesar Gama, mengapa ingatan itu seolah terpotong dari ingatannya karena jika ia ingat maka ia akan menjadi seperti seseorang yang kehilangan arah.


Karena setelah kata-kata terakhir itu, saat ia pulang, penyesalan lah yang ia rasakan, semuanya sudah terlambat karena setelah sore yang diguyur hujan itu, Ibunya akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Saat itulah awal mula trauma dan penyakit psikologis nya, penyesalan yang mengerikan itu .


***


Jangan lupa diberikan like dan saran yaa 🤍

__ADS_1


__ADS_2